Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron. Jinhua mengandalkan kemitraan teknologi dengan UMC.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did China’s two DRAM initiatives launched in 2016—ChangXin Memory Technologies (CXMT) and Jinhua Integrated Circuit—pursue the goal of c. Article summary: China’s two 2016 DRAM projects shared a state-backed ambition: build a domestic alternative to the Samsung–SK Hynix–Micron oligopoly. Their divergence was chiefly about technological independence and timing under U.S. pr. Topic tags: general, news, general web, government, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Pada 2016, China meluncurkan dua proyek besar untuk menembus industri DRAM—jenis memori yang digunakan di komputer, ponsel, server, dan berbagai perangkat elektronik. Fujian Jinhua Integrated Circuit dan ChangXin Memory Technologies (CXMT) sama-sama didukung negara dan memiliki sasaran strategis yang serupa: mengurangi ketergantungan China pada impor memori serta menantang dominasi Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Hampir satu dekade kemudian, hasilnya justru bertolak belakang. Upaya produksi Jinhua terhenti sebelum perusahaan itu mampu membangun bisnis yang berkelanjutan. CXMT, sebaliknya, berhasil mengembangkan operasi produksi DRAM, memperoleh pendanaan pasar modal dalam jumlah besar, dan menjadi salah satu perusahaan tercatat paling bernilai di China.
Perbedaan utamanya bukan sekadar besarnya modal atau ukuran pabrik. Yang paling menentukan adalah cara kedua perusahaan mengelola ketergantungan teknologi. Jinhua mengejar jalur cepat melalui transfer teknologi dari Taiwan’s United Microelectronics Corporation (UMC). CXMT mengambil jalan yang lebih panjang: mengumpulkan kekayaan intelektual, membangun kemampuan rekayasa internal, dan mempertahankan siklus pengembangan prosesnya sendiri.
Ketika ketegangan teknologi Amerika Serikat–China meningkat, perbedaan strategi tersebut menjadi sangat penting.
Pada 2016, pasar DRAM global telah terkonsolidasi di sekitar tiga pemasok utama: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Bagi China, membangun produsen domestik bukan hanya soal merebut pangsa pasar. Memori dipandang sebagai industri strategis yang berkaitan dengan kemandirian teknologi dan keamanan rantai pasok.
Jinhua dan CXMT sama-sama merencanakan pabrik wafer 12 inci dan menargetkan produksi dalam skala besar. Namun, keduanya menempuh pendekatan berbeda untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan dalam pembuatan DRAM. 49
50
Pabrik adalah bagian yang paling mudah dilihat dari proyek semikonduktor. Di balik bangunan dan peralatan, produsen DRAM juga membutuhkan teknologi proses, rekayasa perangkat, keahlian mengoperasikan peralatan, tingkat hasil produksi (yield) yang tinggi, sertifikasi dari pelanggan, serta modal yang cukup untuk bertahan melewati siklus naik-turun harga memori.
Justru pada fondasi yang tidak terlihat itulah Jinhua dan CXMT mulai berpisah.
Jinhua membiayai pembangunan pabriknya dan menggandeng UMC untuk mengembangkan teknologi DRAM. Berdasarkan laporan pada masa itu, UMC diharapkan menyediakan tim teknis inti dan membantu mengembangkan proses DRAM 32 nanometer. Jinhua bertanggung jawab mendanai lini produksi serta peralatan riset. 35
Secara bisnis, strategi ini masuk akal. Dengan memanfaatkan pengalaman produsen semikonduktor yang sudah mapan, Jinhua dapat memperpendek kurva pembelajaran dan tidak perlu membangun seluruh kemampuan dari nol.
Namun, ada harga yang harus dibayar: risiko teknologi dan hukum menjadi sangat terkonsentrasi pada satu mitra eksternal. Kemajuan proyek bergantung pada keberlanjutan hubungan tersebut, ketersediaan dukungan teknis, serta legalitas jalur teknologi yang digunakan.
