Seorang ayah di Singapura tanpa latar belakang pemrograman membuat aplikasi web pelacak bayi setelah lima bulan kesulitan mencatat aktivitas bayi secara manual. Ia menggunakan Claude Code—alat AI yang berjalan di terminal—yang dapat membaca file proyek, menjalankan perintah, dan menulis kode berdasarkan instruksi ba...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How did a Singapore father with no coding experience use a $30/month AI tool (Claude Code) and natural‑language prompts through Mac Terminal. Article summary: A Singapore father with no coding experience reportedly used Claude Code through Mac Terminal, giving it natural-language instructions to build a baby-tracking web app after months of struggling with pen-and-paper tracki. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# No coding skills, no problem: New father builds baby tracker with AI tool. Mr Frank Chester Tan with his wife Estee Cheng and their son Raphael. After five months of struggling w" source context "No coding skills, no problem: New father builds baby tracker with AI tool | The Straits Times" Reference image 2: vi
Bagi banyak orang tua baru, mencatat jadwal menyusui, tidur, dan aktivitas harian bayi bisa cepat terasa melelahkan. Hal itulah yang dialami seorang ayah di Singapura—sampai akhirnya ia memutuskan membuat solusi digital sendiri, meskipun ia sama sekali tidak memiliki pengalaman coding.
Menurut laporan The Star, ia menghabiskan sekitar lima bulan mencoba mencatat semuanya dengan pena dan kertas sebelum memutuskan membuat aplikasi sendiri. Alih‑alih mempelajari bahasa pemrograman dari nol, ia menggunakan Claude Code, alat AI yang memungkinkan pengguna membuat perangkat lunak hanya dengan instruksi bahasa biasa.
Hasilnya adalah sebuah aplikasi web pelacak bayi yang sebagian besar dibuat melalui perintah berbentuk kalimat dalam bahasa Inggris.
Claude Code adalah alat pengembangan perangkat lunak berbasis AI yang dibuat oleh perusahaan AI Anthropic. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya menjawab pertanyaan, alat ini dapat bekerja langsung di lingkungan pengembangan.
Beberapa kemampuannya antara lain:
Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu mengetik setiap baris kode secara manual. Mereka cukup menjelaskan apa yang ingin dibuat, dan sistem AI akan merencanakan serta menerapkan perubahan yang diperlukan.
Anthropic menyebut pendekatan ini sebagai workflow “agentic”, di mana AI dapat menjelajahi kode proyek, merencanakan tugas, lalu mengeksekusinya sementara pengguna memantau atau memberi arahan tambahan.
Ayah tersebut mulai menggunakan Claude Code setelah mendapatkan saran dari atasannya. Ia menjalankan alat tersebut melalui Mac Terminal, lalu menjelaskan fitur yang diinginkan menggunakan kalimat bahasa Inggris biasa—bukan sintaks pemrograman.
Claude Code sendiri tersedia melalui langganan Claude Pro, dengan biaya sekitar S$30 (sekitar US$23) per bulan, sehingga relatif terjangkau bagi pengguna non‑teknis yang ingin bereksperimen membuat aplikasi.
Proses pengembangannya kira‑kira seperti ini:
Pendekatan ini memungkinkan seseorang tanpa latar belakang teknis mengubah ide menjadi aplikasi yang berjalan—tanpa harus terlebih dulu mempelajari bahasa pemrograman.
Berdasarkan laporan yang tersedia, beberapa hal berikut dapat dikonfirmasi:
Fakta‑fakta ini menunjukkan bagaimana alat AI baru mulai menurunkan hambatan untuk membuat perangkat lunak.
Cerita ini juga banyak dibahas di internet dengan tambahan detail. Namun sumber yang tersedia tidak mengonfirmasi beberapa klaim yang sering muncul, seperti:
Tanpa konfirmasi dari sumber yang dapat dipercaya, detail tersebut sebaiknya diperlakukan dengan hati‑hati.
Kasus ini menunjukkan perubahan besar dalam cara perangkat lunak dibuat: pemrograman berbasis bahasa alami.
Dengan alat seperti Claude Code, pengguna cukup menjelaskan masalah yang ingin mereka selesaikan. AI kemudian menangani sebagian besar pekerjaan teknis—mulai dari merancang struktur aplikasi hingga menulis kode.
Artinya, orang dengan keahlian di bidang lain—orang tua, guru, analis, atau desainer—berpotensi membuat alat digital mereka sendiri tanpa harus menjadi developer profesional.
Aplikasi pelacak bayi buatan ayah di Singapura ini mungkin sederhana, tetapi ia menggambarkan tren yang lebih besar: agen AI mulai mengubah ide sehari‑hari menjadi perangkat lunak nyata.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Seorang ayah di Singapura tanpa latar belakang pemrograman membuat aplikasi web pelacak bayi setelah lima bulan kesulitan mencatat aktivitas bayi secara manual.
Seorang ayah di Singapura tanpa latar belakang pemrograman membuat aplikasi web pelacak bayi setelah lima bulan kesulitan mencatat aktivitas bayi secara manual. Ia menggunakan Claude Code—alat AI yang berjalan di terminal—yang dapat membaca file proyek, menjalankan perintah, dan menulis kode berdasarkan instruksi bahasa alami.
Beberapa klaim yang beredar online tentang fitur tambahan atau integrasi platform belum dikonfirmasi oleh laporan sumber yang tersedia.