Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi. Penerapan paling nyata dalam waktu dekat ada di lingkungan yang terstruktur dan berulang, seperti gudang, koridor drone tetap, serta armada terkelola.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How are major Chinese internet companies—including Meituan, JD.com, ByteDance, Baidu, Alibaba, and Tencent—expanding from pure digital busin. Article summary: Chinese internet companies are becoming “physical-AI” operators: they are combining foundation models, perception software, specialized chips and cloud platforms with vehicles, robots, warehouses, drones and real operati. Topic tags: general, academic, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, water
Perusahaan internet terkemuka China makin gencar membawa kecerdasan buatan ke ekonomi fisik: memindahkan barang lewat gudang otomatis, mengirim pesanan dengan drone atau kendaraan otonom, mengoperasikan armada robotaxi, serta mengembangkan model dan chip untuk menjalankan mesin di dunia nyata.
Perubahannya bukan sekadar dari aplikasi menuju robot. Yang sedang dibangun adalah satu tumpukan operasi terpadu: permintaan pelanggan, data, AI, mitra perangkat keras, dan penerapan langsung di lapangan.
Bukti terkuatnya saat ini muncul di logistik dan mobilitas. Pekerjaannya berulang dalam volume besar, hasilnya bisa diukur ketat, dan lingkungannya relatif lebih terkendali. Ini merupakan titik awal yang lebih realistis dibanding janji robot humanoid serbaguna yang dapat bekerja di mana saja.
Robot atau kendaraan otonom hanyalah satu bagian dari sistem. Agar layak secara komersial, mesin itu harus terhubung dengan perangkat lunak penugasan, peta atau rute, fasilitas pengisian daya dan pemuatan, pusat kendali jarak jauh, prosedur keselamatan, gudang atau pedagang, serta manusia yang menangani kasus-kasus tak biasa.
Di sinilah platform konsumen dan perdagangan besar memiliki keunggulan. Mereka sudah mengelola jaringan transaksi berfrekuensi tinggi dan dapat menanamkan otomatisasi ke dalam alur kerja yang mereka kendalikan. Penggunaan berulang di dunia nyata menghasilkan umpan balik operasional—kegagalan, keterlambatan, pola rute, dan berbagai kondisi pengecualian—yang dapat dipakai untuk memperbaiki layanan pada iterasi berikutnya.
Karena itu, model bisnisnya lebih dekat ke layanan terkelola ketimbang penjualan perangkat keras sekali putus. Pelanggan pada akhirnya mungkin membeli kapasitas pengiriman, produktivitas gudang, atau ketersediaan armada; bukan sekadar membeli robot.
Jalur Meituan menuju AI fisik dimulai dari pengiriman lokal sesuai permintaan. Inisiatif drone-nya menggabungkan pesawat, hub perpindahan barang, dan sistem kendali operasi; drone tidak diperlakukan sebagai produk yang berdiri sendiri. Pada Mei 2026, perusahaan menyatakan infrastrukturnya telah memasuki penggunaan komersial dan membuka solusi logistik ketinggian rendah bagi mitra yang berwenang. 54
Kemajuan regulasi sama pentingnya dengan perangkat keras. Pada April 2025, Meituan mengatakan drone generasi keempatnya telah lolos peninjauan Civil Aviation Administration of China dan memperoleh sertifikat operasi nasional untuk logistik ketinggian rendah. 61 Meituan juga memulai pengiriman drone komersial di Hong Kong pada Maret 2025, yang disebut sebagai rute komersial ke-54 mereka.
62
Namun, model operasinya masih selektif. Sistem otonom dapat menangani segmen pesanan yang lebih mudah diprediksi, sementara manusia mengelola serah-terima dan kondisi sulit pada tahap akhir pengantaran. Di Distrik Shunyi, Beijing, misalnya, Meituan menggunakan kendaraan otonom untuk membawa paket ke stasiun transfer, lalu kurir menyelesaikan bagian terakhir pengiriman. 55
Pembagian kerja ini penting. Permintaan pengiriman yang padat memang dapat membuat otomatisasi bernilai, tetapi akses masuk gedung, cuaca, lingkungan pejalan kaki yang bercampur, serta serah-terima kepada pelanggan masih merupakan persoalan rumit di dunia fisik.
JD.com berangkat dari titik yang berbeda, yakni infrastruktur logistik. Peluangnya adalah menghubungkan inventaris, operasi gudang, pengambilan barang, penyortiran, transportasi, dan pengantaran dalam satu sistem yang terkoordinasi.
JD Logistics melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2025, lebih dari 20 gudang otomatis goods-to-person LangzuTech yang dikembangkannya sendiri telah beroperasi di hampir 20 kota di China. Sistem tersebut mendukung penyimpanan berdensitas tinggi dan pengambilan cepat untuk jutaan SKU, termasuk pada masa promosi besar. 17
Hal itu membuat strategi otomatisasi JD lebih dari sekadar program efisiensi internal. Sistem gudang yang terstandardisasi dapat direplikasi di banyak lokasi dan berpotensi ditawarkan bersama layanan pemenuhan pesanan serta rantai pasok. JD juga secara terbuka menyebut logistik cerdas dan teknologi nirawak sebagai bidang riset, pengembangan, dan penerapan internal. 25
Pelajarannya bagi peritel dan merek cukup jelas: robotika gudang paling berguna ketika terintegrasi dengan penempatan inventaris, manajemen pesanan, dan pemenuhan pesanan—bukan ditambahkan sebagai mesin yang berdiri sendiri di lantai gudang.