Kerentanan itu membesar setelah Micron menuduh mantan karyawannya dan UMC menyalahgunakan rahasia dagang DRAM untuk kepentingan Jinhua. Dalam perkara pidana di AS, UMC mengaku bersalah atas pencurian rahasia dagang, setuju bekerja sama dengan penyidik, dan dijatuhi denda 60 juta dolar AS. 33
Pada Oktober 2018, Departemen Perdagangan AS memasukkan Jinhua ke dalam Entity List. Penetapan ini membatasi akses perusahaan terhadap barang, perangkat lunak, teknologi, komponen, dan dukungan teknis asal AS tanpa izin khusus. 37
Waktunya sangat merugikan. Pabrik Jinhua disebut sudah mendekati tahap produksi komersial, tetapi pabrik semikonduktor tidak dapat bertahan hanya dengan bangunan dan peralatan yang telah terpasang.
Pabrik membutuhkan pasokan berkelanjutan, bantuan proses, pemecahan masalah, pembaruan peralatan, serta pengetahuan teknis untuk meningkatkan hasil produksi. Setelah akses terhadap dukungan eksternal terputus, Jinhua kehilangan waktu dan ruang untuk beralih dari proyek yang hampir selesai menjadi produsen DRAM dengan produksi volume tinggi yang stabil.
Perkembangan hukumnya kemudian menunjukkan hasil yang lebih rumit. Pengakuan bersalah UMC tidak otomatis berarti Jinhua mengalami hasil hukum yang sama. Pada Februari 2024, hakim federal AS menyatakan Jinhua tidak bersalah setelah persidangan tanpa juri, karena jaksa tidak berhasil membuktikan dakwaan pidana terhadap perusahaan tersebut. 34
Micron dan Jinhua juga mencapai kesepakatan global yang mengakhiri litigasi di antara keduanya. 36 Namun, penyelesaian perkara dan putusan bebas tidak dapat mengembalikan tahun-tahun yang hilang dalam pengembangan proses, kesinambungan pemasok, sertifikasi pelanggan, serta momentum pasar.
Dengan kata lain, Jinhua menunjukkan bahwa sebuah proyek industri dapat mengalami kegagalan komersial jauh sebelum seluruh pertanyaan hukumnya selesai diputuskan.
CXMT juga membutuhkan pengetahuan dari luar pada tahap awal. Tidak ada produsen DRAM baru yang bisa langsung menandingi pengalaman industri yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun.
Perbedaannya, CXMT lebih menekankan pembangunan basis R&D dan IP internal, alih-alih bergantung terutama pada satu saluran transfer teknologi asing yang masih aktif.
Salah satu langkah pentingnya adalah kesepakatan yang dilaporkan terjadi pada 2019 dengan Polaris, anak usaha Wi-LAN. Melalui transaksi tersebut, CXMT memperoleh lisensi dan aset IP DRAM yang berasal dari bekas perusahaan Jerman, Qimonda. Kesepakatan ini memberi CXMT basis legal berupa pengetahuan lama dan paten DRAM, yang kemudian dapat dikembangkan melalui organisasi rekayasa internalnya. 31
Akuisisi IP tentu tidak membuat CXMT langsung mandiri secara teknologi. IP yang diperoleh tetap harus disesuaikan dengan produk masa kini, peralatan manufaktur, material, aturan desain, dan target yield. Namun, aset tersebut menyediakan platform yang lebih defensibel untuk belajar dan berkembang.
CXMT dapat mengakumulasi pengetahuan proses dari satu generasi produk ke generasi berikutnya, bukan hanya mengandalkan satu mitra asing yang dukungannya sewaktu-waktu dapat terputus.
Modal yang didukung negara dan permintaan domestik China juga memberi CXMT waktu untuk menyerap biaya pengembangan serta ekspansi kapasitas. Berbagai laporan menggambarkan CXMT sebagai perusahaan yang terus mengalami kerugian ketika membangun basis produksi dan mengembangkan produk, sebelum akhirnya berbalik mencetak laba saat harga memori dan permintaan komputasi melonjak. 17
28
Keberhasilan CXMT bukan karena perusahaan itu langsung menyamai Samsung, SK Hynix, atau Micron. Pencapaiannya adalah berhasil mencapai produksi DRAM yang berarti, meningkatkan teknologi, dan membangun platform yang mampu menarik modal tambahan.
