Lonjakan tajam saham SoftBank dipicu oleh dua berita besar yang memperkuat narasi yang sama di pasar: permintaan kecerdasan buatan (AI) masih meningkat pesat, dan SoftBank berada dekat dengan pusat ekosistem tersebut.
Laporan bahwa OpenAI mungkin mengajukan dokumen IPO secara rahasia muncul hampir bersamaan dengan laporan pendapatan Nvidia yang jauh melampaui ekspektasi. Kombinasi dua faktor ini membuat investor menilai ulang SoftBank sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari ledakan AI global.
Pada Mei 2026, muncul laporan bahwa OpenAI mungkin sedang menyiapkan pengajuan rahasia untuk penawaran saham perdana (IPO), dengan kemungkinan pencatatan publik dilakukan akhir tahun. Kabar ini langsung menarik perhatian investor karena SoftBank dilaporkan memiliki lebih dari 10% saham OpenAI .
Jika OpenAI benar‑benar melantai di bursa, pasar akhirnya akan memiliki harga publik yang jelas untuk perusahaan tersebut. Hal ini penting karena OpenAI sudah memberikan kontribusi keuntungan besar bagi portofolio SoftBank dalam laporan keuangan terakhirnya .
IPO dengan valuasi tinggi berpotensi meningkatkan nilai aset SoftBank secara signifikan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap strategi investasi AI perusahaan.
Di saat yang hampir bersamaan, Nvidia—produsen chip AI terbesar di dunia—melaporkan hasil keuangan yang kembali melampaui ekspektasi Wall Street.
Perusahaan tersebut mencatat pendapatan kuartalan sekitar US$81,6 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis, dengan sebagian besar pertumbuhan berasal dari chip pusat data yang digunakan untuk AI . Laporan lain juga menunjukkan lonjakan pendapatan tahunan yang besar karena permintaan luar biasa untuk prosesor AI kelas atas
.
Karena chip Nvidia digunakan untuk melatih dan menjalankan banyak model AI terbesar di dunia, kinerja perusahaan ini sering dianggap sebagai indikator utama belanja global untuk AI. Ketika Nvidia melampaui ekspektasi, investor biasanya menafsirkannya sebagai tanda bahwa siklus investasi AI masih sangat kuat.
Optimisme itu kemudian menyebar ke perusahaan lain yang terkait dengan ekosistem AI—termasuk SoftBank.
Reaksi pasar juga mencerminkan perubahan strategi SoftBank dalam beberapa tahun terakhir. Pendiri dan CEO Masayoshi Son secara terbuka mendorong strategi investasi besar-besaran di sektor AI.
Setelah IPO perusahaan desain chip Arm, Son dilaporkan berencana menginvestasikan puluhan miliar dolar ke perusahaan dan proyek AI . Tujuannya adalah menempatkan SoftBank di berbagai lapisan industri AI—mulai dari infrastruktur chip hingga platform dan aplikasi.
Beberapa elemen kunci dari strategi ini meliputi:
Dengan kombinasi tersebut, SoftBank memiliki eksposur ke lapisan perangkat lunak AI (OpenAI) sekaligus lapisan perangkat keras dan infrastruktur (Arm dan mitra semikonduktor).
Kenaikan hampir 17% pada saham SoftBank dapat dipahami sebagai penilaian ulang “sum‑of‑the‑parts”—investor menilai kembali nilai berbagai aset utama perusahaan sekaligus.
Tiga faktor utama yang dipertimbangkan pasar adalah:
Ketika ketiga sinyal ini muncul hampir bersamaan, investor dengan cepat menaikkan valuasi SoftBank karena dianggap memiliki eksposur besar terhadap ekonomi AI global.
Faktor yang mendorong kenaikan saham ini juga menunjukkan risiko utama bagi perusahaan.
Nilai SoftBank semakin bergantung pada pertumbuhan berkelanjutan industri AI. Jika OpenAI benar‑benar melakukan IPO dengan valuasi tinggi dan permintaan chip AI tetap kuat, portofolio SoftBank bisa meningkat drastis.
Namun jika investasi AI melambat, valuasi teknologi turun, atau IPO OpenAI tertunda, saham SoftBank juga berpotensi bergerak cepat ke arah sebaliknya.
Untuk saat ini, pasar tampaknya melihat SoftBank sebagai salah satu proksi publik paling jelas untuk ledakan AI—menghubungkan model AI, infrastruktur semikonduktor, dan investasi skala raksasa dalam satu perusahaan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Saham SoftBank melonjak sekitar 16–20% setelah laporan bahwa OpenAI mungkin segera mengajukan IPO secara rahasia dan Nvidia melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar.
Saham SoftBank melonjak sekitar 16–20% setelah laporan bahwa OpenAI mungkin segera mengajukan IPO secara rahasia dan Nvidia melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar. Investor melihat SoftBank sebagai “proxy AI” karena kepemilikan besar di OpenAI, kontrol atas Arm Holdings, serta strategi agresif CEO Masayoshi Son untuk menginvestasikan puluhan miliar dolar di sektor AI.