Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara menjuarai Liga Champions Wanita AFC 2025–26 setelah menang 1–0 atas Tokyo Verdy Beleza di Suwon lewat gol kapten Kim Kyong‑yong pada menit ke‑44. Perjalanan menuju final termasuk kemenangan 3–0 atas Ho Chi Minh City Women’s FC di perempat final dan kemenangan comeback 2–1 atas...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did North Korea’s Naegohyang Women’s FC make history by winning the AFC Women’s Champions League in South Korea, what key matches led to. Article summary: Naegohyang made history by becoming the first North Korean club to win the AFC Women’s Champions League, doing it in Suwon, South Korea, with a 1–0 final win over Japan’s Tokyo Verdy Beleza after captain Kim Kyong-yong s. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "*Naegohyang Women’s FC record a historic 2-1 win over Suwon FC Women on a rare trip to South Korea, where they will face Tokyo Verdy Beleza in the final.*. Kim Kyong Yong (2nd L #1" source context "North Korean women win in South to reach Asian Champions League final | Football News | Al Jazeera" Reference image
Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara mencatat sejarah dengan menjuarai AFC Women’s Champions League 2025–26 setelah mengalahkan klub Jepang Tokyo Verdy Beleza 1–0 di final yang digelar di Suwon, Korea Selatan. Gol tunggal dari kapten Kim Kyong‑yong pada menit ke‑44 memastikan gelar Asia pertama bagi klub tersebut sekaligus menjadi tim klub wanita Korea Utara pertama yang memenangkan kompetisi ini.
Namun kemenangan ini tidak hanya penting di lapangan. Turnamen tersebut juga bertepatan dengan kunjungan pertama delegasi olahraga Korea Utara ke Korea Selatan dalam sekitar delapan tahun, menjadikannya momen langka interaksi lintas perbatasan di tengah hubungan politik yang tegang.
AFC Women’s Champions League merupakan kompetisi klub tertinggi untuk sepak bola wanita di Asia. Kemenangan Naegohyang pada musim 2025–26 menandai pertama kalinya klub Korea Utara menjuarai turnamen ini maupun kompetisi pendahulunya, memperluas reputasi kuat negara tersebut dalam sepak bola wanita—yang sebelumnya lebih dikenal lewat prestasi tim nasional.
Final dimainkan di Suwon Sports Complex, sekitar 30 kilometer di selatan Seoul. Dalam laga yang berlangsung ketat, Tokyo Verdy Beleza—salah satu klub wanita paling sukses di Jepang—tak mampu membalas gol Kim Kyong‑yong sebelum turun minum.
Perjalanan Naegohyang menuju trofi Asia diwarnai beberapa kemenangan penting di fase gugur.
Perempat final
Naegohyang menang meyakinkan 3–0 atas Ho Chi Minh City Women’s FC dari Vietnam untuk mengamankan tempat di semifinal.
Semifinal
Di Suwon, mereka menghadapi tuan rumah Suwon FC Women dari Korea Selatan. Suwon sempat unggul di awal babak kedua, tetapi Naegohyang membalikkan keadaan lewat gol Choe Kum Ok dan Kim Kyong‑yong, menang 2–1. Laga ini menarik perhatian besar karena menjadi pertemuan langka tim dari dua Korea di wilayah Selatan.
Final
Naegohyang kemudian menutup turnamen dengan kemenangan 1–0 atas Tokyo Verdy Beleza, lagi‑lagi berkat gol Kim Kyong‑yong sesaat sebelum jeda babak pertama.
Partisipasi Naegohyang di Korea Selatan memiliki arti politik yang cukup besar. Kedatangan mereka untuk semifinal dan final menandai kunjungan pertama tim olahraga Korea Utara ke Selatan dalam sekitar delapan tahun, sejak pertukaran olahraga terakhir sekitar periode 2018.
Karena kontak olahraga antara kedua negara sangat jarang, pertandingan semifinal antara Naegohyang dan Suwon FC Women menjadi sorotan luas dari media, pejabat, dan penggemar. Bagi banyak pengamat, pertandingan itu menjadi ruang interaksi yang jarang terjadi di tengah hubungan bilateral yang tegang.
Juara AFC Women’s Champions League berhak menerima hadiah sebesar US$1 juta.
Namun apakah Naegohyang benar‑benar bisa menerima uang tersebut masih belum pasti. Hal ini terkait dengan sanksi internasional terhadap Korea Utara, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2397 (2017) yang memperketat pembatasan ekonomi dan transaksi finansial yang melibatkan warga negara Korea Utara di luar negeri.
Karena aturan ini, penyaluran hadiah uang kepada tim dari Korea Utara mungkin memerlukan izin atau pengecualian khusus, sehingga proses pembayaran bisa menjadi rumit dari sisi hukum dan perbankan internasional.
Perjalanan Naegohyang menuju gelar Asia memperlihatkan bagaimana olahraga dan geopolitik sering saling bersinggungan. Di lapangan, mereka mengalahkan klub dari Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang untuk menjadi juara. Di luar lapangan, kehadiran mereka di Korea Selatan menjadi momen langka keterlibatan antar‑Korea melalui olahraga.
Kemenangan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi olahraga internasional kadang dapat membuka jalur komunikasi kecil di tengah ketegangan politik—meskipun bahkan hadiah kemenangan sebuah klub sepak bola pun dapat dipengaruhi oleh dinamika sanksi global.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara menjuarai Liga Champions Wanita AFC 2025–26 setelah menang 1–0 atas Tokyo Verdy Beleza di Suwon lewat gol kapten Kim Kyong‑yong pada menit ke‑44.
Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara menjuarai Liga Champions Wanita AFC 2025–26 setelah menang 1–0 atas Tokyo Verdy Beleza di Suwon lewat gol kapten Kim Kyong‑yong pada menit ke‑44. Perjalanan menuju final termasuk kemenangan 3–0 atas Ho Chi Minh City Women’s FC di perempat final dan kemenangan comeback 2–1 atas Suwon FC Women di semifinal.
Turnamen ini juga menjadi kunjungan pertama delegasi olahraga Korea Utara ke Korea Selatan dalam sekitar delapan tahun, sementara hadiah juara US$1 juta masih diliputi ketidakpastian karena sanksi PBB.