Loongson telah mengirim lebih dari 1 juta unit CPU desktop 3A6000, menandai peralihan chip domestik China dari tahap eksperimen ke penggunaan komersial nyata. Pendiri SMIC Richard Chang menilai chip mature‑node dan segmen khusus lebih strategis daripada mengejar teknologi 2nm atau 3nm.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How do Loongson’s shipment of more than 1 million 3A6000 desktop CPUs and Richard Chang’s call to prioritise mature-node and specialty chips. Article summary: Loongson’s 1 million-plus 3A6000 shipments and Richard Chang’s mature-node argument point to the same Chinese strategy: build “good enough,” locally controlled chip capacity first, then expand into government, enterprise. Topic tags: general, general web, government, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "4 days ago - China’s homegrown CPU effort just reached a new milestone, with Loongson Technology saying it has shipped over one million of its flagship 3A6000 desktop processors ." source context "China’s Loongson Hits 1M CPU Shipments in Push for Homegrown Chips" Reference image 2: visual subject "#
Selama bertahun‑tahun, ambisi semikonduktor China sering digambarkan sebagai perlombaan mengejar teknologi paling canggih di dunia—seperti proses 3nm atau bahkan 2nm. Namun perkembangan terbaru menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis.
Dua peristiwa penting menggambarkan perubahan ini: perusahaan chip China Loongson berhasil mengirim lebih dari 1 juta unit prosesor desktop 3A6000, dan pendiri SMIC Richard Chang menyarankan industri untuk lebih fokus pada chip mature‑node dan segmen khusus daripada sekadar mengejar node paling kecil.
Bersama‑sama, keduanya mencerminkan strategi baru: membangun kapasitas domestik yang cukup kuat dan mandiri, bahkan jika teknologi tersebut belum memimpin dunia.
Prosesor Loongson 3A6000 diluncurkan pada November 2023 dan telah melampaui 1 juta unit pengiriman, sebagian besar digunakan dalam program penggantian teknologi pemerintah China yang dikenal sebagai XinChuang. Program ini mendorong instansi pemerintah dan sektor penting untuk mengganti perangkat keras serta perangkat lunak asing dengan solusi lokal.
Tonggak ini penting bukan hanya karena angka penjualannya, tetapi karena menandai perubahan besar: chip CPU buatan China mulai bergerak dari proyek percobaan menuju implementasi komersial yang lebih luas di lembaga dan perusahaan.
Secara teknis, 3A6000 adalah CPU quad‑core dengan arsitektur instruksi LoongArch, yang dikembangkan secara independen tanpa bergantung pada arsitektur CPU asing.
Chip ini diperkirakan diproduksi menggunakan proses manufaktur 12nm FinFET milik SMIC, memperlihatkan upaya China untuk memanfaatkan kemampuan fabrikasi dalam negeri.
Walau performanya belum sepenuhnya menandingi prosesor terbaru dari Intel atau AMD, distribusi dalam skala besar memberi beberapa keuntungan strategis:
Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada platform komputasi asing.
Di saat yang hampir bersamaan, Richard Chang, pendiri perusahaan foundry terbesar China, SMIC, mengingatkan bahwa industri semikonduktor China tidak perlu terlalu terobsesi mengejar node seperti 2nm atau 3nm.
Menurutnya, chip mature‑node dan pasar semikonduktor khusus justru memiliki nilai strategis lebih besar, terutama untuk keamanan rantai pasokan.
Alasannya sederhana: sebagian besar permintaan chip global sebenarnya tidak berada di teknologi paling mutakhir. Banyak sektor—seperti otomotif, sistem industri, perangkat komunikasi, sensor, dan manajemen daya—menggunakan proses manufaktur yang lebih matang.
Karena itu, memperkuat kapasitas di area tersebut bisa memberi dampak ekonomi dan industri yang jauh lebih besar.
Faktor geopolitik juga berperan besar.
Sejak 2022, Amerika Serikat dan sekutunya menerapkan kontrol ekspor terhadap chip canggih dan peralatan produksi semikonduktor yang ditujukan untuk membatasi kemampuan China dalam AI dan komputasi berperforma tinggi.
Analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan bahwa kebijakan ini memang membatasi akses China ke teknologi paling maju, tetapi pada saat yang sama mempercepat dorongan Beijing untuk membangun industri semikonduktor mandiri.
Sebagai respons, China tampaknya menerapkan strategi berlapis:
Keberhasilan Loongson 3A6000 menjadi bagian dari pendekatan ini.
Selama bertahun‑tahun, China sangat bergantung pada chip asing—terutama dari Intel, AMD, dan Nvidia—untuk desktop, server, dan akselerator AI.
Menggunakan CPU domestik di komputer pemerintah dan institusi negara dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut. Untuk banyak pekerjaan seperti aplikasi kantor, sistem administrasi, atau komputasi perusahaan, performa setara dengan chip generasi lama sudah cukup memadai.
Dalam bidang AI dan pusat data, prosesor lokal memang belum sepenuhnya menggantikan GPU kelas atas Nvidia. Namun kombinasi CPU domestik, akselerator lokal, serta inovasi sistem masih dapat mendukung berbagai aplikasi AI regional—terutama di sektor pemerintahan dan industri—yang tidak selalu membutuhkan performa paling ekstrem.
Dengan kata lain, substitusi teknologi ini berlangsung bertahap, bukan instan.
Target jangka panjang China bukan sekadar menciptakan satu chip kompetitif, melainkan membangun seluruh ekosistem semikonduktor domestik, mulai dari:
Sebagai contoh, China juga berupaya meningkatkan produksi bahan baku utama seperti wafer silikon, dengan target lebih dari 70% wafer yang digunakan produsen chip domestik berasal dari dalam negeri.
Upaya‑upaya ini bertujuan mengurangi risiko sistemik jika akses ke pemasok luar negeri terganggu.
Jika dilihat secara keseluruhan, tonggak Loongson dan pernyataan Richard Chang mencerminkan perubahan fokus dalam strategi chip China.
Alih‑alih mendefinisikan keberhasilan hanya melalui teknologi transistor paling kecil, China kini tampaknya memprioritaskan kapasitas produksi domestik yang besar dan dapat diandalkan di seluruh rantai nilai semikonduktor.
Pendekatan ini menempatkan ketahanan industri sebagai prioritas utama—memastikan negara dapat memproduksi chip yang dibutuhkan untuk sistem pemerintahan, infrastruktur, kendaraan, dan komputasi sehari‑hari bahkan di tengah tekanan geopolitik.
Memimpin teknologi node paling canggih mungkin tetap menjadi tujuan jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, targetnya lebih sederhana: memastikan China mampu mendesain, memproduksi, dan menggunakan chipnya sendiri dalam skala besar.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Loongson telah mengirim lebih dari 1 juta unit CPU desktop 3A6000, menandai peralihan chip domestik China dari tahap eksperimen ke penggunaan komersial nyata.
Loongson telah mengirim lebih dari 1 juta unit CPU desktop 3A6000, menandai peralihan chip domestik China dari tahap eksperimen ke penggunaan komersial nyata. Pendiri SMIC Richard Chang menilai chip mature‑node dan segmen khusus lebih strategis daripada mengejar teknologi 2nm atau 3nm.
Strategi ini bertujuan memperkuat kemandirian teknologi, mengurangi ketergantungan pada Intel, AMD, dan Nvidia, serta membangun ekosistem semikonduktor domestik.