Kemajuan tersebut mencapai puncaknya ketika CXMT melantai di bursa Shanghai pada Juli 2026. Perusahaan menghimpun 57,92 miliar yuan atau sekitar 8,6 miliar dolar AS. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya melonjak sekitar 466%. Reuters melaporkan bahwa debut tersebut sempat menjadikan CXMT perusahaan paling bernilai di pasar saham China dan IPO terbesar di Asia pada tahun itu. 19
Respons pasar mencerminkan antusiasme strategis terhadap perusahaan tersebut, sekaligus kondisi pasar memori yang sedang sangat kuat. Pada semester pertama 2026, CXMT melaporkan pendapatan 150,3 miliar yuan dan laba bersih 77,6 miliar yuan. Hasil itu membalikkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring melonjaknya harga memori dan permintaan global terhadap daya komputasi. 17
Namun, angka tersebut tidak berarti CXMT sudah menjadi tandingan penuh tiga pemimpin DRAM dunia. Laporan industri masih menempatkan CXMT di belakang Samsung dan SK Hynix dalam teknologi proses inti. Estimasi mengenai posisi pasar dan kapasitasnya juga berbeda-beda, bergantung pada metode yang digunakan. 53
57
Kemajuan CXMT memang besar, tetapi posisinya tetap lebih tepat disebut sebagai penantang yang tumbuh cepat—bukan perusahaan yang sudah setara dalam seluruh produk DRAM terdepan dan memori untuk kecerdasan buatan.
Model CXMT yang lebih terinternalisasi mengurangi satu jenis kerentanan, tetapi tidak menghapus risiko geopolitik.
Pada 2025, Departemen Pertahanan AS menetapkan CXMT sebagai “perusahaan militer China”. CXMT membantah penetapan tersebut dan sedang menggugatnya di pengadilan. Perusahaan menyatakan produk DRAM-nya dirancang dan dijual untuk penggunaan sipil serta komersial. 1
Penetapan Pentagon itu tidak sama dengan dimasukkan ke Entity List Departemen Perdagangan. Perbedaannya penting. Label perusahaan militer dapat menimbulkan konsekuensi terhadap pengadaan pemerintah, kontrak, reputasi, serta hubungan dengan pelanggan. Sementara itu, Entity List merupakan instrumen pengendalian ekspor yang mewajibkan lisensi untuk transaksi tertentu.
Reuters melaporkan pada Juni 2026 bahwa AS sempat mempertimbangkan memasukkan CXMT ke daftar hitam perdagangan yang lebih luas, tetapi belum melakukannya pada saat itu. 2
Perbedaan tersebut memperlihatkan mengapa CXMT masih rentan secara politik meski telah membangun kemampuan domestik yang lebih kuat. Produksi semikonduktor tetap bergantung pada ekosistem global yang mencakup peralatan manufaktur, perangkat lunak, komponen, material, layanan teknis, pelanggan, dan pembiayaan.
Pembatasan di salah satu titik saja dapat memperlambat ekspansi atau menaikkan biaya.
Kedua proyek mengejar fasilitas fabrikasi wafer berskala besar. Namun, pabrik baru akan kompetitif jika ditopang pengetahuan proses, yield, tenaga rekayasa, akses pemasok, dan pelanggan yang telah menguji serta menyetujui produknya.
Jinhua memiliki proyek fisik dan mitra teknologi, tetapi tidak mampu mempertahankan sistem yang lebih luas untuk menopang produksi komersial.
Peran UMC menawarkan Jinhua jalan lebih cepat menuju produksi DRAM. Di sisi lain, strategi itu membuat perusahaan terpapar risiko hukum dan geopolitik terkait sumber teknologinya.
Jalur CXMT—menggabungkan IP yang diperoleh dengan R&D internal—lebih lambat dan mahal. Namun, pendekatan tersebut membantu menciptakan pengetahuan kelembagaan yang tidak sepenuhnya bergantung pada satu hubungan eksternal. 33
31
DRAM adalah bisnis padat modal dan sangat siklis. CXMT harus menanggung kerugian ketika membangun kapasitas dan kemampuan teknologinya, sebelum memperoleh manfaat dari kenaikan permintaan memori serta pendanaan melalui pasar modal.
IPO tersebut memberi CXMT sumber dana baru untuk kapasitas, peningkatan teknologi, dan riset. Namun, kondisi harga yang menguntungkan tidak menghapus biaya dasar untuk mengejar ketertinggalan. 17
19
52
Perkembangan CXMT membuktikan bahwa R&D dan IP domestik dapat melahirkan penantang DRAM yang kredibel. Sengketanya dengan Pentagon sekaligus menunjukkan batas pencapaian tersebut: perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, tetapi tetap bergantung pada peralatan, pelanggan, regulasi, pembiayaan, dan kebijakan keamanan nasional dari luar negeri. 1
2
Jinhua dan CXMT tidak gagal atau berhasil semata-mata karena salah satunya memperoleh dukungan negara dan yang lain tidak. Keduanya merupakan proyek yang didukung negara.
