Huawei meluncurkan Mate XT2 tri fold mulai 19.999 yuan, sekitar US$2.980, sedangkan Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan atau sekitar US$1.540, dua hari sebelum acara Apple pada 9 September. Mate XT2 membuka dua kali hingga menjadi layar sekelas tablet dan memakai Kirin 9050 Pro.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Huawei’s and Xiaomi’s September 7, 2026 launches of the Mate XT2 and Xiaomi 18 Fold—just two days before Apple’s expected September. Article summary: Huawei and Xiaomi used coordinated September 7 launches to frame foldables as the next premium-phone battleground before Apple’s September 9 event: Huawei emphasized unmatched hardware ambition, while Xiaomi offered a su. Topic tags: general, general web, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers,
Huawei dan Xiaomi tidak sekadar memperkenalkan dua ponsel mahal pada 7 September. Keduanya menetapkan dua tolok ukur berbeda untuk ponsel lipat premium, hanya dua hari sebelum acara Apple yang dijadwalkan pada 9 September dan diperkirakan menjadi panggung bagi iPhone lipat pertama. Huawei menjual ambisi perangkat keras lewat ponsel tri-fold, sedangkan Xiaomi menawarkan ponsel lipat lebar bergaya buku dengan harga awal yang jauh lebih rendah. 17
30
Mate XT2 memakai dua engsel dan dapat dilipat dua kali, sehingga terbuka menjadi layar berukuran sekelas tablet. Perangkat ini merupakan tri-fold generasi kedua Huawei dan menggunakan chip Kirin 9050 Pro. Pada saat peluncurannya, Huawei masih menjadi satu-satunya merek besar yang menjual ponsel tri-fold. 36
17
Di China, Mate XT2 dibanderol mulai 19.999 yuan atau sekitar US$2.980, hingga 24.999 yuan atau sekitar US$3.725 untuk versi tertinggi. Penjualan dijadwalkan mulai 12 September. 17
Harga tersebut menegaskan posisi Mate XT2 sebagai produk ultra-premium, bukan perangkat untuk pasar massal. Nilai jualnya adalah layar luas untuk bekerja, menonton, dan membaca dalam perangkat yang masih dapat dibawa seperti ponsel. Namun, panel tambahan, engsel, dan layar fleksibel juga berarti biaya serta kompleksitas yang lebih tinggi. Daya tariknya kemungkinan paling kuat bagi pembeli yang benar-benar membutuhkan ruang layar ekstra dan bersedia membayar mahal untuk itu.
Xiaomi 18 Fold mengambil jalur yang lebih familier: ponsel lipat ke dalam bergaya buku. Ini adalah ponsel lipat berformat lebar pertama Xiaomi, dengan layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci. 30
Harganya di China mulai 10.999 yuan atau sekitar US$1.540, lalu mencapai 14.999 yuan atau sekitar US$2.100. 17 Harganya tetap berada di kelas premium, tetapi jauh di bawah Mate XT2. Karena itu, proposisi Xiaomi lebih mudah dipahami: layar dalam yang besar dan posisi flagship tanpa harus membayar harga perangkat tri-fold.
