Microsoft memperluas Microsoft Purview agar dapat memantau penggunaan AI pihak ketiga seperti Claude dari Anthropic serta menerapkan kebijakan DLP pada interaksi AI. Fitur OCR baru pada Data Security Investigations memungkinkan deteksi informasi sensitif yang tersembunyi di dalam gambar seperti tangkapan layar atau...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How do Microsoft’s May 21, 2026 security updates expand enterprise AI governance—specifically the extension of Microsoft Purview to monitor. Article summary: Microsoft’s May 21, 2026 updates broaden AI governance in four practical ways: they extend Purview’s controls to more third-party AI activity, improve investigations of non-text data, make DSPM a more operational control. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Agent 365 May 2026 Update: Microsoft expands Enterprise AI governance. Microsoft continues to advance its vision for enterprise AI management with a major update to Agent 365 in" source context "Agent 365 May 2026 Update :AI Governance และ Security" Reference image 2: visual subject "# Governing AI Shadow IT with the Microsoft
Adopsi AI di perusahaan meningkat sangat cepat—namun risikonya juga ikut bertambah. Mulai dari kebocoran data melalui prompt, penggunaan "shadow AI" di luar pengawasan TI, hingga agen AI otonom yang menjalankan tugas tanpa kontrol yang jelas.
Melalui pembaruan keamanan pada 21 Mei 2026, Microsoft memperkenalkan sejumlah kemampuan baru untuk memperkuat tata kelola AI di lingkungan perusahaan. Pembaruan ini memperluas fungsi Microsoft Purview, meningkatkan investigasi keamanan dengan OCR, menghadirkan observabilitas AI melalui Data Security Posture Management (DSPM), serta memperkenalkan Windows 365 for Agents sebagai lingkungan eksekusi terkelola untuk agen AI.
Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan: dari sekadar memantau aplikasi Microsoft menjadi mengelola seluruh ekosistem AI—termasuk alat pihak ketiga, data yang digunakan AI, dan agen otonom yang menjalankannya.
Salah satu perubahan penting adalah perluasan visibilitas Microsoft Purview ke aplikasi AI eksternal, termasuk Claude dari Anthropic. Tim keamanan dan kepatuhan kini dapat mendeteksi serta menyelidiki penggunaan Claude bersama aplikasi cloud lain yang digunakan di organisasi.
Sebelumnya, tata kelola AI perusahaan cenderung fokus pada layanan internal seperti Microsoft 365 Copilot. Dengan pembaruan ini, pengawasan dapat mencakup ekosistem AI yang lebih luas.
Purview menggunakan kemampuan network data security untuk memantau lalu lintas web dan aliran data, lalu mengklasifikasikan serta menerapkan perlindungan yang sesuai. Kebijakan Data Loss Prevention (DLP) yang sudah ada dapat digunakan untuk memeriksa data yang dikirim ke layanan AI generatif—misalnya melalui prompt, unggahan file, atau respons model.
Pendekatan ini membantu perusahaan mengubah penggunaan AI eksternal dari aktivitas "shadow AI" yang tidak terkelola menjadi aktivitas yang dipantau dan diatur oleh kebijakan keamanan.
Salah satu celah dalam investigasi keamanan selama ini adalah informasi sensitif yang tersembunyi di dalam gambar.
Microsoft kini menambahkan Optical Character Recognition (OCR) ke dalam Data Security Investigations di Purview. Teknologi ini memungkinkan sistem membaca teks yang terdapat dalam tangkapan layar, foto dokumen, atau file gambar lainnya.
Hal ini penting karena banyak kebocoran data terjadi bukan melalui teks biasa, melainkan melalui:
Dengan OCR, Purview dapat mengekstrak teks dari gambar dan kemudian menerapkan kebijakan perlindungan yang sama seperti pada dokumen teks biasa. Setelah fitur ini diaktifkan, kontrol keamanan seperti DLP dan kebijakan insider risk dapat memeriksa konten gambar di berbagai layanan termasuk Exchange, SharePoint, OneDrive, Teams, dan perangkat endpoint.
Bagi tim respons insiden, kemampuan ini mengurangi titik buta besar dalam investigasi kebocoran data.
Microsoft juga menempatkan Data Security Posture Management (DSPM) sebagai lapisan penting dalam tata kelola AI modern.
DSPM memberikan visibilitas terpadu terhadap risiko data sensitif di seluruh lingkungan digital organisasi—mulai dari aplikasi tradisional hingga sistem AI dan agen otonom. Platform ini menggabungkan sinyal dari berbagai kontrol keamanan untuk membantu mengidentifikasi kerentanan dan potensi paparan data.
Dalam konteks AI, DSPM memperluas pemantauan ke berbagai sistem seperti:
DSPM untuk AI memusatkan wawasan tentang aktivitas AI—termasuk interaksi prompt, perilaku agen, serta potensi risiko berbagi data sensitif. Hal ini memudahkan tim keamanan menemukan penggunaan AI yang tidak terdaftar dan memahami bagaimana sistem AI mengakses data internal.
Integrasi dengan Microsoft Security Copilot juga memungkinkan analis keamanan menelusuri risiko menggunakan prompt bahasa alami, sehingga proses investigasi dapat berlangsung lebih cepat.
Tata kelola AI tidak hanya soal memantau penggunaan—tetapi juga mengontrol di mana dan bagaimana agen AI dijalankan.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Microsoft memperkenalkan Windows 365 for Agents, sebuah lingkungan runtime terkelola yang dirancang khusus untuk menjalankan beban kerja agen AI. Platform ini memberikan kontrol keamanan dan kebijakan perusahaan terhadap operasi agen.
Inisiatif ini juga terkait dengan konsep Agent 365, yaitu control plane yang memungkinkan organisasi mengamati, mengamankan, dan mengelola agen AI dalam skala besar di seluruh infrastruktur mereka.
Dengan pendekatan ini, eksekusi agen AI dapat berada di bawah kerangka tata kelola yang sama dengan identitas pengguna, perangkat endpoint, dan beban kerja cloud.
Jika digabungkan, pembaruan Microsoft pada Mei 2026 memperluas tata kelola AI perusahaan ke empat lapisan utama:
Implikasinya cukup besar. Tata kelola AI tidak lagi sekadar mengawasi aplikasi tertentu, tetapi mencakup prompt, aliran data, perilaku agen, serta infrastruktur tempat AI berjalan—baik dari Microsoft maupun pihak ketiga.
Pembaruan ini menunjukkan arah baru keamanan perusahaan di era AI: kontrol menyeluruh atas bagaimana AI digunakan, bagaimana data mengalir melalui sistem AI, dan bagaimana agen otonom dijalankan di dalam organisasi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Microsoft memperluas Microsoft Purview agar dapat memantau penggunaan AI pihak ketiga seperti Claude dari Anthropic serta menerapkan kebijakan DLP pada interaksi AI.
Microsoft memperluas Microsoft Purview agar dapat memantau penggunaan AI pihak ketiga seperti Claude dari Anthropic serta menerapkan kebijakan DLP pada interaksi AI. Fitur OCR baru pada Data Security Investigations memungkinkan deteksi informasi sensitif yang tersembunyi di dalam gambar seperti tangkapan layar atau dokumen hasil scan.
DSPM untuk AI dan Windows 365 for Agents menghadirkan visibilitas risiko data serta lingkungan eksekusi yang lebih terkontrol untuk agen AI di perusahaan.