ASML menaikkan proyeksi penjualan 2026 dua kali, dari €34–€39 miliar menjadi €43–€45 miliar, setelah permintaan terkait AI menguat di segmen chip logika canggih dan memori. Pada kuartal II 2026, penjualan mencapai €9,3 miliar dengan margin kotor 54% dan laba bersih €2,9 miliar.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did ASML Holding N.V.’s stronger-than-expected second-quarter 2026 results and the artificial-intelligence-driven demand for advanced lo. Article summary: ASML’s guidance increases reflect a genuine improvement in demand visibility, not just a single strong quarter: AI investment is driving both leading-edge logic and high-bandwidth-memory capacity, lifting orders for ASML. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Hasil kuartal II ASML menunjukkan bahwa gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) mulai terasa hingga ke perusahaan yang memasok mesin paling penting dalam produksi chip canggih. ASML membukukan penjualan €9,3 miliar pada kuartal II—melampaui batas atas proyeksi internalnya—dan menaikkan proyeksi penjualan 2026 menjadi €43–€45 miliar, dengan target margin kotor 54%–56%.
Kenaikan proyeksi tersebut memang memperkuat prospek bisnis. Namun, hal itu tidak otomatis berarti saham ASML sudah murah. Pertanyaan utamanya adalah apakah visibilitas permintaan yang sangat kuat dan keunggulan teknologi EUV dapat terus mendorong pertumbuhan laba cukup cepat untuk membenarkan valuasi premium.
ASML mengawali 2026 dengan proyeksi penjualan €34–€39 miliar. Pada April, rentang tersebut dinaikkan menjadi €36–€40 miliar. Setelah merilis hasil kuartal II, manajemen kembali menaikkannya menjadi €43–€45 miliar.
Dengan demikian, titik tengah proyeksi bergerak dari €36,5 miliar menjadi €38 miliar, lalu €44 miliar. Dibandingkan titik tengah awal, proyeksi terbaru meningkat sekitar 21%.
Kenaikan terakhir menyusul kuartal yang kuat. Total penjualan mencapai €9,326 miliar dan margin kotor berada di level 54%, keduanya lebih baik daripada ekspektasi perusahaan. Pendapatan dari Installed Base Management—yang mencakup layanan, peningkatan, dan dukungan untuk mesin ASML yang sudah terpasang—mencapai €2,762 miliar dan turut mendorong hasil kuartalan tersebut.
Namun, peningkatan proyeksi itu bukan semata-mata berkat pendapatan layanan. Penjualan bersih sistem pada kuartal II mencapai €6,6 miliar, termasuk €3,8 miliar dari sistem EUV dan satu sistem High-NA. Segmen logika menyumbang 51% penjualan bersih sistem, sedangkan memori 49%. Komposisi ini menunjukkan bahwa permintaan datang dari dua kategori utama industri chip.
Infrastruktur AI membutuhkan prosesor logika canggih dan memori berperforma tinggi. Karena itu, produsen chip tidak hanya menambah kapasitas di satu titik rantai produksi, tetapi berinvestasi pada litografi node terdepan sekaligus kapasitas memori tambahan.
Dalam komentarnya untuk kuartal II, ASML menyebut permintaan pelanggan terhadap mesin litografinya “sangat kuat”. Perusahaan juga mengatakan akan memperluas kapasitas untuk memenuhi kebutuhan sistem yang digunakan dalam produksi chip AI canggih.
Sinyal ini lebih konstruktif daripada sekadar satu pesanan besar atau satu kuartal yang kebetulan kuat. Para pelanggan tampaknya merencanakan penambahan kapasitas untuk beberapa tahun ke depan, sementara ASML mulai bersiap sebelum seluruh potensi permintaan tersebut tercatat sebagai pendapatan.
Perbedaan ini penting bagi investor. Pesanan dan komitmen pelanggan memang meningkatkan visibilitas, tetapi tidak menghilangkan risiko terkait jadwal pengiriman, pembangunan pabrik, penerimaan mesin, pembatasan ekspor, maupun pembatalan pesanan. Backlog bukan hal yang sama dengan penjualan jangka pendek.
ASML menutup 2025 dengan backlog yang dilaporkan sebesar €38,8 miliar, setara dengan visibilitas pendapatan sekitar 18–24 bulan. Manajemen juga mengindikasikan bahwa kapasitas EUV untuk 2027 hampir sepenuhnya telah tercakup oleh pesanan dan perusahaan sudah menerima sejumlah besar pesanan untuk sistem 2028.
Untuk 2027, ASML berencana menambah sekitar 30% kapasitas EUV low-NA dibandingkan kapasitas 2026 yang direncanakan sekitar 65 sistem. Perusahaan juga sedang mengkaji kenaikan kapasitas tambahan sebesar 30% untuk 2028. Kapasitas DUV imersi untuk 2027 direncanakan naik 30% dari sekitar 130 sistem pada 2026, dengan ekspansi lanjutan untuk 2028 masih dalam peninjauan.
Rencana tersebut menyampaikan dua pesan. Pertama, permintaan cukup kuat sehingga ASML bersedia menyiapkan modal dan sumber daya operasional sebelum seluruh siklus pendapatan terealisasi. Kedua, ekspansi ini menuntut eksekusi yang rumit—mulai dari pemasok, fasilitas produksi, tenaga kerja spesialis, hingga kesiapan pabrik pelanggan.
