Singapura berhasil mengatasi hambatan ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar, tetapi belum bisa menganggap risiko gangguan pasokan energi telah berlalu. Seusai berkunjung ke Qatar dan Kanada, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan pada 19 September 2026 mengatakan negaranya perlu bersiap menghadapi gangguan lebih lanjut dari Timur Tengah. Langkahnya bukan meninggalkan Qatar, melainkan menjaga kemitraan itu sambil memperluas pilihan pasokan.
8
11
Mengapa Selat Hormuz menjadi perhatian
Qatar adalah mitra penting dan salah satu sumber utama LNG Singapura. Menurut Balakrishnan, penutupan Selat Hormuz menjadi hambatan besar bagi ekspor LNG Qatar ke Singapura. Pasokan dari sumber lain yang sudah lebih beragam memungkinkan Singapura mengatasi gangguan tersebut, tetapi tidak menghapus kebutuhan untuk bersiap menghadapi guncangan berikutnya.
8
Laporan lain juga menyebut gangguan di sekitar Bab el-Mandeb sebagai risiko bagi pelayaran. Namun, dalam petikan wawancara resmi yang tersedia, penjelasan Balakrishnan paling jelas merujuk pada Selat Hormuz dan ekspor LNG Qatar. Ia mengatakan Singapura dan Qatar tetap menekankan pentingnya kebebasan navigasi serta telah membahas gagasan awal untuk memperkuat ketahanan pasokan.
7
8
Kanada sebagai pilihan tambahan, bukan pemasok yang sudah pasti
Kunjungan ke Qatar juga merupakan bentuk solidaritas. Pada saat yang sama, Singapura melihat Kanada sebagai calon sumber energi dan pangan. Itu berarti membuka opsi baru, bukan mengganti Qatar atau mengumumkan bahwa impor dari Kanada telah disepakati.
8
11
Di Kanada, Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Anita Anand menandatangani pernyataan bersama mengenai niat membentuk kerangka kemitraan ekonomi Singapura–Kanada. Agenda yang diusulkan mencakup ketahanan energi dan pangan, rantai pasok, investasi, serta teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi kuantum. Pernyataan tersebut menetapkan arah kerja sama, tetapi tidak dengan sendirinya menghasilkan pengiriman bahan bakar baru.
2
3
4
Kedua menteri juga menegaskan kembali komitmen untuk segera menuntaskan perundingan perjanjian perdagangan bebas ASEAN–Kanada. Perundingan itu belum diumumkan selesai. Kanada menggambarkan kerja sama yang lebih luas ini sebagai upaya mendukung diversifikasi ekonomi dan perdagangan terbuka berbasis aturan; pernyataan resmi yang tersedia tidak secara khusus menyebut pengalihan perdagangan dari Amerika Serikat.
3
4