Peluncuran pada 7 September memberi Huawei dan Xiaomi kesempatan menetapkan acuan pasar sebelum Apple menyampaikan versinya sendiri. Huawei menunjukkan bahwa desain ponsel lipat paling ekstrem sudah tersedia, sementara Xiaomi menetapkan garis harga yang lebih rendah untuk ponsel lipat lebar. 17
30
Arah pasar global pun bergerak ke format ini. Counterpoint memperkirakan perangkat lipat model buku akan menyumbang 65% dari pengiriman ponsel lipat global pada 2026, naik dari 52% pada 2025, karena produsen mengutamakan perangkat layar besar dengan nilai jual lebih tinggi. 9
Menjelang acara Apple, ponsel lipat pertamanya belum diumumkan. Nama, spesifikasi final, harga, dan ketersediaannya masih belum terverifikasi. Namun, laporan dan proyeksi pasar tetap melihat kehadiran Apple sebagai potensi pendorong besar bagi kategori ini. 1
2
Dalam proyeksi Counterpoint pada September, Apple diperkirakan meraih 25% pengiriman ponsel lipat global pada 2026, di bawah Samsung yang diproyeksikan 38% dan di atas Huawei yang diproyeksikan 22%. Lembaga itu juga memperkirakan pasar ponsel lipat global tumbuh 37% pada 2027, didorong Galaxy Z Fold 8, perluasan ketersediaan perangkat lipat Apple, serta Pura X Max Huawei di masa depan. 1
Angka tersebut adalah proyeksi, bukan hasil akhir pasar. Proyeksi Counterpoint sebelumnya menempatkan pangsa Samsung pada 32% untuk 2026, menunjukkan bahwa asumsi tentang jadwal peluncuran, pasokan, dan permintaan dapat mengubah pembagian pangsa pasar secara signifikan. 5
Bila Apple benar-benar masuk, dua hal dapat terjadi sekaligus:
Huawei memasuki persaingan ini dengan posisi domestik yang kuat. Counterpoint mencatat pangsa Huawei di pasar ponsel pintar China mencapai 23% pada kuartal II 2026, dibandingkan 18% untuk Apple dan 12% untuk Xiaomi. 43
Reuters, mengutip IDC dan Smart Analytics Global, melaporkan gambaran yang sejalan: Huawei menguasai 22,6% pasar ponsel pintar China pada kuartal tersebut dan menyumbang 68% pengiriman ponsel lipat di negara itu. 17 Posisi ini penting karena akses Huawei ke pasar Amerika Serikat masih terbatas akibat sanksi, sehingga China dan pasar lain yang dapat dijangkaunya menjadi semakin penting bagi strategi perangkat premiumnya.
23
Mate XT2 pun menjalankan dua fungsi. Ia menjadi etalase kemampuan rekayasa dan pengembangan chip Huawei, sekaligus alat untuk mempertahankan kepemimpinan di pasar ponsel lipat China ketika Apple dan Xiaomi memburu konsumen premium.
Mate XT2, Xiaomi 18 Fold, dan kemungkinan ponsel lipat Apple tidak hanya beradu pada ukuran layar atau rancangan engsel. Pertanyaan utamanya: apakah konsumen merasa layar fleksibel yang lebih besar cukup berguna untuk membenarkan harga lebih tinggi dan perangkat yang lebih kompleks?
Huawei menawarkan bentuk inovasi paling mencolok, tetapi harga masuknya yang mendekati US$3.000 membuatnya tetap menjadi produk niche. Xiaomi memiliki argumen yang lebih praktis: flagship layar besar dengan harga awal yang lebih mudah dijangkau di kelas premium. Jika Apple masuk dengan perangkat model buku seperti yang diantisipasi dalam laporan sebelum acara, perusahaan itu akan menghadapi pasar yang sudah memiliki dua titik referensi jelas: Huawei di ujung paling ambisius, dan Xiaomi di garis harga yang lebih rendah. 17
30
Hasilnya kemungkinan bukan skenario satu pemenang. Apple dapat mempercepat adopsi ponsel lipat, terutama di pasar yang akses Huawei-nya terbatas. Namun, kekuatan Huawei di China dan diferensiasi tri-fold memberinya posisi bertahan yang berarti. Xiaomi, sementara itu, berpeluang menarik pembeli yang menginginkan manfaat layar lipat besar tanpa masuk ke rentang harga ultra-mewah Huawei.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Huawei meluncurkan Mate XT2 tri fold mulai 19.999 yuan, sekitar US$2.980, sedangkan Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan atau sekitar US$1.540, dua hari sebelum acara Apple pada 9 September.
Huawei meluncurkan Mate XT2 tri fold mulai 19.999 yuan, sekitar US$2.980, sedangkan Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan atau sekitar US$1.540, dua hari sebelum acara Apple pada 9 September. Mate XT2 membuka dua kali hingga menjadi layar sekelas tablet dan memakai Kirin 9050 Pro.
Counterpoint memproyeksikan Samsung menguasai 38%, Apple 25%, dan Huawei 22% pengiriman ponsel lipat global pada 2026; pasar diperkirakan tumbuh 37% pada 2027.