Lu-Lyn Chang pernah menganggap dirinya tidak berbakat dalam kerajinan tangan. Ia gagal dalam pelajaran seni dan kerajinan di sekolah. Namun, ketika pandemi COVID-19 datang, Chang—yang saat itu berusia 50-an—mulai belajar makramé, teknik membuat karya dari simpul-simpul tali. Kegiatan itu membantunya memusatkan perhatian saat merasa cemas. Dari sana lahir Bound Designs, label tas dan aksesori buatannya.
4
12
Tas yang tak dibuat seragam
Chang mengembangkan keterampilan barunya menjadi tas tangan dan aksesori makramé. Alih-alih mengulang satu rancangan yang sama, ia membuat karya yang masing-masing unik. Ia sengaja menjaga skala Bound Designs tetap kecil agar bisa berfokus pada kreativitas dan ketelitian pengerjaan.
12
1
Perubahan itu juga bersifat pribadi. Seseorang yang dulu mengukur kemampuan dirinya dari nilai pelajaran sekolah kini merancang dan membuat tas bersimpul rumit dengan tangannya sendiri. Makramé memberinya ketenangan sekaligus alasan untuk meninjau ulang anggapannya tentang kreativitas diri.
4
Mengajarkan keterampilan kepada orang lain
Chang tidak berhenti pada tas yang ia buat sendiri. Ia mengajarkan makramé kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan. Bound Designs juga mencantumkan kerja bersama Yellow Ribbon Project dan Singapore Women’s Prison sebagai bagian dari kegiatan komunitasnya.
1
32
Ia turut membimbing penyandang disabilitas. Dalam sebuah kolaborasi, 24 orang dari Bishan Home for the Intellectually Disabled belajar membuat bros dengan bimbingannya. SG Enable, lembaga di Singapura yang mendukung penyandang disabilitas, juga mencatat program pelatihan Bound Designs tentang simpul makramé dan teori warna sederhana untuk pembuatan aksesori fesyen.
18
31
Bound Designs menyatakan ingin menyediakan keterampilan dan pekerjaan bagi komunitas yang kurang mendapat kesempatan. Sementara itu, inisiatif koleksi SG Enable mengajak para desainer melatih dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut membuka kemungkinan menuju pekerjaan berbayar, tetapi sumber yang tersedia tidak menunjukkan berapa peserta pelatihan Chang yang memperoleh pekerjaan, ataupun bagaimana ketentuannya.
32
31
Bagi Chang, makramé telah berkembang dari cara menenangkan diri menjadi usaha kreatif berskala kecil—dan keterampilan yang dapat ia bagikan kepada orang lain.
4
12
31