Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI. Strategi Blackstone tidak hanya mencakup pusat data dan perusahaan AI, tetapi juga cloud, pembiayaan berbasis chip, infrastruktur listrik, dan penerapan AI di perusahaan portofolionya.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Blackstone CEO Steve Schwarzman’s chance conversation with Alibaba founder Jack Ma on a bus in China in 2015—when Schwarzman initial. Article summary: Schwarzman describes the 2015 bus conversation with Jack Ma as the accidental starting point of Blackstone’s AI conviction: he initially did not understand the technology, while Ma explained that it would transform the w. Topic tags: general, news, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Sebuah obrolan singkat di bus di China pada 2015 membantu Steve Schwarzman melihat kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi yang bisa mengubah dunia. CEO Blackstone itu mengenang bahwa ia awalnya tidak memahami penjelasan Jack Ma, pendiri Alibaba. Namun, gagasan Ma bahwa AI akan membawa perubahan besar terus melekat di benaknya.1
6
Bagi Blackstone, perusahaan investasi alternatif yang mengelola aset lebih dari US$1,3 triliun, percakapan itu menjadi salah satu titik awal keyakinan terhadap AI.12 Strateginya kini menjangkau jauh melampaui perusahaan yang mengembangkan model AI: Blackstone juga berinvestasi pada infrastruktur dan bisnis yang menopang penggunaan teknologi tersebut.
Portofolio pusat data Blackstone dilaporkan bernilai sekitar US$200 miliar.2
6 Perusahaan ini juga menjajaki usaha komputasi awan bersama Google, memiliki kepentingan di pengembang AI seperti OpenAI, serta memberikan pembiayaan dengan jaminan chip Broadcom dan Nvidia.
6
Taruhannya mencakup kebutuhan fisik di balik komputasi AI. Blackstone berinvestasi pada pembangkit listrik dan peralatan pendingin pusat data—komponen yang dibutuhkan untuk mendukung sistem komputasi berskala besar.2
6
Perusahaan itu juga berupaya mendorong penggunaan AI di bisnis-bisnis dalam portofolionya melalui Ode, sebuah usaha yang dilaporkan melibatkan Anthropic, Hellman & Friedman, dan investor lain. AI bahkan mulai digunakan dalam proses internal Blackstone: sebuah model dilaporkan turut memberi masukan untuk menilai usulan transaksi.6
Rangkaian ini menunjukkan strategi yang berfokus pada infrastruktur, sekaligus investasi pada pengembang AI. Blackstone ingin mendapat eksposur bukan hanya dari perusahaan pembuat model, tetapi juga dari fasilitas, peralatan, energi, dan penerapan bisnis yang dapat menyertai meluasnya penggunaan AI.2
6
Schwarzman menggunakan pembangunan jaringan listrik untuk menjelaskan mengapa, menurutnya, AI masih berada pada tahap awal. Dalam analogi yang ia sampaikan, teknologi dasar seperti listrik memerlukan infrastruktur sebelum bisa dimanfaatkan secara luas. Berbagai kegunaan seperti radio dan televisi, katanya, belum terbayangkan ketika jaringan listrik mulai dibangun.6
Pesan analogi itu adalah bahwa teknologi besar bisa membutuhkan waktu dan infrastruktur sebelum beragam kegunaannya terlihat. Dalam konteks AI, Schwarzman berpendapat bahwa aplikasi masa depan mungkin melampaui hal-hal yang bisa dikenali investor saat ini.6
Namun, analogi tersebut bukan jaminan bahwa setiap investasi akan berhasil. Sebuah teknologi bisa memiliki potensi jangka panjang, sementara proyek tertentu, valuasi, atau skema pembiayaannya tetap menghadapi risiko.
Pembangunan pusat data menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat setempat. Blackstone mengatakan perusahaan berupaya menangani dampak sosial dan lingkungan dari pengembangan AI.46 Di saat yang sama, kebutuhan pusat data terhadap listrik dan peralatan menjadi tantangan; laporan juga mencatat adanya keterbatasan pasokan di tengah kuatnya permintaan kapasitas komputasi.
47
Ada pula risiko belanja modal. Pembahasan mengenai eksposur Blackstone terhadap AI menyoroti kemungkinan perlambatan investasi besar-besaran dan kekhawatiran bahwa perusahaan terlalu terkonsentrasi pada satu tema.48 Pusat data, pinjaman dengan jaminan chip, dan aset energi memang merupakan jenis investasi yang berbeda. Namun, kinerjanya tetap bisa bergantung pada faktor yang sama: permintaan komputasi AI dan berlanjutnya belanja untuk infrastruktur. Itu merupakan risiko yang patut diperhitungkan, bukan bukti bahwa semua investasi tersebut pasti bergerak searah.
Strategi Blackstone mencerminkan taruhan jangka panjang pada potensi AI dan infrastruktur yang mungkin dibutuhkannya. Analogi listrik menjelaskan mengapa Schwarzman melihat peluang yang dapat berkembang seiring waktu—tetapi tidak menjawab apakah harga investasi hari ini sudah tepat atau kelak menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI.
Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI. Strategi Blackstone tidak hanya mencakup pusat data dan perusahaan AI, tetapi juga cloud, pembiayaan berbasis chip, infrastruktur listrik, dan penerapan AI di perusahaan portofolionya.
Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI. Strategi Blackstone tidak hanya mencakup pusat data dan perusahaan AI, tetapi juga cloud, pembiayaan berbasis chip, infrastruktur listrik, dan penerapan AI di perusahaan portofolionya.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Blackstone CEO Steve Schwarzman’s chance conversation with Alibaba founder Jack Ma on a bus in China in 2015—when Schwarzman initial. Article summary: Schwarzman describes the 2015 bus conversation with Jack Ma as the accidental starting point of Blackstone’s AI conviction: he initially did not understand the technology, while Ma explained that it would transform the w. Topic tags: general, news, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Sebuah obrolan singkat di bus di China pada 2015 membantu Steve Schwarzman melihat kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi yang bisa mengubah dunia. CEO Blackstone itu mengenang bahwa ia awalnya tidak memahami penjelasan Jack Ma, pendiri Alibaba. Namun, gagasan Ma bahwa AI akan membawa perubahan besar terus melekat di benaknya.1
6
Bagi Blackstone, perusahaan investasi alternatif yang mengelola aset lebih dari US$1,3 triliun, percakapan itu menjadi salah satu titik awal keyakinan terhadap AI.12 Strateginya kini menjangkau jauh melampaui perusahaan yang mengembangkan model AI: Blackstone juga berinvestasi pada infrastruktur dan bisnis yang menopang penggunaan teknologi tersebut.
Portofolio pusat data Blackstone dilaporkan bernilai sekitar US$200 miliar.2
6 Perusahaan ini juga menjajaki usaha komputasi awan bersama Google, memiliki kepentingan di pengembang AI seperti OpenAI, serta memberikan pembiayaan dengan jaminan chip Broadcom dan Nvidia.
6
Taruhannya mencakup kebutuhan fisik di balik komputasi AI. Blackstone berinvestasi pada pembangkit listrik dan peralatan pendingin pusat data—komponen yang dibutuhkan untuk mendukung sistem komputasi berskala besar.2
6
Perusahaan itu juga berupaya mendorong penggunaan AI di bisnis-bisnis dalam portofolionya melalui Ode, sebuah usaha yang dilaporkan melibatkan Anthropic, Hellman & Friedman, dan investor lain. AI bahkan mulai digunakan dalam proses internal Blackstone: sebuah model dilaporkan turut memberi masukan untuk menilai usulan transaksi.6
Rangkaian ini menunjukkan strategi yang berfokus pada infrastruktur, sekaligus investasi pada pengembang AI. Blackstone ingin mendapat eksposur bukan hanya dari perusahaan pembuat model, tetapi juga dari fasilitas, peralatan, energi, dan penerapan bisnis yang dapat menyertai meluasnya penggunaan AI.2
6
Schwarzman menggunakan pembangunan jaringan listrik untuk menjelaskan mengapa, menurutnya, AI masih berada pada tahap awal. Dalam analogi yang ia sampaikan, teknologi dasar seperti listrik memerlukan infrastruktur sebelum bisa dimanfaatkan secara luas. Berbagai kegunaan seperti radio dan televisi, katanya, belum terbayangkan ketika jaringan listrik mulai dibangun.6
Pesan analogi itu adalah bahwa teknologi besar bisa membutuhkan waktu dan infrastruktur sebelum beragam kegunaannya terlihat. Dalam konteks AI, Schwarzman berpendapat bahwa aplikasi masa depan mungkin melampaui hal-hal yang bisa dikenali investor saat ini.6
Namun, analogi tersebut bukan jaminan bahwa setiap investasi akan berhasil. Sebuah teknologi bisa memiliki potensi jangka panjang, sementara proyek tertentu, valuasi, atau skema pembiayaannya tetap menghadapi risiko.
Pembangunan pusat data menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat setempat. Blackstone mengatakan perusahaan berupaya menangani dampak sosial dan lingkungan dari pengembangan AI.46 Di saat yang sama, kebutuhan pusat data terhadap listrik dan peralatan menjadi tantangan; laporan juga mencatat adanya keterbatasan pasokan di tengah kuatnya permintaan kapasitas komputasi.
47
Ada pula risiko belanja modal. Pembahasan mengenai eksposur Blackstone terhadap AI menyoroti kemungkinan perlambatan investasi besar-besaran dan kekhawatiran bahwa perusahaan terlalu terkonsentrasi pada satu tema.48 Pusat data, pinjaman dengan jaminan chip, dan aset energi memang merupakan jenis investasi yang berbeda. Namun, kinerjanya tetap bisa bergantung pada faktor yang sama: permintaan komputasi AI dan berlanjutnya belanja untuk infrastruktur. Itu merupakan risiko yang patut diperhitungkan, bukan bukti bahwa semua investasi tersebut pasti bergerak searah.
Strategi Blackstone mencerminkan taruhan jangka panjang pada potensi AI dan infrastruktur yang mungkin dibutuhkannya. Analogi listrik menjelaskan mengapa Schwarzman melihat peluang yang dapat berkembang seiring waktu—tetapi tidak menjawab apakah harga investasi hari ini sudah tepat atau kelak menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI.
Steve Schwarzman mengatakan obrolan dengan pendiri Alibaba Jack Ma di bus pada 2015 membantu memicu keyakinannya terhadap potensi AI. Strategi Blackstone tidak hanya mencakup pusat data dan perusahaan AI, tetapi juga cloud, pembiayaan berbasis chip, infrastruktur listrik, dan penerapan AI di perusahaan portofolionya.