Perbedaan penentunya adalah apakah proses pembelajaran teknologi dapat terus berjalan setelah menghadapi guncangan politik dan hukum.
Jalur Jinhua yang bergantung pada pihak eksternal terputus ketika perusahaan sedang mendekati produksi. Kombinasi modal jangka panjang, IP yang diperoleh secara legal, R&D internal, dan peningkatan skala manufaktur memberi CXMT peluang lebih besar untuk terus mengakumulasi kemajuan.
Namun, kebangkitan CXMT bukanlah akhir dari tantangan DRAM China. Perusahaan itu masih menghadapi kesenjangan teknologi, tekanan terhadap yield dan biaya, permintaan yang siklis, serta kemungkinan pengetatan kontrol ekspor.
Pelajaran besarnya: China memang dapat membangun penantang serius di industri memori, tetapi jalannya sangat sempit. Diperlukan pendanaan yang sabar, permintaan domestik, akses legal terhadap teknologi, rekayasa berkelanjutan, disiplin manufaktur, dan perlindungan dari titik-titik penyumbatan geopolitik.
CXMT telah menempuh jalan itu lebih jauh daripada Jinhua. Namun, sejauh ini, jalan tersebut belum menjadi jalur yang aman secara politik.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron.
Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron. Jinhua mengandalkan kemitraan teknologi dengan UMC. Setelah sengketa rahasia dagang Micron dan penempatan Jinhua di Entity List AS pada 2018, dukungan teknis serta akses ke ekosistem pemasoknya terputus.
UMC mengaku bersalah dalam perkara pencurian rahasia dagang di AS dan didenda 60 juta dolar AS, sedangkan Jinhua sendiri dinyatakan tidak bersalah pada 2024—dua hasil hukum yang berbeda dan tidak mengembalikan momentu...
Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron. Jinhua mengandalkan kemitraan teknologi dengan UMC.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did China’s two DRAM initiatives launched in 2016—ChangXin Memory Technologies (CXMT) and Jinhua Integrated Circuit—pursue the goal of c. Article summary: China’s two 2016 DRAM projects shared a state-backed ambition: build a domestic alternative to the Samsung–SK Hynix–Micron oligopoly. Their divergence was chiefly about technological independence and timing under U.S. pr. Topic tags: general, news, general web, government, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Pada 2016, China meluncurkan dua proyek besar untuk menembus industri DRAM—jenis memori yang digunakan di komputer, ponsel, server, dan berbagai perangkat elektronik. Fujian Jinhua Integrated Circuit dan ChangXin Memory Technologies (CXMT) sama-sama didukung negara dan memiliki sasaran strategis yang serupa: mengurangi ketergantungan China pada impor memori serta menantang dominasi Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Hampir satu dekade kemudian, hasilnya justru bertolak belakang. Upaya produksi Jinhua terhenti sebelum perusahaan itu mampu membangun bisnis yang berkelanjutan. CXMT, sebaliknya, berhasil mengembangkan operasi produksi DRAM, memperoleh pendanaan pasar modal dalam jumlah besar, dan menjadi salah satu perusahaan tercatat paling bernilai di China.
Perbedaan utamanya bukan sekadar besarnya modal atau ukuran pabrik. Yang paling menentukan adalah cara kedua perusahaan mengelola ketergantungan teknologi. Jinhua mengejar jalur cepat melalui transfer teknologi dari Taiwan’s United Microelectronics Corporation (UMC). CXMT mengambil jalan yang lebih panjang: mengumpulkan kekayaan intelektual, membangun kemampuan rekayasa internal, dan mempertahankan siklus pengembangan prosesnya sendiri.
Ketika ketegangan teknologi Amerika Serikat–China meningkat, perbedaan strategi tersebut menjadi sangat penting.
Pada 2016, pasar DRAM global telah terkonsolidasi di sekitar tiga pemasok utama: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Bagi China, membangun produsen domestik bukan hanya soal merebut pangsa pasar. Memori dipandang sebagai industri strategis yang berkaitan dengan kemandirian teknologi dan keamanan rantai pasok.
