Didirikan di Singapura pada 1971, Tollyjoy tumbuh dari pabrik dengan sekitar 100 pekerja menjadi merek perlengkapan ibu dan bayi yang menjangkau pasar regional. Tollyjoy mengumumkan penghentian bertahap setelah 55 tahun.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 SolGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Tollyjoy grow from a roughly 100-worker Singapore factory founded by Tan Khung Ngee and Tan Hong Keow in 1971 into a regional mother. Article summary: Tollyjoy grew by moving beyond its Singapore factory: it developed a broader mother-and-baby product range, expanded into Malaysia and used lower-cost outsourced production while trying to preserve quality and affordabil. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Perjalanan Tollyjoy bukan sekadar kisah sebuah pabrik yang membesar. Perusahaan keluarga ini beralih dari memproduksi barang bayi di Singapura menjadi mengelola beragam produk untuk pasar regional. Ketika biaya produksi meningkat, produksi massalnya dialihkan ke pemasok luar. Kini, setelah 55 tahun, Tollyjoy bersiap mengakhiri mereknya—tetapi perusahaan mengatakan keputusan itu bukan akibat masalah keuangan. 2
14
5
Tan Khung Ngee dan istrinya, Tan Hong Keow, mendirikan Tollyjoy di Singapura pada 1971. Operasi manufakturnya semula mempekerjakan sekitar 100 orang. Seiring waktu, bisnis itu berkembang menjadi merek perlengkapan ibu dan bayi yang menjual ratusan produk di kawasan, dengan nama Tollyjoy dan Little Precious. 2
16
Produknya tidak terbatas pada botol susu: ada pula perlengkapan kebersihan bayi, pakaian, kebutuhan tidur, serta produk untuk ibu. Dalam wawancara pada 2016, CEO Tan Wee Keng menekankan kualitas, daya tahan, dan harga yang sepadan dengan manfaatnya. Saat itu, jumlah produknya disebut melebihi 250; angka tersebut menggambarkan kondisi pada 2016, bukan jumlah produk saat merek ini ditutup. 8
15
Ketika manufaktur di Singapura semakin mahal, Tollyjoy mengalihkan produksi massal kepada pemasok dengan biaya lebih rendah. Menurut Wee Keng, cara itu membantu menjaga harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus memberi ruang untuk menghentikan produk yang kurang laku. Bisnisnya pun meluas ke luar Singapura, termasuk Malaysia. 14
2
Peralihan kepemimpinan tidak mudah. Wee Keng semula ingin belajar kedokteran, tetapi mengambil alih bisnis setelah ayahnya meninggal. Ia kemudian mengenang masalah serius pada model bisnis Tollyjoy di Malaysia: pelanggan pergi, pendapatan merosot, dan operasinya merugi besar. Setelah itu, ia berhasil menstabilkan bisnis serta memperluas jangkauannya di kawasan. 2
14
Dalam unggahan Facebook bertanggal 15 September 2026, Tollyjoy menyatakan sedang mengakhiri mereknya secara bertahap dan akan segera berpamitan setelah 55 tahun. Situsnya menawarkan produk dengan harga perpisahan selama persediaan masih ada. 8
13
Wee Keng mengatakan keluarga telah mempertimbangkan masa depan bisnis dan bahwa keputusan tersebut tidak didorong pertimbangan keuangan. Perusahaan tidak mengungkap alasan yang lebih spesifik ataupun tanggal penutupan akhir. Dalam pembaruan pada September 2026, Tollyjoy menyebut produknya sudah tidak dijual di Singapura, meski sebagian masih tersedia di Malaysia. Dengan demikian, kesulitan lama di Malaysia adalah bagian dari sejarah pertumbuhannya, bukan alasan penutupan yang telah terbukti. 5
6
14
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Didirikan di Singapura pada 1971, Tollyjoy tumbuh dari pabrik dengan sekitar 100 pekerja menjadi merek perlengkapan ibu dan bayi yang menjangkau pasar regional.
Didirikan di Singapura pada 1971, Tollyjoy tumbuh dari pabrik dengan sekitar 100 pekerja menjadi merek perlengkapan ibu dan bayi yang menjangkau pasar regional. Tollyjoy mengumumkan penghentian bertahap setelah 55 tahun. CEO nya mengatakan keputusan itu tidak didorong pertimbangan keuangan; perusahaan belum menetapkan tanggal penutupan akhir.