
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Ethereum overtake the XRP Ledger as the leading network for Ripple’s RLUSD stablecoin, what are the current RLUSD balances and combi. Article summary: Ethereum regained the RLUSD lead because its recent net issuance outpaced the XRP Ledger’s: large Ethereum mints—including a reported 20 million RLUSD issuance—more than offset Ethereum burns, while XRPL issuance was low. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
RLUSD kembali berganti pemimpin. Ethereum kini menampung lebih banyak stablecoin berbasis dolar milik Ripple tersebut dibandingkan XRP Ledger, setelah lonjakan penerbitan di Ethereum mengimbangi aktivitas burn dan melampaui pertumbuhan bersih terbaru di XRPL. Selisihnya masih tipis, sehingga posisi ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran sementara dari pengelolaan pasokan multichain Ripple—bukan bukti bahwa Ethereum telah menang secara permanen.
Snapshot yang dilaporkan pada 21 Agustus 2026 mencatat distribusi berikut:
Dengan demikian, Ethereum unggul sekitar US$47,98 juta. Angka tersebut relatif kecil dibandingkan total pasokan yang sudah mendekati US$2 miliar. Satu penerbitan besar, pembakaran token, atau penebusan saja dapat kembali mengubah urutan.
Pembalikan ini terutama didorong penerbitan bersih, yaitu jumlah token yang dicetak dikurangi jumlah token yang dibakar. Data yang tersedia belum membuktikan adanya perpindahan pengguna secara besar-besaran dari XRPL ke Ethereum.
Pada 20 Agustus, Ethereum dilaporkan mencetak US$73,8 juta RLUSD dan membakar US$23,5 juta, sehingga menghasilkan penerbitan bersih sekitar US$50,3 juta. Aktivitas awal pada 21 Agustus kemudian menambah US$53,2 juta hasil minting dan US$15 juta burn, atau kenaikan bersih sekitar US$38,2 juta.
Aktivitas XRPL dalam periode pembanding tersebut lebih rendah. Salah satu laporan mencatat US$36,1 juta RLUSD dicetak di XRPL pada 20 Agustus, dengan US$15,4 juta dibakar. Snapshot berikutnya mencatat US$12,5 juta minting dan US$6,5 juta burn di XRPL.
Laporan terpisah juga menyebut Ripple Labs mencetak 20 juta RLUSD di Ethereum. Namun, laporan yang tersedia tidak menjelaskan permintaan pelanggan atau transaksi spesifik yang mendasari penerbitan itu. Karena itu, minting tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari ekspansi pasokan di Ethereum, bukan bukti pasti adanya permintaan organik dari sektor DeFi.
Pasokan RLUSD di masing-masing jaringan dipengaruhi oleh operasi treasury yang dikendalikan penerbit. Minting menambah token ke sebuah jaringan, sedangkan burn menghapusnya—termasuk ketika token ditebus atau ketika pasokan dikelola.
Akibatnya, perbandingan saldo Ethereum dan XRPL dapat berubah cepat tanpa mencerminkan transfer lintas jaringan satu banding satu atau perubahan preferensi pengguna yang dapat diukur secara independen.
Hal ini penting karena XRPL juga mencatat aktivitas yang sangat tinggi. Dalam salah satu periode 30 hari, sekitar US$449,3 juta RLUSD diterbitkan di XRPL dan US$448,9 juta dibakar. Artinya, pertumbuhan bersih pasokannya nyaris nol meskipun terjadi perputaran token dalam jumlah besar.
Pembalikan terbaru ini mengikuti perubahan arah sebelumnya. Pada awal Juli, XRPL dilaporkan memegang US$863,2 juta RLUSD, dibandingkan US$676,1 juta di Ethereum. Komposisinya sekitar 56,1% berbanding 43,9% dari total US$1,539 miliar.
Ethereum juga pernah menjadi jaringan dominan RLUSD. Snapshot Desember 2025 menempatkan sekitar 82% pasokan di Ethereum—sekitar US$1,03 miliar di Ethereum dan US$235 juta di XRPL. Laporan yang lebih awal bahkan menyebut Ethereum sempat menampung sekitar 88% pasokan RLUSD.
