Alibaba meluncurkan Qwen2.5 Max pada Januari 2025 setelah melatihnya dengan lebih dari 20 triliun token. Dampak strategisnya datang dari perpaduan model mendekati frontier, distribusi Alibaba Cloud, serta ekosistem Qwen yang menyediakan berbagai model dengan bobot yang dapat diunduh.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did Alibaba Cloud’s January 2025 launch of Qwen2.5-Max—its most advanced large language model at the time—intensify competition among fr. Article summary: Alibaba’s Qwen2.5-Max launch signaled that Chinese developers could rapidly produce near-frontier models and deploy them through major cloud platforms, putting pressure on both Western closed-model pricing and Chinese ri. Topic tags: general, academic, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks
Peluncuran Qwen2.5-Max oleh Alibaba pada Januari 2025 penting bukan hanya karena posisinya di papan peringkat model AI. Peluncuran itu menunjukkan bagaimana perusahaan cloud besar asal China dapat menggabungkan model berkapasitas tinggi dengan distribusi API secara cepat—lalu memperkuatnya melalui ekosistem Qwen yang luas dan sebagian terbuka.
Hasilnya, persaingan pasar AI menjadi semakin ketat. Penyedia Barat tidak lagi dapat hanya mengandalkan keunggulan performa, sementara pengembang China harus bersaing dalam lebih banyak hal: harga, keterbukaan model, fleksibilitas penerapan, dan jangkauan ke pelanggan perusahaan.
Alibaba menyebut Qwen2.5-Max sebagai model bahasa skala besar dengan arsitektur mixture-of-experts (MoE). Model ini dilatih terlebih dahulu menggunakan lebih dari 20 triliun token, kemudian menjalani pelatihan lanjutan dengan supervised fine-tuning (SFT) terkurasi dan reinforcement learning from human feedback (RLHF). 9
Model MoE memiliki sejumlah jaringan “ahli” dan mengarahkan setiap masukan hanya ke sebagian ahli yang paling relevan. Dengan cara ini, kapasitas total model dapat diperbesar tanpa mengaktifkan seluruh komponennya untuk setiap permintaan. Namun, pengumuman Alibaba tidak memuat informasi arsitektur yang cukup untuk memverifikasi secara independen jumlah parameter total maupun jumlah parameter aktif Qwen2.5-Max. 9
Qwen2.5-Max masih berhubungan dengan keluarga Qwen2.5, tetapi bukan model yang sama dengan checkpoint Qwen2.5 yang dapat diunduh. Keluarga Qwen2.5 mencakup model dasar dan model yang telah disesuaikan untuk mengikuti instruksi, dengan ukuran mulai dari 0,5 miliar hingga 72 miliar parameter. Versi terkuantisasi juga tersedia melalui repositori seperti Hugging Face, ModelScope, dan Kaggle. 132
Berbeda dari sebagian model dalam keluarga tersebut, Qwen2.5-Max pada awalnya diposisikan sebagai model yang diakses melalui layanan cloud, bukan sebagai model dengan bobot yang dapat diunduh. Akses awalnya dikaitkan dengan layanan Model Studio milik Alibaba Cloud serta antarmuka percakapan Qwen. 13
Alibaba menyatakan bahwa Qwen2.5-Max memiliki performa yang kurang lebih setara dengan Claude 3.5 Sonnet dalam sejumlah evaluasi, serta mengungguli GPT-4o, DeepSeek-V3, dan Llama 3.1 405B “hampir di seluruh aspek”. Pernyataan tersebut merupakan klaim Alibaba, bukan bukti bahwa model ini secara universal lebih unggul dalam penggunaan produksi. 29
Perusahaan menyoroti sejumlah pengujian dengan fokus berbeda, antara lain:
Kombinasi benchmark tersebut membantu Alibaba memosisikan Qwen2.5-Max sebagai model serbaguna untuk pemrograman, matematika, pekerjaan berbasis pengetahuan, dan asisten perusahaan. Namun, hasil benchmark dapat dipengaruhi oleh prompt, versi model, metode evaluasi, serta perbedaan akses terhadap alat atau instruksi sistem.
Karena itu, skor benchmark sebaiknya dibaca sebagai bukti bahwa model ini kompetitif pada pengujian tertentu—bukan sebagai peringkat menyeluruh atas keandalan faktual, keamanan, latensi, penggunaan alat, atau kesesuaian untuk kebutuhan perusahaan.