Jinhua dan CXMT sama-sama merencanakan pabrik wafer 12 inci dan menargetkan produksi dalam skala besar. Namun, keduanya menempuh pendekatan berbeda untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan dalam pembuatan DRAM. 49
50
Pabrik adalah bagian yang paling mudah dilihat dari proyek semikonduktor. Di balik bangunan dan peralatan, produsen DRAM juga membutuhkan teknologi proses, rekayasa perangkat, keahlian mengoperasikan peralatan, tingkat hasil produksi (yield) yang tinggi, sertifikasi dari pelanggan, serta modal yang cukup untuk bertahan melewati siklus naik-turun harga memori.
Justru pada fondasi yang tidak terlihat itulah Jinhua dan CXMT mulai berpisah.
Jinhua membiayai pembangunan pabriknya dan menggandeng UMC untuk mengembangkan teknologi DRAM. Berdasarkan laporan pada masa itu, UMC diharapkan menyediakan tim teknis inti dan membantu mengembangkan proses DRAM 32 nanometer. Jinhua bertanggung jawab mendanai lini produksi serta peralatan riset. 35
Secara bisnis, strategi ini masuk akal. Dengan memanfaatkan pengalaman produsen semikonduktor yang sudah mapan, Jinhua dapat memperpendek kurva pembelajaran dan tidak perlu membangun seluruh kemampuan dari nol.
Namun, ada harga yang harus dibayar: risiko teknologi dan hukum menjadi sangat terkonsentrasi pada satu mitra eksternal. Kemajuan proyek bergantung pada keberlanjutan hubungan tersebut, ketersediaan dukungan teknis, serta legalitas jalur teknologi yang digunakan.
Kerentanan itu membesar setelah Micron menuduh mantan karyawannya dan UMC menyalahgunakan rahasia dagang DRAM untuk kepentingan Jinhua. Dalam perkara pidana di AS, UMC mengaku bersalah atas pencurian rahasia dagang, setuju bekerja sama dengan penyidik, dan dijatuhi denda 60 juta dolar AS. 33
Pada Oktober 2018, Departemen Perdagangan AS memasukkan Jinhua ke dalam Entity List. Penetapan ini membatasi akses perusahaan terhadap barang, perangkat lunak, teknologi, komponen, dan dukungan teknis asal AS tanpa izin khusus. 37
Waktunya sangat merugikan. Pabrik Jinhua disebut sudah mendekati tahap produksi komersial, tetapi pabrik semikonduktor tidak dapat bertahan hanya dengan bangunan dan peralatan yang telah terpasang.
Pabrik membutuhkan pasokan berkelanjutan, bantuan proses, pemecahan masalah, pembaruan peralatan, serta pengetahuan teknis untuk meningkatkan hasil produksi. Setelah akses terhadap dukungan eksternal terputus, Jinhua kehilangan waktu dan ruang untuk beralih dari proyek yang hampir selesai menjadi produsen DRAM dengan produksi volume tinggi yang stabil.
Perkembangan hukumnya kemudian menunjukkan hasil yang lebih rumit. Pengakuan bersalah UMC tidak otomatis berarti Jinhua mengalami hasil hukum yang sama. Pada Februari 2024, hakim federal AS menyatakan Jinhua tidak bersalah setelah persidangan tanpa juri, karena jaksa tidak berhasil membuktikan dakwaan pidana terhadap perusahaan tersebut. 34
Micron dan Jinhua juga mencapai kesepakatan global yang mengakhiri litigasi di antara keduanya. 36 Namun, penyelesaian perkara dan putusan bebas tidak dapat mengembalikan tahun-tahun yang hilang dalam pengembangan proses, kesinambungan pemasok, sertifikasi pelanggan, serta momentum pasar.
Dengan kata lain, Jinhua menunjukkan bahwa sebuah proyek industri dapat mengalami kegagalan komersial jauh sebelum seluruh pertanyaan hukumnya selesai diputuskan.
CXMT juga membutuhkan pengetahuan dari luar pada tahap awal. Tidak ada produsen DRAM baru yang bisa langsung menandingi pengalaman industri yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun.
Perbedaannya, CXMT lebih menekankan pembangunan basis R&D dan IP internal, alih-alih bergantung terutama pada satu saluran transfer teknologi asing yang masih aktif.
