Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut. Pendekatan roda kaki memadukan efisiensi roda untuk bergerak di permukaan mulus dengan kemampuan kaki unt...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does Chinese startup Direct Drive argue that the main bottleneck for embodied AI and general-purpose robots is not intelligence but phys. Article summary: Direct Drive’s thesis is that a robot’s first commercial problem is not merely “thinking,” but getting its body into the places where work and data collection occur. If it cannot cross the physical discontinuities of ord. Topic tags: general, documentation, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text,
Robot bisa saja memiliki kemampuan persepsi dan perencanaan yang canggih, tetapi tetap gagal memenuhi syarat paling mendasar dalam penerapan nyata: sampai ke lokasi pekerjaan.
Itulah tesis Direct Drive Tech. Bagi perusahaan ini, akses fisik—bukan kecerdasan semata—menjadi salah satu batas awal embodied AI atau kecerdasan buatan berwujud. Jika robot tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, bagian jalan yang rusak, tanjakan, tangga, atau area berlumpur, robot tersebut tidak bisa bekerja di sana. Lebih jauh lagi, robot juga tidak dapat mengumpulkan data interaksi dunia nyata yang dibutuhkan untuk meningkatkan perilakunya. 34
37
Embodied AI membutuhkan tiga unsur yang saling terkait: tubuh fisik, lingkungan, dan kecerdasan. Tubuh robot berfungsi sebagai penghubung antara dunia digital dan dunia nyata, sehingga kemampuan fisiknya ikut menentukan sejauh mana kecerdasan sistem dapat digunakan. 19
Sebagian besar robot mobilitas dalam ruangan dirancang untuk permukaan yang relatif datar dan dapat diprediksi. Asumsi itu mulai runtuh ketika rute mencakup ambang yang tinggi, trotoar, tangga, tanah lepas, aspal rusak, perubahan kemiringan, atau perpindahan dari dalam gedung ke luar ruangan.
Robot yang berhenti di batas-batas tersebut mungkin tetap bekerja dengan baik di fasilitas yang terstruktur. Namun, robot itu tidak dapat menyelesaikan seluruh tugas—dan tidak bisa memperoleh data dari kondisi tempat kemampuan mobilitasnya justru paling dibutuhkan.
Direct Drive dan sejumlah laporan terkait menyebutnya sebagai masalah wahana pembawa. Persoalannya bukan sekadar menambah kapasitas penyimpanan atau anggaran pelatihan, melainkan menyediakan platform yang mampu mencapai kondisi sulit. Robot yang hanya dapat bergerak di lantai rata tidak akan menghasilkan data pergerakan di tangga atau lumpur selama tetap berada di lantai rata. Simulasi dan video memang dapat membantu prapelatihan, tetapi masih ada kesenjangan antara lingkungan terkendali atau simulasi dan interaksi fisik yang dinamis. 34
45
Karena itu, pendekatan Direct Drive berbeda dari strategi yang mengubah lingkungan agar sesuai dengan robot—misalnya memasang ramp khusus, penanda visual, jalur terbatas, atau infrastruktur lain. Robotnya yang diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan ruang yang sudah dibangun manusia.
Perdebatan roda versus kaki biasanya dipandang sebagai pilihan antara efisiensi dan kemampuan beradaptasi. Direct Drive mencoba menghindari pilihan biner tersebut dengan menggabungkan keduanya dalam satu sistem mobilitas.
NVIDIA menggambarkan TITA dengan prinsip serupa: robot ini menggabungkan kecepatan dan kelincahan mobilitas beroda dengan kemampuan beradaptasi dari kaki, menggunakan persendian direct-drive serta teknologi motor hub. 1
Artinya, robot tidak harus berjalan kaki sepanjang rute. Ia dapat melaju di koridor, menggunakan persendian untuk melewati ambang, menyesuaikan postur di tanjakan, kemudian kembali menggelinding ketika medan memungkinkan. Tujuannya adalah mengurangi jumlah lokasi tempat misi harus berhenti atau lingkungan perlu direnovasi.