Laporan mengenai papan peringkat Chatbot Arena pada awal Februari 2025 menempatkan Qwen2.5-Max di posisi ketujuh secara keseluruhan dengan skor 1.332. Laporan yang sama menyebut model ini berada di posisi pertama untuk kategori matematika dan pemrograman, serta posisi kedua untuk hard prompts. 1012
Temuan tersebut menjadi sinyal penting di luar pengujian internal Alibaba karena Chatbot Arena membandingkan jawaban model melalui penilaian pengguna secara crowdsourced. Meski demikian, papan peringkat ini bersifat dinamis dan sensitif terhadap jenis prompt. Posisi tinggi di Arena tidak otomatis mengukur keandalan fakta, keamanan, penggunaan alat, perilaku agen dalam tugas panjang, atau kebutuhan operasional penerapan bisnis.
Kesimpulan yang paling hati-hati adalah bahwa Qwen2.5-Max merupakan pesaing yang kredibel dan mendekati level frontier. Hasilnya menantang anggapan bahwa jarak antara sistem AI terkemuka dari China dan Barat selalu sangat lebar. Namun, klaim Alibaba mengenai keunggulan yang lebih luas tetap perlu dikaitkan dengan perusahaan tersebut dan dengan benchmark spesifik yang digunakan. 29
Nilai strategis Qwen2.5-Max tidak hanya berasal dari model flagship itu sendiri, tetapi juga dari model-model yang mengelilinginya. Laporan teknis Qwen2.5 dari Alibaba menyebut lebih dari 100 model dan varian yang dapat diakses melalui repositori publik. Ekosistem tersebut memadukan model dengan bobot terbuka dan layanan hosted yang bersifat proprietary. 1
Kombinasi ini melayani kelompok pengguna yang berbeda:
Dengan demikian, strategi Alibaba bukan sekadar memilih antara model terbuka atau tertutup. Perusahaan mempertahankan flagship kelas atas melalui akses hosted, sambil menggunakan model terbuka untuk membangun familiaritas pengembang, integrasi, dan pangsa perhatian dalam ekosistem deployment.
Langkah besar berikutnya adalah Qwen3, yang dirilis pada April 2025 sebagai keluarga model open-source. Peluncurannya mencakup enam model dense dengan ukuran mulai dari 0,6 miliar hingga 32 miliar parameter, serta dua model MoE: model dengan 30 miliar parameter dan 3 miliar parameter aktif, serta model dengan 235 miliar parameter dan 22 miliar parameter aktif. 1718
Model Qwen3 tersedia secara global melalui kanal seperti Hugging Face, GitHub, dan ModelScope. Pengguna juga dapat menjelajahinya melalui chat.qwen.ai, sementara akses API direncanakan melalui platform pengembangan model Alibaba. 1718
Perkembangan ini memperjelas model bisnis Alibaba. Layanan hosted dapat digunakan untuk akses premium dan terkelola, sedangkan bobot terbuka dalam berbagai ukuran mendorong penerapan lokal, fine-tuning, dan pembuatan aplikasi pihak ketiga. Model Studio menjadi jembatan komersial antara dua sisi portofolio tersebut.
Alibaba kemudian mempromosikan dukungan Qwen3 di berbagai lingkungan perangkat keras, termasuk penerapan versi terkuantisasi pada perangkat Apple, dukungan GPU AMD Instinct, serta model berukuran kecil untuk perangkat seluler berbasis Arm. 22 Perkembangan ini membuat ekosistem Qwen tidak sepenuhnya bergantung pada satu penyedia cloud atau satu platform akselerator.
Qwen2.5-Max hadir tidak lama setelah DeepSeek-V3 menarik perhatian internasional. Waktunya membuat peluncuran Alibaba terlihat bukan sebagai pencapaian tunggal, melainkan sebagai tanda bahwa persaingan AI di China berkembang semakin dalam. Alibaba, sebagai pemain cloud besar dengan keluarga model yang sudah mapan, dapat merespons dengan model yang diklaim sebanding dengan sistem terkemuka dari Amerika Serikat. 2
Tekanan terhadap pengembang model frontier muncul dari setidaknya empat arah:
Bagi penyedia Barat seperti Anthropic dan OpenAI, standar diferensiasi pun meningkat. Model premium harus membenarkan harganya melalui keunggulan yang bertahan lama dalam kemampuan, keamanan, keandalan, penggunaan alat, kinerja konteks panjang, tata kelola, atau dukungan perusahaan—bukan sekadar melalui satu headline benchmark.
