Mulai 21 Mei 2026, Pump.fun memungkinkan peluncuran token baru dengan pasangan likuiditas USDC, bukan hanya SOL. Sebelumnya semua token menggunakan bonding curve berbasis SOL yang otomatis menaikkan harga saat pembeli menyetor SOL hingga mencapai ambang migrasi ke DEX.[1][8][11] Langkah ini dimaksudkan untuk memberi...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does Pump.fun’s new USDC‑paired liquidity pools for token launches work, how do they differ from the previous SOL‑only bonding curve mod. Article summary: Pump.fun’s new launch option lets creators start new tokens in USDC-denominated liquidity rather than the old SOL-only path, which the platform says should make early pricing more predictable, reduce direct exposure to S. Topic tags: general, academic, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Pump.fun Launches USDC-Paired Liquidity Pools for Token Launches. Pump.fun, a Solana-based token launch platform, has introduced USDC-paired liquidity pools as an alternative to" source context "Pump.fun Launches USDC-Paired Liquidity Pools for Token Launches" Reference image 2: visual subject "# Mast
Pump.fun—platform peluncuran memecoin di blockchain Solana—mengumumkan perubahan besar pada 21 Mei 2026: token baru kini bisa diluncurkan menggunakan pool likuiditas yang dipasangkan dengan USDC, bukan hanya SOL seperti sebelumnya.
Perubahan ini penting karena selama ini seluruh mekanisme awal perdagangan memecoin di Pump.fun bergantung pada bonding curve berbasis SOL. Dengan opsi baru ini, pencipta token dapat memilih menggunakan stablecoin USDC sebagai aset kuotasi, sehingga harga awal token lebih mudah dipahami dalam nilai dolar.
Di bawah ini penjelasan bagaimana model lama bekerja dan apa yang berubah setelah pembaruan tersebut.
Saat pertama kali populer pada 2024, Pump.fun memperkenalkan cara sederhana membuat token tanpa perlu menyediakan likuiditas sendiri.
Sistemnya menggunakan smart contract bonding curve. Mekanismenya kira‑kira seperti ini:
Akibatnya:
Ketika pembelian mencapai ambang tertentu, token tersebut “lulus” dari bonding curve. Pada tahap ini, likuiditas dan sisa token secara otomatis dipindahkan ke pool di automated market maker (AMM) seperti Raydium.
Beberapa analisis menyebut ambang tersebut antara lain:
Karena seluruh sistem dihitung dalam SOL, nilai awal token dan target bonding berubah‑ubah mengikuti harga SOL. Ketika harga SOL naik, beberapa laporan menyebut kapitalisasi awal token sekitar $2.000 dengan target bonding sekitar $30.000 dalam nilai dolar.
Pembaruan Mei 2026 menambahkan jalur baru: token bisa diluncurkan langsung dengan pasangan USDC.
Artinya:
Perbedaan utamanya ada pada aset kuotasi (quote asset). Jika sebelumnya semua harga dan likuiditas bergantung pada SOL, kini peluncuran token dapat berbasis stablecoin.
Menurut berbagai laporan, tujuan utama perubahan ini adalah meningkatkan kualitas peluncuran token dan mengurangi volatilitas pada fase awal perdagangan.
Jika harga token dihitung dalam SOL, kapitalisasi pasar token bisa berubah hanya karena harga SOL naik atau turun. Dengan USDC, trader melihat nilai langsung dalam dolar sehingga lebih mudah mengevaluasi valuasi token.
Pada model lama, semua pembelian berarti menyetor SOL ke bonding curve. Ketika harga SOL bergerak tajam, dinamika peluncuran token ikut berubah. Menggunakan USDC mengurangi ketergantungan langsung pada volatilitas SOL.
Pump.fun mengatakan peluncuran berbasis stablecoin dapat menciptakan “lebih banyak stabilitas, distribusi koin yang lebih baik, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi” selama fase awal perdagangan.
Logikanya: ketika harga lebih stabil dan mudah dipahami, spekulasi ekstrem bisa berkurang sehingga lebih banyak peserta dapat masuk secara bertahap.
Perubahan ini juga berpotensi mengubah aliran likuiditas di ekosistem Solana.
Selama ini, setiap peluncuran token di Pump.fun membuat trader harus membeli dan menyetor SOL. Akibatnya, sejumlah besar SOL terkunci dalam bonding curve dan pool likuiditas.
Sejak Januari 2024, lebih dari 5 juta SOL telah terkunci dalam pool likuiditas terkait peluncuran token di platform tersebut.
Jika semakin banyak kreator memilih pasangan USDC, sebagian aktivitas perdagangan awal mungkin beralih dari pasar berbasis SOL ke likuiditas stablecoin.
Peluncuran pool USDC bukan satu‑satunya perubahan strategi platform.
Pump.fun juga menjalankan program buyback dan burn token PUMP yang agresif menggunakan pendapatan protokol. Laporan menyebut platform telah membakar sekitar $370 juta token PUMP dan mengalokasikan 50% pendapatan bersih masa depan dari produk utama—seperti bonding curve dan PumpSwap—untuk pembelian kembali dan pembakaran otomatis melalui smart contract terkunci.
Jika digabungkan, langkah‑langkah ini tampaknya bertujuan untuk:
Beberapa detail teknis—seperti kapitalisasi awal token pada model USDC, ambang bonding yang baru, atau biaya masuk bagi trader—belum dijelaskan secara konsisten dalam laporan publik.
Namun arah perubahannya cukup jelas: Pump.fun sedang beralih dari ekosistem peluncuran memecoin yang sepenuhnya berbasis SOL menuju sistem hibrida yang juga menggunakan stablecoin.
Untuk platform yang selama ini mendominasi ekonomi memecoin di Solana, perubahan ini bisa memengaruhi cara token baru diluncurkan, dihargai, dan didistribusikan di seluruh ekosistem.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Mulai 21 Mei 2026, Pump.fun memungkinkan peluncuran token baru dengan pasangan likuiditas USDC, bukan hanya SOL.
Mulai 21 Mei 2026, Pump.fun memungkinkan peluncuran token baru dengan pasangan likuiditas USDC, bukan hanya SOL. Sebelumnya semua token menggunakan bonding curve berbasis SOL yang otomatis menaikkan harga saat pembeli menyetor SOL hingga mencapai ambang migrasi ke DEX.[1][8][11]
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan referensi harga dolar yang lebih stabil serta mendukung distribusi token yang lebih merata.[3][7]