Salah satu langkah pentingnya adalah kesepakatan yang dilaporkan terjadi pada 2019 dengan Polaris, anak usaha Wi-LAN. Melalui transaksi tersebut, CXMT memperoleh lisensi dan aset IP DRAM yang berasal dari bekas perusahaan Jerman, Qimonda. Kesepakatan ini memberi CXMT basis legal berupa pengetahuan lama dan paten DRAM, yang kemudian dapat dikembangkan melalui organisasi rekayasa internalnya. 31
Akuisisi IP tentu tidak membuat CXMT langsung mandiri secara teknologi. IP yang diperoleh tetap harus disesuaikan dengan produk masa kini, peralatan manufaktur, material, aturan desain, dan target yield. Namun, aset tersebut menyediakan platform yang lebih defensibel untuk belajar dan berkembang.
CXMT dapat mengakumulasi pengetahuan proses dari satu generasi produk ke generasi berikutnya, bukan hanya mengandalkan satu mitra asing yang dukungannya sewaktu-waktu dapat terputus.
Modal yang didukung negara dan permintaan domestik China juga memberi CXMT waktu untuk menyerap biaya pengembangan serta ekspansi kapasitas. Berbagai laporan menggambarkan CXMT sebagai perusahaan yang terus mengalami kerugian ketika membangun basis produksi dan mengembangkan produk, sebelum akhirnya berbalik mencetak laba saat harga memori dan permintaan komputasi melonjak. 17
28
Keberhasilan CXMT bukan karena perusahaan itu langsung menyamai Samsung, SK Hynix, atau Micron. Pencapaiannya adalah berhasil mencapai produksi DRAM yang berarti, meningkatkan teknologi, dan membangun platform yang mampu menarik modal tambahan.
Kemajuan tersebut mencapai puncaknya ketika CXMT melantai di bursa Shanghai pada Juli 2026. Perusahaan menghimpun 57,92 miliar yuan atau sekitar 8,6 miliar dolar AS. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya melonjak sekitar 466%. Reuters melaporkan bahwa debut tersebut sempat menjadikan CXMT perusahaan paling bernilai di pasar saham China dan IPO terbesar di Asia pada tahun itu. 19
Respons pasar mencerminkan antusiasme strategis terhadap perusahaan tersebut, sekaligus kondisi pasar memori yang sedang sangat kuat. Pada semester pertama 2026, CXMT melaporkan pendapatan 150,3 miliar yuan dan laba bersih 77,6 miliar yuan. Hasil itu membalikkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring melonjaknya harga memori dan permintaan global terhadap daya komputasi. 17
Namun, angka tersebut tidak berarti CXMT sudah menjadi tandingan penuh tiga pemimpin DRAM dunia. Laporan industri masih menempatkan CXMT di belakang Samsung dan SK Hynix dalam teknologi proses inti. Estimasi mengenai posisi pasar dan kapasitasnya juga berbeda-beda, bergantung pada metode yang digunakan. 53
57
Kemajuan CXMT memang besar, tetapi posisinya tetap lebih tepat disebut sebagai penantang yang tumbuh cepat—bukan perusahaan yang sudah setara dalam seluruh produk DRAM terdepan dan memori untuk kecerdasan buatan.
Model CXMT yang lebih terinternalisasi mengurangi satu jenis kerentanan, tetapi tidak menghapus risiko geopolitik.
Pada 2025, Departemen Pertahanan AS menetapkan CXMT sebagai “perusahaan militer China”. CXMT membantah penetapan tersebut dan sedang menggugatnya di pengadilan. Perusahaan menyatakan produk DRAM-nya dirancang dan dijual untuk penggunaan sipil serta komersial. 1
Penetapan Pentagon itu tidak sama dengan dimasukkan ke Entity List Departemen Perdagangan. Perbedaannya penting. Label perusahaan militer dapat menimbulkan konsekuensi terhadap pengadaan pemerintah, kontrak, reputasi, serta hubungan dengan pelanggan. Sementara itu, Entity List merupakan instrumen pengendalian ekspor yang mewajibkan lisensi untuk transaksi tertentu.
Reuters melaporkan pada Juni 2026 bahwa AS sempat mempertimbangkan memasukkan CXMT ke daftar hitam perdagangan yang lebih luas, tetapi belum melakukannya pada saat itu. 2
Perbedaan tersebut memperlihatkan mengapa CXMT masih rentan secara politik meski telah membangun kemampuan domestik yang lebih kuat. Produksi semikonduktor tetap bergantung pada ekosistem global yang mencakup peralatan manufaktur, perangkat lunak, komponen, material, layanan teknis, pelanggan, dan pembiayaan.