Rangkaian data tersebut menunjukkan bahwa alokasi RLUSD terus berubah, bukan mengikuti jalur adopsi satu arah. Ripple sebelumnya juga menggunakan operasi mint-and-burn terkoordinasi untuk memindahkan alokasi pasokan antarjaringan, termasuk burn 20 juta RLUSD di Ethereum yang dipasangkan dengan mint 20 juta RLUSD di XRPL pada 2025.
Ethereum memiliki likuiditas yang dalam serta infrastruktur DeFi yang mapan. Kondisi ini membuatnya menarik untuk perdagangan stablecoin, agunan, dan aplikasi on-chain yang dapat saling terhubung. Namun, laporan yang tersedia belum memisahkan berapa besar penerbitan terbaru di Ethereum yang berasal dari permintaan DeFi organik dan berapa yang merupakan alokasi treasury Ripple.
Di sisi lain, XRPL sedang diarahkan untuk penggunaan institusional yang lebih luas, tidak hanya sebagai jalur pembayaran. Ripple, Clearpool, dan Cicada Partners tengah mengembangkan pasar kredit institusional yang menggunakan RLUSD untuk pinjaman modal kerja bagi perusahaan fintech dan pembayaran. Clearpool menyediakan infrastruktur pinjaman, sedangkan Cicada diperkirakan menangani pencarian peminjam serta pengelolaan risiko kredit.
Jika terealisasi, inisiatif tersebut dapat menciptakan permintaan berulang terhadap RLUSD di XRPL melalui aktivitas kredit privat. Namun, pasar itu masih berada dalam tahap pengembangan. Rencana tersebut tidak boleh dianggap sebagai penyebab yang sudah terbukti atas pembalikan pasokan saat ini. Sejumlah laporan juga menyebut peluncuran di mainnet masih bergantung pada persetujuan amendemen terkait di XRPL.
Persaingan Ethereum dan XRPL berlangsung di tengah pertumbuhan total pasokan RLUSD yang sangat cepat:
Poin utamanya: total pasokan RLUSD terus bertambah meskipun pembagiannya antarjaringan berulang kali berubah. Aktivitas penyelesaian transaksi langsung di XRPL juga meningkat tajam, hingga sekitar US$5,08 miliar pada Mei 2026, menurut salah satu analisis on-chain.
Ethereum memang memimpin dalam snapshot saldo terbaru, tetapi keunggulan tersebut belum cukup kuat untuk disebut permanen. Selisih sekitar US$48 juta sangat kecil, sementara keputusan Ripple untuk mencetak atau membakar puluhan juta dolar RLUSD dapat mengubah peringkat dalam waktu singkat.
Agar keunggulan itu berubah menjadi tren jangka panjang, Ethereum membutuhkan penerbitan bersih yang berkelanjutan sekaligus permintaan nyata dari ekosistem DeFi. XRPL dapat mengejar kembali melalui aktivitas penyelesaian transaksi yang terus tumbuh atau jika pasar kredit institusional RLUSD berhasil masuk ke mainnet dan menarik peminjam serta likuiditas.
Kesimpulan paling aman saat ini cukup jelas: Ethereum kembali memimpin pasokan RLUSD karena penerbitan bersih terbarunya lebih besar, sementara persaingan multichain Ripple masih sangat dinamis.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 21 Agustus 2026, Ethereum menampung sekitar US$989,34 juta RLUSD, sementara XRP Ledger memegang sekitar US$941,36 juta.
Pada 21 Agustus 2026, Ethereum menampung sekitar US$989,34 juta RLUSD, sementara XRP Ledger memegang sekitar US$941,36 juta. Keunggulan Ethereum terutama dipicu penerbitan bersih sekitar US$50,3 juta pada 20 Agustus dan tambahan sekitar US$38,2 juta pada awal 21 Agustus; laporan terpisah juga mencatat minting 20 juta RLUSD di Ethereum.
Distribusi RLUSD sebelumnya sempat berbalik: XRP Ledger memimpin dengan porsi 56,1% berbanding 43,9% pada Juli, setelah Ethereum pernah menguasai sekitar 88% pasokan.