Pertumbuhan kapasitas dapat menopang pendapatan dan margin. Namun, langkah yang sama juga meningkatkan eksposur ASML jika belanja modal industri semikonduktor tiba-tiba melemah.
Keunggulan kompetitif terbesar ASML adalah posisi eksklusifnya di teknologi extreme ultraviolet (EUV), yang digunakan dalam produksi chip paling canggih. TheStreet menggambarkan ASML sebagai perusahaan yang memiliki kendali eksklusif atas EUV, sementara Reuters melaporkan bahwa mesin ASML diperlukan untuk memproduksi chip AI canggih.
Posisi tersebut membantu menjelaskan mengapa ASML dapat diperdagangkan dengan valuasi premium. Pelanggan yang ingin membangun kapasitas node terdepan hanya memiliki sedikit alternatif praktis. Nilai mesin ASML juga semakin besar ketika permintaan AI membuat kapasitas produksi chip canggih menjadi aset strategis.
Meski demikian, keunggulan tersebut bukan jaminan bahwa harga saham akan terus naik tanpa gangguan. ASML tetap bergantung pada keputusan belanja sejumlah pelanggan semikonduktor besar, menghadapi pembatasan geopolitik terhadap ekspor peralatan, dan terpapar pada waktu pengiriman sistem bernilai tinggi.
Saham ASML turun dari €1.621,20 menjadi €1.505,40 dalam tiga sesi perdagangan, atau sekitar 7,1%. Perhitungan nilai pasar menunjukkan pengurangan kapitalisasi sekitar €45 miliar.
Namun, angka tersebut menggambarkan perubahan nilai pasar saham yang beredar, bukan berarti €45 miliar menguap dari bisnis operasional perusahaan.
Penurunan saham teknologi dan semikonduktor yang lebih luas juga dikaitkan dengan kondisi pasar yang menghindari risiko, kenaikan imbal hasil obligasi, dan kekhawatiran geopolitik. Dalam konteks ini, aksi jual ASML lebih konsisten dengan perubahan posisi investor dan tingkat diskonto daripada bukti bahwa pesanan atau proyeksi kuartal II perusahaan memburuk.
Tetap ada risiko lanjutan. Penurunan yang awalnya dipicu faktor makro dapat berubah menjadi masalah fundamental jika suku bunga tinggi atau selera risiko yang melemah membuat pelanggan menunda belanja modal. Bagi investor ASML, pertanyaannya bukan apakah saham bisa turun ketika kinerja bisnis sedang kuat—jawabannya jelas bisa—melainkan apakah estimasi laba tetap bertahan ketika pasar memberikan kelipatan valuasi yang lebih rendah.
Data MarketScreener menempatkan ASML pada sekitar 39,4 kali estimasi laba 2026 dan 29,1 kali estimasi laba 2027. Kelipatan tersebut menunjukkan bahwa investor sudah memperkirakan pertumbuhan laba yang besar.
Rasio P/E 2027 yang lebih rendah dapat membuat valuasi hari ini terlihat lebih masuk akal, tetapi hanya jika estimasi laba itu benar-benar tercapai. Karena itu, klaim bahwa ASML “kemahalan 45,5%” sebaiknya dipahami sebagai hasil suatu model, bukan fakta objektif. Estimasi nilai wajar bergantung pada asumsi mengenai pertumbuhan, margin, tingkat diskonto, dan lamanya siklus semikonduktor.
Kesimpulan yang lebih berguna adalah bahwa harga saham ASML sudah mencerminkan ekspektasi eksekusi yang berkelanjutan.
Target analis masih cenderung positif, meski berbeda-beda menurut penyedia data dan tanggal pembaruan. MarketBeat mencatat konsensus “Moderate Buy” dengan target rata-rata $1.970,33. Bernstein menaikkan targetnya menjadi $2.623, sementara JPMorgan menaikkannya menjadi $2.400.
Angka-angka tersebut merupakan skenario berdasarkan asumsi analis, bukan jaminan atau konfirmasi independen atas nilai intrinsik saham.
Bukti yang tersedia mendukung kasus investasi jangka panjang yang kuat untuk ASML:
Namun, risikonya juga tidak boleh diabaikan:
Bagi investor dengan horizon beberapa tahun yang siap menghadapi volatilitas dan meyakini belanja chip terkait AI akan tetap kuat secara struktural, ASML menawarkan eksposur langka terhadap salah satu titik paling krusial dalam manufaktur semikonduktor.
Namun, setelah kenaikan proyeksi dan penguatan saham sebelumnya, kasus investasinya lebih tepat disebut sebagai saham pertumbuhan premium dengan risiko eksekusi dan valuasi, bukan sebagai saham yang otomatis menjadi murah hanya karena mengalami aksi jual jangka pendek.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
ASML menaikkan proyeksi penjualan 2026 dua kali, dari €34–€39 miliar menjadi €43–€45 miliar, setelah permintaan terkait AI menguat di segmen chip logika canggih dan memori.
ASML menaikkan proyeksi penjualan 2026 dua kali, dari €34–€39 miliar menjadi €43–€45 miliar, setelah permintaan terkait AI menguat di segmen chip logika canggih dan memori. Pada kuartal II 2026, penjualan mencapai €9,3 miliar dengan margin kotor 54% dan laba bersih €2,9 miliar.
Penurunan saham sekitar 7,1% dalam tiga sesi hingga €1.505,40 lebih terlihat sebagai penyesuaian valuasi dan kondisi makro daripada tanda bahwa prospek operasional ASML telah rusak.