Kingdom Centre di Riyadh mewajibkan seluruh pekerja kantornya bekerja dari rumah mulai 18 Oktober 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan itu diberlakukan di tengah serangan Houthi dan kekhawatiran keamanan yang mengganggu kehidupan di ibu kota Arab Saudi. Namun, pengelola tidak menyebutkan alasan resmi keputusan tersebut. Mal di kompleks gedung tetap buka.
1
3
55
Apa isi kebijakan Kingdom Centre?
Pengelola gedung setinggi 99 lantai itu mewajibkan pekerja kantor bekerja jarak jauh, berlaku segera. Dalam surel kepada para penyewa, pengelola juga meminta mereka tidak datang ke kantor selama kebijakan berlaku. Aturan tersebut hanya menyangkut perkantoran, bukan seluruh kompleks serbaguna itu: laporan menyebut mal di bagian bawah gedung tetap beroperasi.
1
3
55
Waktu pengumuman memberi konteks penting. Kebijakan muncul setelah serangkaian serangan terhadap sasaran di Arab Saudi, di tengah laporan tentang peringatan keamanan baru dan pencegatan drone di sekitar Riyadh. Meski demikian, karena pengelola tidak menjelaskan alasannya, belum dapat dipastikan apakah serangan atau peringatan tertentu menjadi pemicu langsung keputusan itu.
8
55
Gangguan meluas ke sekolah dan perjalanan
Situasi keamanan turut memengaruhi kegiatan lain di ibu kota dan sekitarnya. Sejumlah diplomat asing dan sekolah internasional mengambil langkah keselamatan ketika ledakan terdengar di Riyadh dan Houthi mengklaim telah menyerang bandara. Laporan lain menyebut sekolah-sekolah di ibu kota dan wilayah sekitarnya memperpanjang pembelajaran daring hingga pekan kedua.
8
18
Perjalanan udara juga terganggu. Menurut laporan, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menghentikan penerbangan menuju ibu kota, dan bandara itu masih ditutup setelah serangan.
46
48 Namun, gangguan yang berpusat di Riyadh ini bukan berarti seluruh penerbangan di Arab Saudi berhenti. Laporan pada awal Oktober menyebut penerbangan di wilayah lain tetap berjalan meski serangan merusak bandara di Jazan dan Najran serta melukai tiga orang.
20
Laporan korban di bandara tidak sepenuhnya sama
Jumlah korban dalam laporan mengenai serangan di bandara Riyadh berbeda-beda. The Economist melaporkan bahwa serangan pada 10 Oktober menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Sementara itu, NPR menyebut 12 orang tewas dalam serangan pertama ke terminal, lalu serangan berikutnya menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang. Laporan yang tersedia tidak menjelaskan secara tuntas apakah angka 13 korban tewas dihitung dari satu serangan atau dari beberapa serangan berurutan.
47
48
Dampak politik dan diplomatik
Kembalinya pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi dilaporkan sebagai bagian dari perang yang lebih luas di kawasan. Menurut The Economist, gencatan senjata pada 2022 membekukan garis depan di Yaman, tetapi perang regional yang lebih luas membuat kesepakatan itu tidak lagi bertahan.
48 Lembaga keamanan tertinggi Mesir menyatakan setuju mendukung pertahanan Arab Saudi dari serangan. Parlemen Mesir, sementara itu, menunda pemungutan suara mengenai pemberian wewenang dukungan militer; perkembangan tersebut tidak membuktikan bahwa pengerahan pasukan telah dilakukan.
1
19
Dampaknya juga terasa pada agenda diplomatik internasional. Uni Eropa menunda pertemuan puncak dengan negara-negara Teluk yang semula dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 24 Oktober, dengan alasan meningkatnya kekhawatiran keamanan. Dalam laporan yang dikutip, Uni Eropa tidak merinci alasan penundaan dan belum mengumumkan tanggal pengganti.
46
Bagi ambisi Arab Saudi di bidang bisnis dan pariwisata, dampak langsung yang terlihat bersifat praktis: kegiatan kantor dan perjalanan terganggu, sementara pertemuan internasional ditunda. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bagaimana kekhawatiran keamanan dapat mempersulit Riyadh untuk menarik pekerja, pengunjung, dan penyelenggara pertemuan. Namun, laporan yang tersedia tidak menghitung kerugian ekonomi yang lebih luas atau memastikan dampak spesifik terhadap investasi, proyek energi, maupun acara olahraga.
3
46
48