Cisco sedang menguji gagasan besar dengan tim yang sangat kecil: dua orang akan mencoba memanfaatkan AI untuk membenahi kode lama perusahaan. Mereka punya empat minggu untuk menunjukkan apakah pendekatan itu layak dikembangkan menjadi upaya yang lebih luas—dengan target menangani sekitar 98% kode lama Cisco dalam 24 bulan.
4
6
Di balik eksperimen ini ada keputusan Jeetu Patel, presiden sekaligus chief product officer Cisco, untuk memberi kesempatan kepada Padmanabhan “Paddy” Krishnamurthy. Pilihan itu mencolok bukan hanya karena Krishnamurthy masih berusia 27 tahun, tetapi juga karena posisinya saat itu berada lima tingkat di bawah Patel dalam struktur organisasi.
2
5
6
Dari pendiri startup ke proyek kode lama Cisco
Krishnamurthy bergabung dengan Cisco pada 2025, setelah perusahaan itu mengakuisisi EzDubs, startup penerjemahan waktu nyata yang ia dirikan bersama. Patel dilaporkan bertemu dengannya saat berkunjung ke kantor Cisco di San Francisco. Dari percakapan tersebut, Krishnamurthy mengusulkan cara untuk memodernisasi kode lama dengan tim kecil; Patel kemudian memberinya keleluasaan luas untuk mencoba, termasuk akses tanpa batas ke token AI.
4
5
Patel menggambarkan Krishnamurthy sebagai seseorang yang “terkubur” dalam organisasi dan mengerjakan hal yang tidak strategis. Jadi, penugasan ini merupakan taruhan pada gagasan dan inisiatif seorang mantan pendiri startup—bukan sekadar promosi berdasarkan senioritas. Patel juga berpandangan bahwa karyawan muda dapat menantang kebiasaan kerja yang sudah mapan, meski ia mengakui bahwa bekerja bersama rekan yang memiliki pengalaman puluhan tahun bisa menimbulkan gesekan.
5
18
Empat minggu untuk menguji kelayakan
Tahap awal proyek ini adalah uji kelayakan: apakah tim dua orang dapat memakai AI untuk merapikan atau menyusun ulang kode dengan cara yang bisa mendukung modernisasi berskala lebih besar? Ambisi jangka panjang yang dilaporkan adalah menangani sekitar 98% kode lama Cisco dalam 24 bulan.
4
6
Angka 98% itu adalah target, bukan bukti bahwa kode tersebut sudah ditulis ulang. Begitu pula, tenggat empat minggu adalah kesempatan untuk menguji pendekatannya—bukan hasil yang sudah dinyatakan berhasil. Laporan yang tersedia belum menjelaskan secara rinci cakupan kode yang akan diuji atau kriteria keberhasilannya.
6
7
Bagian dari strategi AI Patel, tetapi bukan jaminan sukses
Eksperimen ini sejalan dengan pandangan Patel bahwa AI bukan hanya alat untuk meningkatkan produktivitas. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia menyebut AI sebagai sesuatu yang dapat “membuat hal yang mustahil menjadi mungkin”. Ia juga memaparkan rencana memperbanyak produk yang ditulis sepenuhnya dengan AI: satu produk sudah dibuat dengan cara itu, enam produk tambahan ditargetkan hadir pada akhir 2026, dan sasarannya adalah 70% produk perangkat lunak Cisco ditulis sepenuhnya dengan AI pada akhir 2027.
17
Target produk tersebut berbeda dari eksperimen Krishnamurthy. Keduanya menunjukkan kesediaan Patel untuk menguji penggunaan AI yang ambisius, tetapi tidak membuktikan bahwa pendekatan tim dua orang ini akan dapat diperluas ke seluruh Cisco—atau bahwa target kode lama itu akan tercapai.
Yang masih harus dibuktikan
Inti kabarnya: Cisco sedang menguji sebuah pendekatan, bukan mengumumkan bahwa penulisan ulang kode telah selesai. Uji empat minggu menjadi rintangan pertama. Target 98% dalam 24 bulan baru bisa dinilai jika eksperimen awal menunjukkan jalur kerja yang dapat diterapkan lebih luas. Sampai hasilnya diumumkan, proyek ini lebih tepat disebut taruhan besar di bidang rekayasa perangkat lunak berbantuan AI, bukan bukti bahwa AI bisa dengan cepat mengganti atau memodernisasi hampir seluruh kode lama perusahaan besar.