Harga minyak melemah pada awal perdagangan Asia, Senin, 2 November 2026. Pasar merespons perundingan hari ketiga berturut-turut antara pejabat Iran dan Qatar yang bertujuan mendorong kesepakatan untuk mengakhiri perang AS–Israel terhadap Iran.
Minyak mentah Brent turun US$1,59 atau 1,4% menjadi US$111,84 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, turun US$1,56 atau 1,5% ke US$102,56 per barel.
1
3
Namun, angka tersebut adalah gambaran pada awal sesi. Laporan yang terbit kemudian mencatat harga turun lebih jauh pada hari yang sama, sehingga kutipan harga pada waktu berbeda tidak perlu dianggap sebagai angka yang saling bertentangan.
7
16
Harapan diplomasi menekan harga
Harga minyak dipengaruhi bukan hanya oleh jumlah pasokan saat ini, tetapi juga oleh risiko konflik mengganggu produksi dan jalur pengiriman. Berlanjutnya perundingan memberi sebagian pelaku pasar harapan bahwa gangguan lebih lanjut mungkin bisa dihindari. Laporan lain juga mengaitkan penurunan harga dengan kabar bahwa Presiden AS Donald Trump ingin memberi diplomasi lebih banyak waktu sebelum mempertimbangkan serangan baru.
4
27
Penurunan itu terjadi setelah harga menguat pada pekan sebelumnya. Brent menutup Oktober pada level tertinggi dalam enam bulan, di tengah kekhawatiran konflik dapat meningkat. Setelah reli tersebut, meredanya kekhawatiran jangka pendek turut membuka ruang bagi harga untuk terkoreksi.
12
Risiko pasokan belum hilang
Perundingan masih bertujuan mencapai kesepakatan; laporan awal belum menunjukkan bahwa kesepakatan sudah tercapai. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga tetap membayangi pengiriman dan pasokan energi.
7
14
OPEC+, kelompok negara pengekspor minyak dan sekutunya, dilaporkan mempertahankan target produksi untuk Desember. Keputusan kebijakan produksi itu tidak dengan sendirinya berarti pengiriman yang terganggu telah pulih.
14
Penurunan harga bukan tanda krisis selesai
Pergerakan awal 2 November paling tepat dibaca sebagai penyesuaian terhadap risiko jangka pendek: pasar menyambut peluang kemajuan diplomasi, sementara ketidakpastian mengenai konflik dan arus minyak fisik masih ada.
3
7
Agar penurunan harga bertahan, pasar perlu melihat bukti yang lebih jelas bahwa risiko eskalasi dan gangguan pasokan benar-benar mereda. Perundingan saja belum cukup untuk memastikan hal tersebut.