Sedikitnya 28 orang tewas setelah drone menyerang area pasar yang ramai di Ghubaysh, Kordofan Barat, pada Mei 2026. Saksi mengatakan drone menghantam restoran yang penuh pengunjung di dalam pasar, menyebabkan korban sipil yang besar.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did the drone strike on Ghabesh market in Sudan’s West Kordofan kill at least 28 people, how does it fit into the wider pattern of escal. Article summary: The Ghubaysh/Ghabesh market strike appears to have killed civilians because a drone hit a crowded market area in West Kordofan, reportedly striking near or at a busy restaurant, killing at least 28 people and injuring ab. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Drone attack on Sudan market kills 28. ## Two witnesses told AFP the drone hit a crowded restaurant at the town's main market, attributing the attack to the army. A drone attack" source context "Drone attack on Sudan market kills 28 | The Witness" Reference image 2: visual subject "CAIRO — Strikes on a market in central Sudan’
Sebuah serangan drone di pasar yang ramai di kota Ghubaysh (juga ditulis Ghabesh), wilayah Kordofan Barat, Sudan, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam perang yang telah melanda Sudan sejak 2023 — dan menunjukkan bagaimana perang drone kini menjadi bagian utama dari konflik tersebut.
Serangan terjadi saat pasar sedang ramai, ketika warga berkumpul untuk berbelanja dan makan. Kota Ghubaysh diketahui berada di wilayah yang dikendalikan oleh Rapid Support Forces (RSF), kelompok paramiliter yang sedang berperang melawan tentara nasional Sudan.
Sumber medis dan saksi mata melaporkan bahwa 28 orang tewas dan sekitar 23 lainnya terluka, dengan para korban dibawa ke rumah sakit setempat.
Menurut dua saksi, drone tersebut menghantam restoran yang penuh pengunjung di dalam area pasar utama, yang kemungkinan menjelaskan tingginya jumlah korban. Ada juga laporan bahwa drone pertama kali mengenai sebuah kendaraan yang terkait dengan RSF sebelum ledakan menghantam area restoran.
Kelompok pemantau pelanggaran HAM lokal Emergency Lawyers melaporkan jumlah korban yang sama dan menuduh Sudanese Armed Forces (SAF) sebagai pihak yang melakukan serangan. Namun pihak militer biasanya membantah menargetkan warga sipil, sehingga tanggung jawab pasti atas serangan ini masih diperdebatkan sampai ada verifikasi independen.
Serangan di Ghubaysh bukan kejadian tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone meningkat tajam di wilayah Kordofan dan Darfur, yang menjadi salah satu garis depan utama perang.
Beberapa insiden sebelumnya menunjukkan pola serupa:
Pola ini menunjukkan bahwa pasar, jalan utama, dan titik pertemuan warga sipil semakin sering menjadi lokasi serangan ketika pertempuran meningkat di wilayah yang diperebutkan.
Salah satu alasan utamanya adalah kemampuan drone untuk menyerang target dari jarak jauh tanpa menempatkan pasukan di garis depan, memungkinkan kedua pihak melakukan serangan jauh di belakang wilayah musuh.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa konflik Sudan kini memasuki fase yang lebih berbahaya karena penyebaran penggunaan drone bersenjata.
Menurut kantor HAM PBB, lebih dari 80% kematian warga sipil yang tercatat pada empat bulan pertama tahun 2026 disebabkan oleh serangan drone, dengan sedikitnya 880 orang tewas selama periode tersebut.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk menyebut tren ini sangat mengkhawatirkan dan mengatakan bahwa drone kini telah menjadi “penyebab utama kematian warga sipil” dalam perang Sudan.
PBB juga memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan drone dapat memperparah konflik dan meningkatkan risiko bagi warga sipil, terutama di lokasi padat seperti pasar.
Di wilayah yang dilanda perang di Sudan, pasar sering kali menjadi pusat aktivitas sehari-hari dan biasanya berada dekat jalur transportasi atau titik pemeriksaan informal.
Jika kendaraan militer, pejuang, atau logistik berada di sekitar area tersebut, lokasi ini dapat dengan cepat berubah menjadi target serangan udara.
Dalam beberapa kasus, laporan menunjukkan bahwa drone sebenarnya menargetkan kendaraan atau kombatan di dekat pasar, tetapi ledakan kemudian menimbulkan korban besar di area sipil yang padat.
Karena drone dapat menyerang dengan cepat dan dari jarak jauh, teknologi ini juga memungkinkan pihak bertikai menyerang wilayah yang sepenuhnya dikuasai lawan, termasuk kota-kota yang jauh dari garis depan pertempuran darat.
Latar belakang tragedi ini adalah perang antara Sudanese Armed Forces (SAF) dan Rapid Support Forces (RSF) yang pecah pada April 2023 setelah konflik kekuasaan antara kedua kelompok tersebut.
Kini konflik telah memasuki tahun keempat, dan banyak analis menilai peluang penyelesaian cepat masih kecil. Upaya diplomatik internasional sejauh ini belum berhasil mengubah dinamika perang di lapangan.
Serangan mematikan di pasar Ghubaysh mencerminkan beberapa realitas penting dalam perang Sudan saat ini:
Bagi warga sipil Sudan, perubahan taktik perang ini berarti ancaman tidak lagi terbatas pada medan tempur. Tempat sehari‑hari seperti pasar, jalan, dan lingkungan tempat tinggal kini bisa menjadi lokasi serangan mematikan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Sedikitnya 28 orang tewas setelah drone menyerang area pasar yang ramai di Ghubaysh, Kordofan Barat, pada Mei 2026.
Sedikitnya 28 orang tewas setelah drone menyerang area pasar yang ramai di Ghubaysh, Kordofan Barat, pada Mei 2026. Saksi mengatakan drone menghantam restoran yang penuh pengunjung di dalam pasar, menyebabkan korban sipil yang besar.
Serangan ini mencerminkan tren meningkatnya penggunaan drone di Kordofan dan Darfur saat perang antara tentara Sudan dan RSF memasuki tahun keempat.