Dompet digital Stripe, Link, menunjukkan bagaimana perusahaan ini dapat mendukung peralihan tersebut. Stripe mengatakan dompet agen di Link dapat menyediakan kartu sekali pakai atau Shared Payment Token yang didukung metode pembayaran yang sudah tersimpan di Link. Agen tidak memperoleh kredensial pembayaran mentah milik pelanggan, sementara pelanggan dapat meninjau atau menyetujui permintaan pengeluaran.
Arsitektur ini menjawab salah satu persoalan utama perdagangan agentik: agen harus memiliki otoritas yang cukup untuk bertransaksi, tetapi tidak boleh mendapat akses tanpa batas ke rekening keuangan pengguna. Dengan kata lain, dompet pembayaran berfungsi sebagai lapisan izin yang terkontrol antara pembeli dan merchant.
Bukti yang tersedia tidak menunjukkan bahwa Shopify Shop Pay merupakan bagian dari rancangan dompet agen Stripe. Peran Shopify dalam cerita ini berbeda: merchant Shopify disebut sebagai salah satu basis penjual potensial penting untuk Instant Checkout di ChatGPT, bersama penjual di Etsy. Jadi, Shopify lebih tepat dipahami sebagai ekosistem distribusi dan merchant dalam kanal agentik, sedangkan Link berperan sebagai lapisan dompet dan otorisasi Stripe.
Agentic Commerce Protocol adalah standar terbuka untuk interaksi antara pembeli, agen AI, dan bisnis. Komponennya mencakup sesi checkout yang digerakkan agen, pengelolaan keranjang, pilihan pemenuhan pesanan, serta pemrosesan pembayaran.
Stripe juga memperkenalkan Agentic Commerce Suite sebagai cara bagi penjual untuk terhubung ke berbagai layanan AI melalui satu integrasi. Stripe mengumumkan kemitraan yang melibatkan AI Mode milik Google dan Gemini, sehingga bisnis dapat menjual produk langsung di dalam pengalaman tersebut.
Perubahan strateginya cukup besar. Perusahaan pembayaran konvensional biasanya memproses transaksi setelah pembeli memilih merchant dan menyelesaikan checkout. Platform perdagangan agentik dapat terlibat dalam lebih banyak tahapan transaksi:
Stripe menyebutnya sebagai kanal penjualan baru, tempat algoritma mengevaluasi produk, memulai transaksi, lalu kembali sebagai pelanggan.
Stripe dan OpenAI meluncurkan Instant Checkout di ChatGPT pada 2025. Pada tahap awal, pengguna di Amerika Serikat dapat membeli produk dari penjual Etsy di AS melalui percakapan, sementara merchant Shopify direncanakan ikut dalam peluncuran berikutnya. Pengalaman tersebut menggunakan Agentic Commerce Protocol untuk menghubungkan antarmuka AI dengan merchant.
Namun, eksperimen awal ini tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa konsumen sudah meninggalkan checkout milik retailer. Pelacak pada 2026 melaporkan bahwa OpenAI kemudian menghentikan Instant Checkout di dalam percakapan setelah adopsinya terbatas, lalu beralih ke aplikasi yang dijalankan retailer dan pengalaman belanja lainnya. Laporan terpisah juga menggambarkan langkah tersebut sebagai mundurnya checkout native menuju pengalihan pengguna ke retailer.
Pembalikan arah ini penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa menghapus halaman checkout merchant mungkin layak secara teknis, tetapi belum tentu menjadi pengalaman yang paling disukai konsumen. AI mungkin lebih dulu memenangkan tahap pencarian produk sebelum berhasil memenangkan tahap otorisasi pembayaran.
Sejumlah riset menunjukkan adanya jenjang kepercayaan yang jelas. Visa Global Digital Shopping Index 2026 menemukan bahwa 56% konsumen bersedia membiarkan agen mencari dan membandingkan produk, tetapi hanya 35% yang bersedia memberikan akses ke kredensial pembayaran tersimpan.
Riset Commerce dan PayPal juga menemukan minat yang kuat terhadap belanja agentik di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, sekaligus tuntutan terhadap keamanan dan kendali atas pembelian. Dalam sampel Australia, 63% responden tertarik mencoba alat belanja agentik, tetapi hanya 4% yang menginginkan bantuan AI pada tahap pembayaran.
Implikasinya, versi perdagangan agentik yang pertama kali berhasil kemungkinan bukan sistem yang sepenuhnya otonom, melainkan model kolaboratif. Agen dapat menemukan pilihan terbaik, menjelaskan perbedaannya, menyiapkan pesanan, dan menampilkan permintaan persetujuan yang ringkas. Manusia tetap mengambil keputusan akhir untuk pembelian yang dianggap berisiko tinggi.
Prediksi Stripe bersifat arah strategis, bukan jadwal peluncuran dengan tanggal pasti. Beberapa persoalan harus diselesaikan sebelum halaman checkout dapat digantikan secara aman:
Karena itu, perubahan jangka pendek yang paling mungkin bukan kepunahan total checkout. Formulir checkout kemungkinan dipadatkan menjadi langkah konfirmasi, sementara formulir lengkap hanya muncul ketika transaksi membutuhkan penjelasan atau pemeriksaan lebih lanjut.
Pimpinan Stripe mengatakan perusahaan memperlakukan 1 Januari 2026 sebagai awal dari apa yang mereka sebut sebagai “singularitas” AI. Stripe sendiri mengakui istilah tersebut kabur dan sudah terlalu sering digunakan. Dalam konteks ini, istilah itu merupakan cara retoris untuk menggambarkan percepatan aktivitas ekonomi yang didorong AI—bukan ambang ilmiah yang dapat diukur atau tanggal ketika halaman checkout pasti menghilang.
Framing tersebut membantu menjelaskan mengapa Stripe bergerak cepat. Jika agen menjadi pelaku ekonomi yang signifikan, merchant perlu memiliki bisnis yang dapat dipahami mesin, agen memerlukan akses pembayaran yang terkendali, dan platform membutuhkan infrastruktur untuk transaksi yang mungkin terjadi tanpa pengguna mengunjungi situs retailer.
Klaim terkuat Gaybrick berkaitan dengan desain antarmuka: pengguna mungkin tidak lagi mengisi formulir checkout karena identitas, pembayaran, pengiriman, dan otorisasi dapat ditangani melalui lapisan perangkat lunak yang tepercaya. Produk dan kemitraan Stripe menunjukkan upaya serius untuk membangun lapisan tersebut.
Namun, bukti yang ada belum mendukung tanggal pasti hilangnya halaman checkout. Riset konsumen menunjukkan bahwa pembeli lebih nyaman mendelegasikan pencarian dan perbandingan daripada pembayaran. Eksperimen checkout ChatGPT juga memperlihatkan betapa cepat alur yang tampak lebih sederhana dapat dievaluasi ulang.
Masa depan yang paling masuk akal adalah model hibrida: agen AI menangani pencarian dan persiapan pembelian rutin, dompet menyediakan otoritas pembayaran yang terbatas, sedangkan checkout tetap hadir sebagai ruang persetujuan manusia ketika tingkat kepercayaan, nilai transaksi, atau kompleksitas membutuhkan kontrol lebih besar.