Konsep ini bergantung pada kemampuan robot untuk mengubah postur dan gaya secara cepat serta terkontrol. Motor hub direct-drive menyalurkan tenaga langsung ke roda, sedangkan persendian direct-drive atau quasi-direct-drive menyediakan torsi untuk artikulasi dan melewati rintangan. TITA secara khusus disebut menggunakan persendian direct-drive bersama motor hub. 1
7
Dengan mengurangi ketergantungan pada sistem transmisi konvensional, arsitektur ini dapat mendukung kendali torsi yang lebih langsung dan gerakan yang lebih responsif. Namun, direct drive bukan solusi ajaib. Motor, struktur, sistem termal, dan perangkat lunak kendali tetap harus mampu menangani beban tinggi serta benturan berulang.
Dengan kata lain, direct drive bukan pengganti kecerdasan. Teknologi ini merupakan lapisan fisik yang menentukan apakah perintah gerak dari sistem AI dapat dieksekusi secara andal di medan yang tidak rata.
TITA menunjukkan bagaimana lapisan-lapisan tersebut diintegrasikan. Spesifikasi Direct Drive mencantumkan delapan derajat kebebasan, torsi puncak 120 N·m, muatan bergerak 10 kilogram, baterai yang dapat diganti tanpa mematikan sistem, prosesor Jetson Orin NX 16 GB, serta performa AI yang diklaim mencapai 100 TOPS. Platform ini juga mendukung ROS 2 dan berbagai antarmuka perangkat lunak maupun perangkat keras untuk pengembangan. 9
11
32
Paket sensornya mencakup kamera binokular, sensor ultrasonik, dan sensor SPAD untuk membantu robot mendeteksi serta merespons rintangan. 9 Nilai pentingnya bukan terletak pada satu spesifikasi saja, melainkan pada hubungan antara penginderaan, pengambilan keputusan, dan tubuh yang mampu mengubah posisi ketika jalur tidak lagi datar.
Rangkaian produk Direct Drive memperlihatkan perkembangan dari pembuktian konsep roda-kaki menuju platform yang lebih modular dan dapat dikonfigurasi ulang.
Perusahaan memperkenalkan Xingtian sebagai salah satu robot direct-drive dua-roda-kaki komersial awal. Materi perusahaan dan laporan industri menggambarkannya sebagai robot yang memadukan kecepatan roda dengan kemampuan kaki untuk melewati rintangan, serta menyediakan SDK terbuka untuk pengembangan lebih lanjut. 21
Posisinya dalam sejarah produk cukup jelas: Xingtian membuktikan gagasan dasar bahwa bodi roda-kaki berukuran ringkas dapat menjangkau medan yang menyulitkan sasis beroda konvensional, tanpa harus menggunakan gerakan berkaki penuh di sepanjang rute.
TITA, yang diperkenalkan pada 2023, memperluas konsep tersebut menjadi platform bipedal beroda dengan delapan derajat kebebasan. Robot ini menambahkan sistem aktuator dan sensor yang lebih mumpuni, rel pemasangan modular, serta antarmuka yang ditujukan untuk riset dan pengembangan aplikasi.
