Peneliti mengatakan kampanye disinformasi “Matryoshka” telah mengambil alih akun Bluesky milik jurnalis, profesor, dan seniman untuk menyebarkan video manipulatif dan berita palsu.[1][3] Operasi ini menggunakan peniruan identitas, media sintetis berbasis AI, dan jaringan akun yang terkoordinasi untuk membuat propaga...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How are Russian influence operators reportedly hijacking real Bluesky user accounts—such as those of journalists, professors, and artists—to. Article summary: Russian influence operators reportedly took over legitimate Bluesky accounts and then used those trusted profiles to post fabricated, pro-Kremlin material, especially content meant to erode Western backing for Ukraine.[1. Topic tags: general, education, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "– On January 17, more than 100 German language Doppelganger accounts become active on Bluesky, replying to posts by authentic users. – The influence operation focused on narratives" source context "Sky's the Limit - Russian Influence Operation Doppelgänger Expands to Bluesky - Alliance4Europe" Reference image 2: visua
Peneliti keamanan informasi melaporkan bahwa jaringan operasi pengaruh yang dikaitkan dengan Rusia mulai menargetkan platform media sosial Bluesky dengan cara yang berbeda dari kampanye bot tradisional. Alih‑alih hanya membuat akun palsu, jaringan ini diduga membajak akun pengguna nyata lalu menggunakannya untuk menyebarkan propaganda.
Investigasi oleh akademisi dan kelompok pemantau internet mengaitkan aktivitas tersebut dengan operasi disinformasi yang dikenal sebagai “Matryoshka,” juga disebut Operation Overload atau Storm‑1679.
Operasi ini menggabungkan pencurian identitas digital, media yang dimanipulasi dengan kecerdasan buatan, serta penyebaran terkoordinasi untuk mendorong narasi yang melemahkan kepercayaan terhadap institusi Barat dan dukungan terhadap Ukraina.
Berbeda dengan jaringan bot yang biasanya menggunakan akun baru atau anonim, kampanye ini dilaporkan mengambil alih akun Bluesky milik orang sungguhan—termasuk jurnalis, profesor, seniman, hingga pembuat film—lalu memposting konten palsu melalui akun tersebut.
Menurut penelitian dari Media Forensics Hub di Clemson University, platform Bluesky yang relatif baru membuat banyak tokoh publik belum sempat mengamankan akun dengan nama mereka. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku untuk meniru atau mengambil alih identitas digital tersebut.
Setelah akun dikuasai, pelaku mempublikasikan video manipulatif atau laporan berita palsu yang tampak kredibel karena berasal dari profil yang sudah dikenal.
Strategi ini membuat disinformasi lebih sulit dideteksi. Banyak pengguna cenderung percaya pada akun yang sudah memiliki reputasi, sehingga konten bisa menyebar sebelum pengguna lain atau sistem moderasi menyadari manipulasi tersebut.
Nama Matryoshka diambil dari boneka bersusun khas Rusia, yang menggambarkan cara operasi ini menyembunyikan propaganda di dalam lapisan konten yang tampak kredibel.
Kampanye ini juga dikenal sebagai Operation Overload atau Storm‑1679 dan oleh peneliti digambarkan sebagai operasi pengaruh yang meniru organisasi media, akademisi, dan lembaga pemerintah untuk menimbulkan kebingungan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi demokratis.
Pendekatannya biasanya memadukan beberapa teknik utama:
Dengan cara ini, propaganda dibuat terlihat seperti diskusi organik di internet, bukan kampanye terorganisasi.
Salah satu ciri khas operasi ini adalah penggunaan video yang dimanipulasi atau dibuat dengan AI. Analisis peneliti menemukan video yang dirancang menyerupai laporan berita dari media Barat, lengkap dengan gaya visual dan grafis yang mirip siaran asli.
Karena tampilannya meyakinkan, video semacam ini sering kali dibagikan terlebih dahulu sebelum pemeriksa fakta sempat mengungkap bahwa kontennya palsu.
Peneliti mengatakan penggunaan AI generatif membuat produksi materi propaganda menjadi jauh lebih cepat dan murah, memungkinkan operasi pengaruh memproduksi konten dalam skala besar.
Beberapa organisasi penelitian dan kelompok pemantau telah melacak aktivitas jaringan tersebut.
Sejumlah laporan media menyebut peneliti mengaitkan operasi tersebut dengan Social Design Agency yang berbasis di Moskow, namun atribusi ini masih disebut sebagai penilaian peneliti dan bukan keputusan hukum resmi.
Aktivitas Matryoshka tidak dimulai di Bluesky. Peneliti sebelumnya telah menemukan kampanye serupa di berbagai platform media sosial, termasuk X (sebelumnya Twitter), Telegram, TikTok, dan lainnya.
Ketika pengguna berpindah ke platform baru atau kebijakan moderasi berubah, jaringan disinformasi sering mengikuti arus tersebut. Karena Bluesky semakin populer sebagai alternatif X, para analis melihat kemunculan operasi ini di sana sebagai pola adaptasi yang umum.
Kampanye ini juga dikaitkan dengan berbagai peristiwa geopolitik penting.
Peneliti menemukan narasi disinformasi yang menargetkan beberapa isu dan pemilu, antara lain:
Tujuan utama kampanye semacam ini adalah memengaruhi opini publik, memperdalam polarisasi politik, dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi.
Platform Bluesky menyatakan telah mendeteksi aktivitas pengaruh terkoordinasi tersebut.
Perusahaan mengatakan telah menghapus ribuan postingan yang terkait dengan operasi ini dan terus memperkuat sistem pemantauan serta investigasi untuk mendeteksi jaringan manipulasi informasi.
Dalam laporan transparansi perusahaan, Bluesky juga menyebut telah memperluas sistem monitoring internal dan meningkatkan kemampuan investigasi untuk melacak operasi pengaruh yang mencoba memanipulasi percakapan publik di platformnya.
Perubahan terbesar dalam kasus Bluesky adalah pergeseran dari jaringan bot yang jelas terlihat menuju penggunaan akun nyata yang telah memiliki reputasi.
Pendekatan ini membuat propaganda tampak lebih kredibel dan lebih sulit dideteksi oleh pengguna maupun sistem moderasi.
Dengan semakin mudahnya membuat media palsu menggunakan AI, peneliti memperkirakan operasi pengaruh seperti Matryoshka akan terus berevolusi—menggabungkan pencurian identitas, media sintetis, dan penyebaran terkoordinasi untuk memengaruhi narasi publik di berbagai platform digital.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Peneliti mengatakan kampanye disinformasi “Matryoshka” telah mengambil alih akun Bluesky milik jurnalis, profesor, dan seniman untuk menyebarkan video manipulatif dan berita palsu.[1][3]
Peneliti mengatakan kampanye disinformasi “Matryoshka” telah mengambil alih akun Bluesky milik jurnalis, profesor, dan seniman untuk menyebarkan video manipulatif dan berita palsu.[1][3] Operasi ini menggunakan peniruan identitas, media sintetis berbasis AI, dan jaringan akun yang terkoordinasi untuk membuat propaganda terlihat kredibel dan tersebar luas.[19][23]
Bluesky menyatakan telah menghapus ribuan postingan yang terkait dengan operasi tersebut dan sedang memperkuat sistem deteksi untuk melawan manipulasi informasi terkoordinasi.[3][17]