Ethereum naik dari sekitar $1.880 menjadi $2.420, atau sekitar 28,7%, dibandingkan kenaikan Bitcoin sebesar 22,3% dari $63.000 menjadi $77.050. Rencana Treasury AS untuk memperbesar pembelian kembali obligasi jangka panjang dan dorongan Presiden Trump terhadap aturan aset digital menciptakan latar risk on yang menga...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Ethereum outperform Bitcoin during the week ending August 23, 2026—rising about 30% from $1,880 to $2,420 versus Bitcoin’s roughly 2. Article summary: Ethereum’s roughly 28.7% weekly rise ($1,880 to $2,420) exceeded Bitcoin’s roughly 22.3% increase ($63,000 to $77,050), signalling a short-term shift toward higher-beta ETH exposure. The Treasury’s planned expansion of l. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Ethereum tampil lebih kuat daripada Bitcoin pada pekan yang berakhir 23 Agustus 2026. Namun, data yang tersedia lebih tepat dibaca sebagai pergeseran momentum relatif dalam jangka pendek, bukan konfirmasi bahwa modal telah berputar secara permanen dari BTC ke ETH.
Berdasarkan level harga yang dikutip, Ether naik dari sekitar $1.880 menjadi $2.420—setara dengan kenaikan sekitar 28,7%. Pada periode yang sama, Bitcoin bergerak dari sekitar $63.000 menjadi $77.050, atau naik sekitar 22,3%. Dengan demikian, Ethereum unggul sekitar 6,4 poin persentase. Sejumlah laporan selama reli juga menyebut kenaikan Ether sekitar 29%–30% dalam sepekan. 5
Reli berlangsung di tengah latar makroekonomi dan kebijakan yang mendukung aset berisiko. Departemen Keuangan Amerika Serikat atau Treasury menyatakan akan setidaknya menggandakan batas maksimum pembelian kembali surat utang Treasury bertenor panjang untuk mendukung likuiditas pasar obligasi jangka panjang—dari $2 miliar menjadi sedikitnya $4 miliar per operasi. 33 36
Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump mendorong Kongres AS untuk menetapkan aturan yang lebih jelas bagi aset digital. Reuters melaporkan saham-saham terkait kripto ikut menguat setelah pasar merespons pengumuman Treasury dan dorongan pemerintahan Trump terhadap legislasi aset digital. 33
Kombinasi tersebut membantu menjelaskan mengapa pasar kripto secara luas bergerak naik. Namun, kedua katalis itu belum cukup untuk membuktikan adanya keunggulan ETH yang berkelanjutan.
Ether biasanya menjadi instrumen dengan beta lebih tinggi untuk mengekspresikan pandangan risk-on terhadap kripto. Setelah Bitcoin stabil dan kepercayaan pasar membaik, pelaku pasar mungkin melihat Ethereum—yang sebelumnya tertinggal—sebagai aset dengan peluang mengejar ketertinggalan lebih besar. Ini adalah interpretasi pasar, bukan bukti bahwa kebijakan Treasury atau dorongan legislasi secara langsung menyebabkan ETH mengungguli BTC.
Rasio ETH/BTC membandingkan nilai satu Ether dengan satu Bitcoin. Jika rasio ini naik, artinya Ether menguat relatif terhadap Bitcoin, bahkan ketika keduanya sama-sama naik jika diukur dalam dolar AS.
Rasio tersebut telah pulih sekitar 25% dari titik terendah pada 6 Juni. Setelah itu, rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke atas rata-rata pergerakan 200 hari pada grafik harian—pola yang umum disebut golden cross. Secara praktis, persilangan ini menunjukkan bahwa tren ETH/BTC dalam beberapa pekan terakhir telah menjadi lebih kuat daripada rata-rata tren jangka panjangnya. 49 54
Bagi tesis rotasi ke ETH, sinyal ini cukup konstruktif. Ethereum tidak hanya naik bersama Bitcoin, tetapi juga membaik secara relatif. Skenario bullish yang paling masuk akal tetap bersyarat: jika ETH/BTC mampu bertahan di atas area persilangan dan permintaan spot terus berlanjut, rasio tersebut berpotensi memperpanjang pemulihannya.
Namun, golden cross merupakan indikator momentum yang bersifat tertinggal. Rata-rata pergerakan dihitung dari harga yang sudah terjadi. Karena itu, pola tersebut mengonfirmasi perbaikan kondisi tren, bukan secara mandiri meramalkan harga di masa depan.
Golden cross sebelumnya pada ETH/BTC belum memberikan pola yang bersih dan berulang:
Sampel yang kecil dan hasil yang beragam ini menunjukkan bahwa golden cross lebih berguna ketika didukung oleh kondisi likuiditas yang menguntungkan, penguatan relatif yang berkelanjutan, serta pembelian spot yang nyata. Sinyal ini jauh kurang dapat diandalkan ketika pasar memasuki fase risk-off atau ketika reli terutama digerakkan oleh leverage.
Reli terbaru mendorong sejumlah tokoh pasar untuk menyampaikan pandangan yang lebih optimistis terhadap Ether.