Spesifikasi yang dipublikasikan mencakup dukungan ROS 2, baterai hot-plug, penghindaran rintangan aktif, tinggi lompatan maksimum 20 sentimeter, dan kecepatan maksimum yang tercantum 3 meter per detik. Kecepatan yang lebih tinggi memerlukan akses melalui API. 9
11
32
TITA diposisikan untuk inspeksi, pengantaran, logistik, pertanian, dan riset. Klaim tersebut merupakan tujuan penggunaan dari perusahaan atau materi produk, bukan bukti bahwa semua aplikasi itu telah terselesaikan secara komersial. Meski demikian, arah pengembangannya menunjukkan ambisi untuk memakai satu basis mobilitas di fasilitas terstruktur maupun rute luar ruang yang lebih sulit diprediksi. 3
21
D1, yang juga disebut D-Infinite dalam sejumlah pemberitaan, mendorong gagasan tersebut lebih jauh. Platform ini dapat beroperasi sebagai unit dua-roda-kaki yang berdiri atau menggabungkan modul menjadi konfigurasi merangkak dengan empat roda-kaki. 2
6
Spesifikasi yang dikutip mencantumkan ketinggian rintangan maksimum 70 sentimeter dan kapasitas muatan hingga 100 kilogram dalam mode merangkak. Konfigurasi berdirinya memiliki muatan maksimum yang tercantum 80 kilogram. 24
Struktur modular ini memungkinkan robot menukar kelincahan dan bentuk yang ringkas dengan stabilitas serta kapasitas angkut, bergantung pada tugas. Konfigurasi berdiri dapat berguna ketika robot membutuhkan profil yang lebih sempit atau akses yang lebih baik di sekitar trotoar dan tangga. Sementara itu, konfigurasi rendah yang tersambung dapat memberikan basis yang lebih stabil untuk membawa beban berat dan melintasi medan kasar.
Gagasan besarnya adalah bahwa robot serbaguna mungkin tidak lahir dari satu bentuk tubuh yang sempurna. Kemampuan umum dapat muncul dari platform yang mampu mengubah susunan fisiknya sesuai pekerjaan.
Arsitektur Direct Drive menjawab kendala yang nyata: robot yang tidak dapat mencapai suatu tempat tidak dapat bekerja atau mengumpulkan data interaksi dari tempat tersebut. Pendekatan roda-kaki menawarkan jalan tengah yang masuk akal antara efisiensi roda dan kemampuan kaki menghadapi medan sulit, sementara aktuator direct-drive menghubungkan rencana gerak tingkat tinggi dengan kendali fisik yang responsif. 1
43
Namun, akses fisik hanyalah gerbang pertama, bukan keseluruhan masalah. Robot tetap memerlukan persepsi yang andal, manipulasi, navigasi, perilaku keselamatan, manajemen energi, biaya perawatan yang masuk akal, serta model yang mampu melakukan generalisasi di tengah kondisi yang berubah.
Analisis pemerintah dan industri juga menyoroti kelangkaan data fisik berkualitas tinggi, sulitnya menggunakan kembali data dari perangkat keras yang berbeda, kesenjangan antara laboratorium dan lingkungan nyata, keterbatasan generalisasi model, serta persoalan keandalan perangkat keras dalam skala besar. 41
Bukti komersialnya juga perlu dibaca secara hati-hati. Halaman produk dan materi perusahaan menjelaskan kemampuan, penggunaan, dan performa dalam konfigurasi tertentu. Semua itu tidak sama dengan bukti independen bahwa robot telah memiliki otonomi serbaguna atau digunakan secara luas. Pemberitaan independen mengenai bisnis robotika perusahaan menyebut komersialisasinya masih terbatas, meskipun lini produk terkait mengalami pertumbuhan. 36
Urutan operasi yang diajukan Direct Drive cukup sederhana:
Itulah sebabnya robot roda-kaki Direct Drive bukan sekadar alternatif desain sasis. Produk-produk tersebut mencerminkan pandangan tentang dari mana pengembangan embodied AI seharusnya dimulai.
Sebelum robot benar-benar dapat disebut serbaguna, ia harus memiliki kebebasan fisik untuk menghadapi dunia yang ingin dipahaminya. Dalam urutan Direct Drive: selesaikan akses fisik lebih dulu, baru perluas kecerdasan dan cakupan bisnis.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut.
Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut. Pendekatan roda kaki memadukan efisiensi roda untuk bergerak di permukaan mulus dengan kemampuan kaki untuk mengangkat, menyesuaikan postur, menstabilkan tubuh, dan melewati rintangan.
TITA memiliki delapan derajat kebebasan, komputasi AI yang diklaim mencapai 100 TOPS, dukungan ROS 2, serta muatan bergerak 10 kilogram.
Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut. Pendekatan roda kaki memadukan efisiensi roda untuk bergerak di permukaan mulus dengan kemampuan kaki unt...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does Chinese startup Direct Drive argue that the main bottleneck for embodied AI and general-purpose robots is not intelligence but phys. Article summary: Direct Drive’s thesis is that a robot’s first commercial problem is not merely “thinking,” but getting its body into the places where work and data collection occur. If it cannot cross the physical discontinuities of ord. Topic tags: general, documentation, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text,
Robot bisa saja memiliki kemampuan persepsi dan perencanaan yang canggih, tetapi tetap gagal memenuhi syarat paling mendasar dalam penerapan nyata: sampai ke lokasi pekerjaan.
Itulah tesis Direct Drive Tech. Bagi perusahaan ini, akses fisik—bukan kecerdasan semata—menjadi salah satu batas awal embodied AI atau kecerdasan buatan berwujud. Jika robot tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, bagian jalan yang rusak, tanjakan, tangga, atau area berlumpur, robot tersebut tidak bisa bekerja di sana. Lebih jauh lagi, robot juga tidak dapat mengumpulkan data interaksi dunia nyata yang dibutuhkan untuk meningkatkan perilakunya. 34
37
Embodied AI membutuhkan tiga unsur yang saling terkait: tubuh fisik, lingkungan, dan kecerdasan. Tubuh robot berfungsi sebagai penghubung antara dunia digital dan dunia nyata, sehingga kemampuan fisiknya ikut menentukan sejauh mana kecerdasan sistem dapat digunakan. 19
Sebagian besar robot mobilitas dalam ruangan dirancang untuk permukaan yang relatif datar dan dapat diprediksi. Asumsi itu mulai runtuh ketika rute mencakup ambang yang tinggi, trotoar, tangga, tanah lepas, aspal rusak, perubahan kemiringan, atau perpindahan dari dalam gedung ke luar ruangan.
Robot yang berhenti di batas-batas tersebut mungkin tetap bekerja dengan baik di fasilitas yang terstruktur. Namun, robot itu tidak dapat menyelesaikan seluruh tugas—dan tidak bisa memperoleh data dari kondisi tempat kemampuan mobilitasnya justru paling dibutuhkan.
Direct Drive dan sejumlah laporan terkait menyebutnya sebagai masalah wahana pembawa. Persoalannya bukan sekadar menambah kapasitas penyimpanan atau anggaran pelatihan, melainkan menyediakan platform yang mampu mencapai kondisi sulit. Robot yang hanya dapat bergerak di lantai rata tidak akan menghasilkan data pergerakan di tangga atau lumpur selama tetap berada di lantai rata. Simulasi dan video memang dapat membantu prapelatihan, tetapi masih ada kesenjangan antara lingkungan terkendali atau simulasi dan interaksi fisik yang dinamis. 34
45
Karena itu, pendekatan Direct Drive berbeda dari strategi yang mengubah lingkungan agar sesuai dengan robot—misalnya memasang ramp khusus, penanda visual, jalur terbatas, atau infrastruktur lain. Robotnya yang diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan ruang yang sudah dibangun manusia.
Perdebatan roda versus kaki biasanya dipandang sebagai pilihan antara efisiensi dan kemampuan beradaptasi. Direct Drive mencoba menghindari pilihan biner tersebut dengan menggabungkan keduanya dalam satu sistem mobilitas.
NVIDIA menggambarkan TITA dengan prinsip serupa: robot ini menggabungkan kecepatan dan kelincahan mobilitas beroda dengan kemampuan beradaptasi dari kaki, menggunakan persendian direct-drive serta teknologi motor hub. 1
Artinya, robot tidak harus berjalan kaki sepanjang rute. Ia dapat melaju di koridor, menggunakan persendian untuk melewati ambang, menyesuaikan postur di tanjakan, kemudian kembali menggelinding ketika medan memungkinkan. Tujuannya adalah mengurangi jumlah lokasi tempat misi harus berhenti atau lingkungan perlu direnovasi.
