Ki Young Ju memperkirakan siklus bullish Bitcoin saat ini dapat memberi kenaikan sekitar 3–5 kali lipat, bukan reli parabolik lebih dari 10 kali seperti pada siklus terdahulu. Bila memakai titik acuan sekitar US$58.000 pada titik terendah akhir Juni, perhitungan sederhana menghasilkan kisaran US$174.000 hingga US$29...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does CryptoQuant founder Ki Young Ju’s forecast that Bitcoin could rise 3–5x during the current bull cycle—rather than repeat earlier 10. Article summary: Ju’s revised view is that Bitcoin is becoming a larger, institutionally held asset: that should make a 10x, retail-driven parabolic move less likely, but also reduce the odds of the 80% crashes typical of earlier cycles.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Ki Young Ju, pendiri CryptoQuant, menilai Bitcoin mungkin memasuki fase pasar yang lebih matang. Pandangannya bukan bahwa Bitcoin tidak bisa naik tajam, melainkan bahwa kenaikan 3–5 kali lipat dalam satu siklus lebih masuk akal daripada reli parabolik yang dipimpin ritel hingga lebih dari 10 kali, dengan pasar bearish berikutnya berpotensi tidak sedalam kejatuhan sekitar 80% pada siklus-siklus lama. 14
Tesis ini bertumpu pada skala pasar dan struktur kepemilikan. Ketika kapitalisasi pasar Bitcoin jauh lebih besar, dibutuhkan modal yang jauh lebih besar pula untuk menghasilkan kenaikan persentase yang sama. Di sisi lain, peningkatan peran institusi dapat mengubah sumber permintaan dan cara pasokan Bitcoin diserap. Namun, ini tetap merupakan pandangan seorang analis pasar, bukan jaminan hasil harga. 3
14
Ju tidak menyebut titik awal spesifik untuk proyeksi 3–5 kali lipat tersebut. Jika perhitungannya dimulai dari titik terendah akhir Juni di sekitar US$58.000, maka hitungan sederhananya adalah:
Angka-angka itu adalah simulasi berdasarkan titik acuan US$58.000, bukan target harga resmi yang diumumkan Ju. Mengubah titik awal akan mengubah kisarannya secara signifikan. 1
7
Logikanya adalah soal skala. Seiring kapitalisasi pasar Bitcoin bertumbuh, kenaikan persentase yang sama memerlukan arus modal bersih yang lebih besar dibandingkan saat aset ini masih jauh lebih kecil. Ju membandingkan pasar lama yang lebih didominasi ritel—ketika modal jangka pendek dapat memicu kenaikan sangat tajam lalu pembalikan drastis—dengan pasar kini, ketika kepemilikan institusional lebih berpengaruh. 14
Dalam kerangka tersebut, faktor yang membatasi potensi kenaikan ekstrem juga dapat mengurangi risiko penurunan ekstrem. Investor berjangka panjang dan kanal likuiditas tambahan berpotensi memperkecil peluang terjadinya rangkaian likuidasi yang cepat dan saling memperkuat. Ini bukan berarti volatilitas Bitcoin hilang, melainkan siklusnya dapat menjadi kurang ekstrem di kedua arah. 3
5
14
Ju mengacu pada sejumlah pengamatan data on-chain dan pasar derivatif untuk mendukung pandangan bahwa pola boom-bust dapat menjadi lebih ringan:
Tidak ada satu indikator on-chain pun yang dapat memastikan arah harga Bitcoin pada masa depan. Sinyal-sinyal tersebut lebih tepat diperlakukan sebagai bahan pembentuk tesis pasar, bukan kepastian untuk mengambil keputusan perdagangan.
Argumen yang lebih luas dari Ju adalah bahwa pembeli melalui jalur teregulasi dan perusahaan telah mengubah struktur permintaan Bitcoin. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat memberi investor jalur teregulasi untuk memperoleh eksposur Bitcoin, sedangkan perusahaan dan pembeli digital-asset treasury dapat menjadi sumber permintaan yang berulang.
Ia berpendapat bahwa ETF dan digital-asset treasury telah menjadi pembeli baru bagi pasokan yang sebelumnya mungkin terutama diserap oleh trader di bursa. Ju juga memperkirakan fase berikutnya dari siklus akan semakin bergantung pada adopsi institusional dan ETF di luar Amerika Serikat. 2
31
32
Perbedaan ini penting karena alokasi institusional yang stabil dapat menyerap aksi jual pemegang awal tanpa harus bergantung pada euforia spekulatif dari ritel. Namun, ada sisi risikonya: arus dana ETF dan pembelian treasury bukan sesuatu yang permanen. Jika arus itu melemah atau berbalik, dukungan yang diasumsikan dalam tesis tersebut bisa menghilang.
Pandangan terbaru Ju mengikuti perubahan penting dalam analisisnya. Pada akhir Mei, ia memperingatkan bahwa pasar bearish Bitcoin dapat berlangsung hingga awal 2027. Prediksi itu didasarkan pada pola historis dalam kerangka PnL-nya, yaitu profitabilitas investor biasanya melemah sekitar 18 bulan setelah terjadi rangkaian aksi ambil untung. 12
38
Pada akhir Agustus, ia mengatakan indikator profitabilitas gabungan CryptoQuant berubah positif untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025, dan menggambarkan perubahan itu sebagai sinyal bahwa fase bearish telah berakhir. 8 Karena itu, proyeksi kenaikan 3–5 kali lipat mencerminkan penilaian ulang berdasarkan pembacaan indikator berikutnya, bukan klaim bahwa kondisi bearish yang ia lihat sebelumnya tidak pernah ada.
Prediksi Ju pada dasarnya adalah tesis tentang struktur pasar: Bitcoin lebih besar, permintaan institusional lebih berpengaruh, dan reli maupun koreksi berikutnya dapat lebih moderat dibandingkan siklus sebelumnya. Dari titik acuan US$58.000, kenaikan 3–5 kali lipat menghasilkan kisaran US$174.000–US$290.000—tetapi kisaran ini adalah hasil perhitungan, bukan target resmi. 7
14
Penting untuk memisahkan hitungan tersebut dari kepastian. Indikator on-chain, permintaan ETF, dan pembelian oleh treasury perusahaan dapat membantu membentuk pandangan tentang siklus, tetapi tidak menghapus risiko likuiditas, perubahan sentimen, maupun kemungkinan investor institusional menjual saat pasar tertekan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Ki Young Ju memperkirakan siklus bullish Bitcoin saat ini dapat memberi kenaikan sekitar 3–5 kali lipat, bukan reli parabolik lebih dari 10 kali seperti pada siklus terdahulu.
Ki Young Ju memperkirakan siklus bullish Bitcoin saat ini dapat memberi kenaikan sekitar 3–5 kali lipat, bukan reli parabolik lebih dari 10 kali seperti pada siklus terdahulu. Bila memakai titik acuan sekitar US$58.000 pada titik terendah akhir Juni, perhitungan sederhana menghasilkan kisaran US$174.000 hingga US$290.000; ini bukan target harga resmi dari Ju.
Ju menyoroti MVRV yang tetap di atas 1, kenaikan realized capitalization, serta perubahan arus ETF dan pembeli korporasi sebagai bagian dari tesis siklus yang lebih moderat.