Pendiri BTC.TOP, Jiang Zhuoer, dilaporkan mengatakan bahwa ia sekitar 90% yakin pasar bearish kripto telah berakhir dan ETH dapat mengungguli BTC dalam siklus saat ini. Ia menyebut rencana untuk mengalokasikan sisa modalnya ke ETH jika Bitcoin turun ke kisaran $67.000–$72.000. Jika penurunan itu tidak terjadi, ia berencana menyelesaikan pembelian paling lambat pada akhir Oktober. 1 9
Sikap tersebut relevan sebagai indikator sentimen, tetapi bukan bukti pasar yang independen. Skenario ETH senilai $20.000 yang dikemukakan Jiang juga bergantung pada dua asumsi agresif sekaligus: Bitcoin mencapai $200.000 dan rasio ETH/BTC mencapai 0,10. Secara aritmetika, $200.000 dikalikan 0,10 memang menghasilkan $20.000. Namun, perhitungan itu tidak membuat kedua asumsi tersebut menjadi lebih mungkin.
Proyeksi Tom Lee sebesar $9.000–$12.000 pada akhir 2026 didasarkan pada tesis yang berbeda. Ia berpendapat Ethereum dapat diuntungkan jika menjadi lapisan penyelesaian utama bagi aset keuangan yang ditokenisasi dan aktivitas terkait kecerdasan buatan di masa depan. 17 18
Narasi tersebut berkaitan dengan adopsi jangka panjang, bukan konfirmasi jangka pendek atas sinyal grafik. Tesis itu membutuhkan permintaan institusional, penggunaan jaringan, dan kemampuan ETH untuk menangkap nilai yang terus meningkat.
Dari sisi momentum, prospek ETH terlihat bullish. Namun, posisi pasar saat ini juga membuat reli rentan terhadap pembalikan.
Pertama, pada harga $2.420, Ether masih sekitar 51% di bawah rekor yang dikutip dari Agustus 2025, yaitu $4.946. Selisih tersebut dapat dibaca dengan dua cara: sebagai peluang mengejar ketertinggalan atau sebagai tanda bahwa permintaan sebelumnya gagal bertahan.
Kedua, gambaran pasar yang tersedia menempatkan RSI Ethereum di sekitar 87. Angka tersebut menunjukkan pergerakan jangka pendek yang sangat jauh dari rata-ratanya. RSI setinggi itu tidak otomatis berarti harga akan segera turun, tetapi meningkatkan risiko konsolidasi atau pembalikan menuju rata-rata.
Ketiga, kenaikan pesat open interest di pasar derivatif dan posisi long berleverage dapat membuat reli menjadi rapuh. Jika momentum ETH melemah, likuidasi paksa atas posisi long dapat mempercepat penurunan dan memicu rangkaian likuidasi.
Terakhir, skala target harga perlu dilihat secara realistis. Pergerakan dari $2.420 ke $10.000 membutuhkan kenaikan sekitar 313%, bukan 306%. Apa pun perhitungannya, target tersebut berarti kenaikan lebih dari empat kali lipat dari harga acuan dan sebaiknya diperlakukan sebagai skenario upside tinggi, bukan ekspektasi dasar.
Kinerja Ethereum yang lebih baik mencerminkan perpaduan antara katalis risk-on secara luas, momentum ETH/BTC yang menguat, serta kembalinya minat terhadap narasi pemulihan dan utilitas Ethereum. Pemulihan sekitar 25% pada rasio ETH/BTC dan terbentuknya golden cross memperkuat alasan taktis untuk mempertimbangkan rotasi menuju ETH—terutama jika rasio tersebut mampu mempertahankan kenaikannya.
Namun, rekam jejak historisnya terlalu beragam untuk menjadikan golden cross sebagai sinyal beli tunggal. Posisi Jiang Zhuoer dan proyeksi Tom Lee memperkuat narasi bullish, tetapi tidak mengubahnya menjadi kepastian.
Agar tesis rotasi benar-benar semakin kuat, ETH/BTC perlu menunjukkan kelanjutan tren, permintaan spot harus tetap solid, dan pasar harus mampu menyerap kondisi yang saat ini sudah jenuh beli serta sarat leverage tanpa mengalami pembalikan tajam.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Ethereum naik dari sekitar $1.880 menjadi $2.420, atau sekitar 28,7%, dibandingkan kenaikan Bitcoin sebesar 22,3% dari $63.000 menjadi $77.050.
Ethereum naik dari sekitar $1.880 menjadi $2.420, atau sekitar 28,7%, dibandingkan kenaikan Bitcoin sebesar 22,3% dari $63.000 menjadi $77.050. Rencana Treasury AS untuk memperbesar pembelian kembali obligasi jangka panjang dan dorongan Presiden Trump terhadap aturan aset digital menciptakan latar risk on yang mengangkat kedua aset kripto utama.
Golden cross pada rasio ETH/BTC mendukung kemungkinan rotasi taktis menuju Ethereum, tetapi rekam jejak historisnya beragam dan belum membuktikan perubahan tren jangka panjang.