Konsep ini bergantung pada kemampuan robot untuk mengubah postur dan gaya secara cepat serta terkontrol. Motor hub direct-drive menyalurkan tenaga langsung ke roda, sedangkan persendian direct-drive atau quasi-direct-drive menyediakan torsi untuk artikulasi dan melewati rintangan. TITA secara khusus disebut menggunakan persendian direct-drive bersama motor hub. 1
7
Dengan mengurangi ketergantungan pada sistem transmisi konvensional, arsitektur ini dapat mendukung kendali torsi yang lebih langsung dan gerakan yang lebih responsif. Namun, direct drive bukan solusi ajaib. Motor, struktur, sistem termal, dan perangkat lunak kendali tetap harus mampu menangani beban tinggi serta benturan berulang.
Dengan kata lain, direct drive bukan pengganti kecerdasan. Teknologi ini merupakan lapisan fisik yang menentukan apakah perintah gerak dari sistem AI dapat dieksekusi secara andal di medan yang tidak rata.
TITA menunjukkan bagaimana lapisan-lapisan tersebut diintegrasikan. Spesifikasi Direct Drive mencantumkan delapan derajat kebebasan, torsi puncak 120 N·m, muatan bergerak 10 kilogram, baterai yang dapat diganti tanpa mematikan sistem, prosesor Jetson Orin NX 16 GB, serta performa AI yang diklaim mencapai 100 TOPS. Platform ini juga mendukung ROS 2 dan berbagai antarmuka perangkat lunak maupun perangkat keras untuk pengembangan. 9
11
32
Paket sensornya mencakup kamera binokular, sensor ultrasonik, dan sensor SPAD untuk membantu robot mendeteksi serta merespons rintangan. 9 Nilai pentingnya bukan terletak pada satu spesifikasi saja, melainkan pada hubungan antara penginderaan, pengambilan keputusan, dan tubuh yang mampu mengubah posisi ketika jalur tidak lagi datar.
Rangkaian produk Direct Drive memperlihatkan perkembangan dari pembuktian konsep roda-kaki menuju platform yang lebih modular dan dapat dikonfigurasi ulang.
Perusahaan memperkenalkan Xingtian sebagai salah satu robot direct-drive dua-roda-kaki komersial awal. Materi perusahaan dan laporan industri menggambarkannya sebagai robot yang memadukan kecepatan roda dengan kemampuan kaki untuk melewati rintangan, serta menyediakan SDK terbuka untuk pengembangan lebih lanjut. 21
Posisinya dalam sejarah produk cukup jelas: Xingtian membuktikan gagasan dasar bahwa bodi roda-kaki berukuran ringkas dapat menjangkau medan yang menyulitkan sasis beroda konvensional, tanpa harus menggunakan gerakan berkaki penuh di sepanjang rute.
TITA, yang diperkenalkan pada 2023, memperluas konsep tersebut menjadi platform bipedal beroda dengan delapan derajat kebebasan. Robot ini menambahkan sistem aktuator dan sensor yang lebih mumpuni, rel pemasangan modular, serta antarmuka yang ditujukan untuk riset dan pengembangan aplikasi.
Spesifikasi yang dipublikasikan mencakup dukungan ROS 2, baterai hot-plug, penghindaran rintangan aktif, tinggi lompatan maksimum 20 sentimeter, dan kecepatan maksimum yang tercantum 3 meter per detik. Kecepatan yang lebih tinggi memerlukan akses melalui API. 9
11
32
TITA diposisikan untuk inspeksi, pengantaran, logistik, pertanian, dan riset. Klaim tersebut merupakan tujuan penggunaan dari perusahaan atau materi produk, bukan bukti bahwa semua aplikasi itu telah terselesaikan secara komersial. Meski demikian, arah pengembangannya menunjukkan ambisi untuk memakai satu basis mobilitas di fasilitas terstruktur maupun rute luar ruang yang lebih sulit diprediksi. 3
21
D1, yang juga disebut D-Infinite dalam sejumlah pemberitaan, mendorong gagasan tersebut lebih jauh. Platform ini dapat beroperasi sebagai unit dua-roda-kaki yang berdiri atau menggabungkan modul menjadi konfigurasi merangkak dengan empat roda-kaki. 2
6
Spesifikasi yang dikutip mencantumkan ketinggian rintangan maksimum 70 sentimeter dan kapasitas muatan hingga 100 kilogram dalam mode merangkak. Konfigurasi berdirinya memiliki muatan maksimum yang tercantum 80 kilogram. 24
Struktur modular ini memungkinkan robot menukar kelincahan dan bentuk yang ringkas dengan stabilitas serta kapasitas angkut, bergantung pada tugas. Konfigurasi berdiri dapat berguna ketika robot membutuhkan profil yang lebih sempit atau akses yang lebih baik di sekitar trotoar dan tangga. Sementara itu, konfigurasi rendah yang tersambung dapat memberikan basis yang lebih stabil untuk membawa beban berat dan melintasi medan kasar.
