Bursa saham Eropa kehilangan tenaga pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah tiga sesi berturut-turut menguat. STOXX Europe 600 turun sekitar 1%, sedangkan sektor perbankan merosot 3,3% saat penutupan dan sempat jatuh hingga 4% pada perdagangan intrahari. Tekanan datang ketika imbal hasil obligasi pemerintah naik dan harga minyak menguat, memicu kekhawatiran tentang inflasi, suku bunga, serta kondisi keuangan negara-negara di kawasan itu.
19
17
Mengapa kenaikan imbal hasil dan harga minyak membebani pasar?
Aksi jual obligasi kembali mendorong imbal hasil pemerintah naik. Pada saat yang sama, minyak Brent menembus US$101 per barel. Laporan pasar mengaitkan kenaikan minyak dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Energi yang lebih mahal dapat menambah tekanan inflasi, sementara imbal hasil yang naik membuat biaya pinjaman lebih tinggi dan mendorong investor menilai ulang prospek suku bunga serta pendapatan perusahaan.
20
28
49
Prancis menjadi salah satu sumber kekhawatiran tersendiri. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun naik melewati 4,86%, seiring perhatian investor tertuju pada kondisi fiskal dan ketidakpastian politik negara itu.
23
27 Laporan pada hari tersebut menunjukkan tekanan-tekanan ini muncul bersamaan, tetapi tidak membuktikan bahwa satu faktor saja menjadi penyebab tunggal penurunan pasar Eropa.
Mengapa saham bank terpukul lebih dalam?
Sektor perbankan Eropa turun 3,3% pada penutupan, setelah sempat melemah hingga 4% sepanjang hari. Menurut Bloomberg, Société Générale dan Deutsche Bank termasuk bank yang sahamnya turun lebih dari 5%.
19
17
Suku bunga yang lebih tinggi kadang dapat membantu bank memperoleh pendapatan lebih besar dari pinjaman baru. Namun, jika imbal hasil pasar naik dengan cepat, nilai pasar obligasi berbunga tetap yang sudah dimiliki bank dapat turun. Spread yang melebar antara obligasi pemerintah negara-negara Eropa juga dapat menambah kekhawatiran mengenai kondisi pendanaan dan risiko kredit.
Dengan kata lain, potensi pendapatan dari pinjaman baru belum tentu cukup untuk meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko tersebut. Laporan hari itu mencatat tekanan pada suku bunga, pelebaran spread, dan kekhawatiran inflasi akibat harga minyak, tetapi tidak merinci besarnya kerugian yang belum direalisasikan pada portofolio obligasi masing-masing bank.
20
Penurunan Spanyol mencerminkan tekanan yang lebih luas
IBEX 35, indeks utama bursa Spanyol, turun 1,68% ke 19.118 poin dan mengakhiri tren kenaikan selama tiga sesi. Brent ditutup pada sesi Eropa di US$101,65 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun naik menjadi 4,107%, dari 4,07% pada penutupan Selasa.
49
50
Di Madrid, saham sejumlah bank ikut melemah: CaixaBank turun 3,52%, BBVA 3,50%, dan Unicaja 3,42%. Penurunan juga terjadi di bursa-bursa besar lain. FTSE MIB Milan turun 2,62%, DAX Frankfurt 1,53%, CAC 40 Paris 1,44%, dan FTSE 100 London 0,89%.
18
52
Biaya pinjaman Prancis dan sikap ECB
Gubernur Bank of France Emmanuel Moulin menyebut situasi pasar obligasi Prancis rumit dan serius, tetapi mengatakan kondisi saat itu belum mengharuskan intervensi Bank Sentral Eropa (ECB). Ia menegaskan bahwa mandat ECB adalah memerangi inflasi, bukan menyelesaikan persoalan anggaran negara, dan menunjuk solusi fiskal di dalam negeri.
1
2
Pernyataan itu tidak menghapus kekhawatiran investor tentang biaya pinjaman Prancis. Namun, pernyataan tersebut memperjelas bahwa bank sentral belum menawarkan dukungan langsung. Laporan yang tersedia menghubungkan kekhawatiran fiskal Prancis dengan tekanan pasar obligasi yang lebih luas, tetapi tidak menunjukkan bahwa komentar Moulin sendirian menyebabkan penurunan saham pada hari itu.
1
27
Tekanan obligasi sudah terasa sejak awal Oktober
Penurunan pada 7 Oktober terjadi setelah awal bulan yang berat bagi pasar. Pada 1 Oktober, STOXX Europe 600 ditutup di level terendah sejak Juni seiring kenaikan imbal hasil di kawasan itu. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 30 tahun juga mencapai 6% untuk pertama kalinya sejak 1998, sementara saham bank Eropa jatuh tajam.
35
36
Gambaran besarnya adalah investor sedang menilai ulang risiko: imbal hasil yang lebih tinggi, tekanan inflasi dari energi, dan ketidakpastian fiskal. Penurunan pada 7 Oktober menunjukkan bahwa pemulihan saham selama tiga sesi belum cukup meredakan kekhawatiran tersebut. Data pasar mendukung gambaran umum ini, tetapi pergerakan imbal hasil, minyak, dan saham yang terjadi bersamaan bukan bukti bahwa salah satunya menjadi penyebab tunggal penurunan setiap indeks atau saham bank.
19
20
27