Kemungkinan hasilnya adalah segmentasi pasar, bukan penggantian secara langsung. Organisasi dengan kebutuhan paling ketat mungkin tetap membayar sistem proprietary frontier. Di sisi lain, penerapan yang sensitif terhadap biaya, membutuhkan banyak kustomisasi, atau mempertimbangkan kontrol data dan kedaulatan teknologi akan memiliki alternatif China dan open-weight yang semakin kredibel.
Orientasi multibahasa keluarga Qwen menjadi aset kompetitif lainnya. Materi Qwen2.5 dari Alibaba menggambarkan ekosistem model yang luas untuk penggunaan bahasa dan kode, sementara materi Qwen3 menyebut dukungan terhadap 119 bahasa dan dialek. 118
Bagi perusahaan internasional, cakupan multibahasa dapat memengaruhi pemilihan model sama besar dengan benchmark berbahasa Inggris. Kemampuan ini berhubungan dengan lokalisasi, layanan pelanggan, penerjemahan, sistem pengetahuan internal, dan deployment regional.
Keunggulan praktisnya tetap bergantung pada kualitas tiap bahasa dan kebutuhan bisnis. Namun, strategi bahasa yang luas memberi Alibaba lebih banyak peluang untuk bersaing di luar pasar yang berfokus pada bahasa Inggris.
Tidak terdapat bukti tepercaya yang cukup dalam materi sumber bahwa model frontier China bernama Ox Alpha merupakan sistem yang terdokumentasi dan telah dirilis, apalagi sistem yang dapat dibandingkan dengan DeepSeek-V3 atau Qwen2.5-Max.
Karena itu, “Ox Alpha” sebaiknya diperlakukan sebagai label yang belum terverifikasi atau spekulasi—bukan sebagai bukti dalam menilai kemampuan AI China.
Ketidakpastian tersebut tidak mengubah kesimpulan yang lebih besar. Qwen2.5-Max, DeepSeek, dan berbagai peluncuran model China setelahnya menunjukkan bahwa persaingan frontier semakin multipolar. Bobot terbuka, arsitektur efisien, API hosted, dukungan multibahasa, dan distribusi cloud kini menjadi senjata kompetitif, bukan lagi fitur tambahan.
Qwen2.5-Max tidak membuktikan bahwa Alibaba telah secara permanen mengungguli setiap laboratorium AI Barat. Sumbangan terpentingnya bersifat strategis: model ini menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan dapat menggabungkan flagship yang kompetitif, akses cloud, pengembangan model terbuka, dan distribusi global kepada pengembang.
Perpaduan itu mengubah pertanyaan yang dihadapi pembeli teknologi AI. Mereka tidak lagi cukup bertanya model mana yang berada di posisi teratas dalam satu benchmark. Mereka juga perlu membandingkan kemampuan, biaya, keterbukaan, kendali deployment, cakupan bahasa, dukungan perangkat keras, serta operasi perusahaan secara bersamaan.
Dalam pengertian tersebut, Qwen2.5-Max memperketat perlombaan AI frontier meski sebagian kemenangan benchmark-nya masih perlu dibaca secara hati-hati. Peluncuran ini membantu menggeser persaingan dari pertarungan beberapa laboratorium tertutup menuju pasar yang lebih luas—pasar tempat ekosistem model dan infrastruktur pendukungnya sama pentingnya dengan model itu sendiri.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Alibaba meluncurkan Qwen2.5 Max pada Januari 2025 setelah melatihnya dengan lebih dari 20 triliun token.
Alibaba meluncurkan Qwen2.5 Max pada Januari 2025 setelah melatihnya dengan lebih dari 20 triliun token. Dampak strategisnya datang dari perpaduan model mendekati frontier, distribusi Alibaba Cloud, serta ekosistem Qwen yang menyediakan berbagai model dengan bobot yang dapat diunduh.
Qwen3 kemudian memperluas strategi tersebut melalui delapan model open weight, termasuk model MoE dengan 235 miliar parameter total dan 22 miliar parameter aktif.