Gagasan besarnya adalah bahwa robot serbaguna mungkin tidak lahir dari satu bentuk tubuh yang sempurna. Kemampuan umum dapat muncul dari platform yang mampu mengubah susunan fisiknya sesuai pekerjaan.
Arsitektur Direct Drive menjawab kendala yang nyata: robot yang tidak dapat mencapai suatu tempat tidak dapat bekerja atau mengumpulkan data interaksi dari tempat tersebut. Pendekatan roda-kaki menawarkan jalan tengah yang masuk akal antara efisiensi roda dan kemampuan kaki menghadapi medan sulit, sementara aktuator direct-drive menghubungkan rencana gerak tingkat tinggi dengan kendali fisik yang responsif. 1
43
Namun, akses fisik hanyalah gerbang pertama, bukan keseluruhan masalah. Robot tetap memerlukan persepsi yang andal, manipulasi, navigasi, perilaku keselamatan, manajemen energi, biaya perawatan yang masuk akal, serta model yang mampu melakukan generalisasi di tengah kondisi yang berubah.
Analisis pemerintah dan industri juga menyoroti kelangkaan data fisik berkualitas tinggi, sulitnya menggunakan kembali data dari perangkat keras yang berbeda, kesenjangan antara laboratorium dan lingkungan nyata, keterbatasan generalisasi model, serta persoalan keandalan perangkat keras dalam skala besar. 41
Bukti komersialnya juga perlu dibaca secara hati-hati. Halaman produk dan materi perusahaan menjelaskan kemampuan, penggunaan, dan performa dalam konfigurasi tertentu. Semua itu tidak sama dengan bukti independen bahwa robot telah memiliki otonomi serbaguna atau digunakan secara luas. Pemberitaan independen mengenai bisnis robotika perusahaan menyebut komersialisasinya masih terbatas, meskipun lini produk terkait mengalami pertumbuhan. 36
Urutan operasi yang diajukan Direct Drive cukup sederhana:
Itulah sebabnya robot roda-kaki Direct Drive bukan sekadar alternatif desain sasis. Produk-produk tersebut mencerminkan pandangan tentang dari mana pengembangan embodied AI seharusnya dimulai.
Sebelum robot benar-benar dapat disebut serbaguna, ia harus memiliki kebebasan fisik untuk menghadapi dunia yang ingin dipahaminya. Dalam urutan Direct Drive: selesaikan akses fisik lebih dulu, baru perluas kecerdasan dan cakupan bisnis.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut.
Menurut Direct Drive, robot yang tidak mampu melewati trotoar, ambang pintu, jalan rusak, tanjakan, tangga, atau tanah berlumpur tidak dapat bekerja maupun mengumpulkan data interaksi nyata dari lokasi tersebut. Pendekatan roda kaki memadukan efisiensi roda untuk bergerak di permukaan mulus dengan kemampuan kaki untuk mengangkat, menyesuaikan postur, menstabilkan tubuh, dan melewati rintangan.
TITA memiliki delapan derajat kebebasan, komputasi AI yang diklaim mencapai 100 TOPS, dukungan ROS 2, serta muatan bergerak 10 kilogram.