Film tersebut menembus US$500 juta di box office global dalam beberapa pekan setelah dirilis pada April. Pada perkembangan berikutnya, Michael menjadi biopik pertama yang melewati US$1 miliar secara global .
Dampaknya segera terlihat pada konsumsi musik Michael Jackson. Dalam sepekan setelah film tayang, katalog solo Jackson mencatat 137,5 juta streaming berdasarkan permintaan di Amerika Serikat, meningkat 146% . Album Thriller dan Bad juga kembali masuk 10 besar proyek musik rekaman terlaris pada kuartal tersebut . Sony secara khusus menyebut kedua album itu sebagai bagian dari proyek musik rekaman dengan performa terbaiknya .
Kenaikan ini memperlihatkan bagaimana film biografi musik dapat menghidupkan kembali katalog lama: penonton yang baru mengenal sang artis terdorong untuk mendengarkan lagu-lagu ikonisnya, sementara penggemar lama kembali membuka koleksi musik tersebut.
Michael Jackson memang menjadi sorotan utama, tetapi pertumbuhan Sony Music tidak hanya bergantung pada satu artis. Ella Langley dan Bad Bunny juga termasuk nama dengan penjualan terbaik selama kuartal itu .
Kinerja positif terlihat di berbagai sumber pendapatan:
Laba operasional Sony Music naik 14% menjadi ¥105,9 miliar, atau sekitar US$664,78 juta. Perusahaan juga menaikkan proyeksi setahun penuh untuk segmen Music .
Situasinya berbeda di Sony Pictures Entertainment. Pendapatan segmen ini turun 13% secara tahunan menjadi US$1,98 miliar . Periode tersebut tidak memiliki kedalaman jajaran film blockbuster seperti kuartal pembanding, yang sebelumnya masih mendapat manfaat dari jadwal rilis setelah mogok kerja Hollywood .
Meski pendapatan turun, laba operasional Sony Pictures justru naik 21% menjadi US$154 juta . Salah satu alasannya adalah kuartal tahun sebelumnya terbebani biaya yang berkaitan dengan mogok kerja, sehingga perbandingan tahunan kali ini terlihat lebih menguntungkan.
Biopik Michael sendiri merupakan rilisan teatrikal Sony Pictures di sejumlah pasar dan ikut menyumbang pendapatan box office. Namun, kontribusi film tersebut belum cukup untuk mengimbangi lemahnya jajaran film Sony Pictures secara keseluruhan .
Secara konsolidasi, Sony mencatat laba operasional kuartal pertama rekor dan melampaui perkiraan analis .
| Metrik | Q1 Fiskal 2026 | Perubahan tahunan |
|---|---|---|
| Penjualan grup | ¥2.837,8 miliar (US$17,8 miliar) | +8% |
| Laba operasional | ¥476,5 miliar (US$2,97 miliar) | +40% |
| Laba bersih yang dapat diatribusikan | ¥342,2 miliar | +32% |
| Marjin operasional | 16,8% | +3,8 poin persentase |
Sumber: Sony Group, Q1 FY2026 Consolidated Financial Results
Lonjakan laba grup sebenarnya lebih banyak dipimpin Gaming & Network Services serta Image Sensors, bukan Music semata . Laba operasional bisnis gim naik 37% menjadi ¥202 miliar, didukung pengembalian tarif Amerika Serikat dan pergerakan nilai tukar yang menguntungkan .
Sementara itu, penjualan segmen Imaging & Sensing Solutions naik 26% menjadi ¥512,7 miliar. Laba operasionalnya melonjak 125% menjadi ¥122,2 miliar .
Sony Music menjadi bintang pertumbuhan pendapatan pada kuartal ini: kenaikan 22%-nya jauh melampaui pertumbuhan penjualan grup sebesar 8%. Kesuksesan Michael menghidupkan kembali permintaan terhadap katalog Michael Jackson, terutama Thriller dan Bad, tetapi performa Ella Langley, Bad Bunny, streaming, vinil, acara langsung, dan merchandise juga membuat pertumbuhan tersebut lebih luas.
Sony Pictures mengalami kuartal yang lebih lesu dari sisi pendapatan, meski efisiensi dan basis perbandingan yang lebih rendah membuat laba operasionalnya meningkat. Secara keseluruhan, Sony menutup kuartal pertama fiskal 2026 dengan rekor laba operasional yang terutama ditopang gim dan sensor gambar, sementara Music menjadi mesin pertumbuhan kedua yang sangat menonjol .