Reaksi Ukraina sangat kontras dengan Kremlin.
Pada 27 Juli 2026 — dua hari setelah seruan publik Tokayev — Putin menandatangani dua perintah eksekutif yang mengizinkan pemerintah Rusia untuk membuka negosiasi dengan Kazakhstan dan Uzbekistan guna mengubah perjanjian kerja sama militer-teknis yang ada .
Perintah tersebut menargetkan perjanjian spesifik:
Banyak media Rusia dan Asia Tengah melaporkan perintah tersebut, yang diterbitkan di portal resmi Rusia untuk informasi hukum .
Beberapa sumber berbahasa Rusia melaporkan bahwa inisiatif untuk merevisi perjanjian kerja sama militer muncul 'dengan latar belakang sanksi Barat terhadap Rusia' . Uni Eropa telah melarang ekspor ke Rusia untuk senjata, produk militer, dan berbagai macam barang penggunaan ganda (komponen elektronik, mesin, suku cadang drone). AS, UE, Inggris, dan Jepang menyusun daftar 50 kategori barang yang, menurut penilaian mereka, dicari Rusia untuk keperluan militer (mikrochip, peralatan optik, suku cadang penerbangan)
.
Perjanjian yang ada tidak hanya mengatur penjualan senjata Rusia ke Kazakhstan dan Uzbekistan tetapi juga pengiriman timbal balik peralatan militer — artinya mitra Asia Tengah ini berpotensi memasok Rusia dengan produk yang tidak dapat lagi diperolehnya dari sumber Barat .
Urutan peristiwa — seruan publik untuk perdamaian dari sekutu dekat, penolakan langsung Kremlin, dan langkah cepat untuk meresmikan kerja sama militer yang lebih dalam — menyoroti posisi kompleks negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan. Tokayev telah berjalan di garis tipis, mempertahankan apa yang disebutnya sebagai 'hubungan sekutu' dengan Rusia sambil secara terbuka menyerukan pengakhiran perang . Respons Putin, pada gilirannya, menandakan bahwa Moskow memandang penguatan rantai pasokan militer dengan mitra-mitra Asia Tengahnya sebagai prioritas yang lebih tinggi daripada mempertimbangkan proposal pembekuan — dan bahwa sanksi Barat mungkin mendorong urgensi tersebut.
Seperti yang dicatat oleh Institute for the Study of War, Putin tampaknya menggunakan proposal pembekuan Kazakhstan untuk membenarkan perlunya terus meraih keuntungan di medan perang, alih-alih sebagai dasar untuk negosiasi .