Pembatasan di salah satu titik saja dapat memperlambat ekspansi atau menaikkan biaya.
Kedua proyek mengejar fasilitas fabrikasi wafer berskala besar. Namun, pabrik baru akan kompetitif jika ditopang pengetahuan proses, yield, tenaga rekayasa, akses pemasok, dan pelanggan yang telah menguji serta menyetujui produknya.
Jinhua memiliki proyek fisik dan mitra teknologi, tetapi tidak mampu mempertahankan sistem yang lebih luas untuk menopang produksi komersial.
Peran UMC menawarkan Jinhua jalan lebih cepat menuju produksi DRAM. Di sisi lain, strategi itu membuat perusahaan terpapar risiko hukum dan geopolitik terkait sumber teknologinya.
Jalur CXMT—menggabungkan IP yang diperoleh dengan R&D internal—lebih lambat dan mahal. Namun, pendekatan tersebut membantu menciptakan pengetahuan kelembagaan yang tidak sepenuhnya bergantung pada satu hubungan eksternal. 33
31
DRAM adalah bisnis padat modal dan sangat siklis. CXMT harus menanggung kerugian ketika membangun kapasitas dan kemampuan teknologinya, sebelum memperoleh manfaat dari kenaikan permintaan memori serta pendanaan melalui pasar modal.
IPO tersebut memberi CXMT sumber dana baru untuk kapasitas, peningkatan teknologi, dan riset. Namun, kondisi harga yang menguntungkan tidak menghapus biaya dasar untuk mengejar ketertinggalan. 17
19
52
Perkembangan CXMT membuktikan bahwa R&D dan IP domestik dapat melahirkan penantang DRAM yang kredibel. Sengketanya dengan Pentagon sekaligus menunjukkan batas pencapaian tersebut: perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, tetapi tetap bergantung pada peralatan, pelanggan, regulasi, pembiayaan, dan kebijakan keamanan nasional dari luar negeri. 1
2
Jinhua dan CXMT tidak gagal atau berhasil semata-mata karena salah satunya memperoleh dukungan negara dan yang lain tidak. Keduanya merupakan proyek yang didukung negara.
Perbedaan penentunya adalah apakah proses pembelajaran teknologi dapat terus berjalan setelah menghadapi guncangan politik dan hukum.
Jalur Jinhua yang bergantung pada pihak eksternal terputus ketika perusahaan sedang mendekati produksi. Kombinasi modal jangka panjang, IP yang diperoleh secara legal, R&D internal, dan peningkatan skala manufaktur memberi CXMT peluang lebih besar untuk terus mengakumulasi kemajuan.
Namun, kebangkitan CXMT bukanlah akhir dari tantangan DRAM China. Perusahaan itu masih menghadapi kesenjangan teknologi, tekanan terhadap yield dan biaya, permintaan yang siklis, serta kemungkinan pengetatan kontrol ekspor.
Pelajaran besarnya: China memang dapat membangun penantang serius di industri memori, tetapi jalannya sangat sempit. Diperlukan pendanaan yang sabar, permintaan domestik, akses legal terhadap teknologi, rekayasa berkelanjutan, disiplin manufaktur, dan perlindungan dari titik-titik penyumbatan geopolitik.
CXMT telah menempuh jalan itu lebih jauh daripada Jinhua. Namun, sejauh ini, jalan tersebut belum menjadi jalur yang aman secara politik.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron.
Jinhua dan CXMT didirikan pada 2016 untuk membangun alternatif DRAM domestik China, dengan rencana pabrik wafer 12 inci dan ambisi menantang Samsung, SK Hynix, serta Micron. Jinhua mengandalkan kemitraan teknologi dengan UMC. Setelah sengketa rahasia dagang Micron dan penempatan Jinhua di Entity List AS pada 2018, dukungan teknis serta akses ke ekosistem pemasoknya terputus.
UMC mengaku bersalah dalam perkara pencurian rahasia dagang di AS dan didenda 60 juta dolar AS, sedangkan Jinhua sendiri dinyatakan tidak bersalah pada 2024—dua hasil hukum yang berbeda dan tidak mengembalikan momentu...