Posisi ByteDance dalam AI fisik lebih berpusat pada model. Grup riset Seed memperkenalkan GR-3, model robot vision-language-action (VLA) yang dirancang untuk generalisasi dan tugas berjangka lebih panjang. Mereka juga memperkenalkan ByteMini, platform robot bergerak dengan dua lengan untuk pekerjaan manipulasi objek. 3
Ini penting karena AI berwujud (embodied AI) membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan melihat. Sistem harus menghubungkan apa yang dilihat dan dipahaminya dengan tindakan untuk memanipulasi benda secara aman dan andal. Kerja ByteDance dengan demikian mengarah pada lapisan pendukung bagi robotika: kebijakan robot, riset manipulasi, pelatihan model, dan infrastruktur AI untuk pengembang.
Ambisi robotika perusahaan ini juga diperkuat melalui perekrutan. Sebuah laporan pada 2025 menyebut ByteDance mencari spesialis senior kecerdasan berwujud, termasuk posisi yang secara khusus berfokus pada pengembangan robot humanoid. 6
ByteDance tidak harus menjadi produsen utama setiap jenis robot agar strategi ini bernilai. Perusahaan dapat menciptakan nilai dengan memasok sebagian lapisan “otak” untuk mitra robot industri, robot kolaboratif, atau robot layanan.
Strategi AI fisik Baidu paling terlihat pada kendaraan otonom. Apollo menyatukan perangkat lunak dan sistem data yang dibutuhkan kendaraan tanpa pengemudi, sementara program chip Kunlun memberi Baidu lapisan komputasi untuk menopang beban kerja AI.
Pada Apollo Day, Baidu menyatakan chip AI Kunlun generasi keduanya telah menyelesaikan adaptasi kinerja menyeluruh untuk kendaraan otonom. Perusahaan juga menyoroti model persepsi untuk mengemudi otonom, peta definisi tinggi, dan sistem data mengemudi closed loop. 44
Baidu juga terus memetakan perangkat keras AI berikutnya. Kunlun M100 dijadwalkan untuk inferensi skala besar pada 2026, sedangkan M300 dijadwalkan untuk pelatihan dan inferensi model multimodal pada 2027. 40
Makna strategisnya adalah koordinasi vertikal: model AI dan komputasi dipasangkan dengan perangkat lunak otonom serta operasi armada. Namun robotaxi tetap menjadi uji yang berat. Ekspansi komersial bergantung pada kinerja keselamatan, mitra kendaraan, izin di tiap wilayah, dan ekonomi operasional yang berkelanjutan—bukan hanya model atau chip yang kuat.
Alibaba dan Tencent relevan dalam tren yang lebih luas karena platform besar dapat menyumbang lapisan berbeda dalam tumpukan AI fisik: infrastruktur cloud, perangkat lunak perusahaan, jaringan perdagangan, simulasi, modal, dan kemitraan. Namun, materi sumber di sini memberikan bukti penerapan konkret yang lebih kuat untuk Meituan, JD.com, ByteDance, dan Baidu ketimbang inisiatif Alibaba atau Tencent tertentu saat ini.
Bagi industri tradisional, pergeseran ini mengubah peta kemitraan:
Keunggulan potensial China bukan semata-mata karena satu perusahaan memiliki model terbaik. Yang penting adalah kemungkinan menggabungkan jaringan perdagangan dan pengiriman bervolume tinggi, kapasitas manufaktur besar, serta pembelajaran operasional yang cepat di pasar yang sama.
Rute drone Meituan yang telah mendapat regulasi, penerapan gudang JD yang dapat direplikasi, riset AI berwujud ByteDance, serta tumpukan otonomi dan komputasi Baidu memperlihatkan cara berbeda untuk membangun siklus tersebut. Masing-masing menghubungkan pengembangan AI dengan lingkungan langsung tempat kinerja dapat diuji dan ditingkatkan. 54
17
3
44
Meski begitu, AI fisik jauh lebih tidak memaafkan dibanding perangkat lunak digital. Kegagalan pengiriman, kesalahan kendaraan, atau gangguan gudang membawa konsekuensi keselamatan, tanggung jawab hukum, dan kualitas layanan. Pilot dalam skala besar belum dengan sendirinya membuktikan profitabilitas yang tahan lama, otonomi luas, atau penggantian tenaga kerja secara menyeluruh.
Hasil yang paling masuk akal dalam waktu dekat adalah otomatisasi terarah di lingkungan terbatas: gudang, koridor pengiriman tetap, tugas industri yang terdefinisi jelas, dan armada terkelola. Persaingan jangka panjang akan ditentukan oleh siapa yang paling mampu menyatukan model, chip, mesin, operasi, serta akses tepercaya untuk penerapan di dunia nyata.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi.
Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi. Penerapan paling nyata dalam waktu dekat ada di lingkungan yang terstruktur dan berulang, seperti gudang, koridor drone tetap, serta armada terkelola.
Nilai utamanya bukan robot sebagai produk tunggal, melainkan sistem yang menyatukan permintaan, data, perangkat lunak, infrastruktur, dan penanganan masalah di lapangan.
Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi. Penerapan paling nyata dalam waktu dekat ada di lingkungan yang terstruktur dan berulang, seperti gudang, koridor drone tetap, serta armada terkelola.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How are major Chinese internet companies—including Meituan, JD.com, ByteDance, Baidu, Alibaba, and Tencent—expanding from pure digital busin. Article summary: Chinese internet companies are becoming “physical-AI” operators: they are combining foundation models, perception software, specialized chips and cloud platforms with vehicles, robots, warehouses, drones and real operati. Topic tags: general, academic, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, water
Perusahaan internet terkemuka China makin gencar membawa kecerdasan buatan ke ekonomi fisik: memindahkan barang lewat gudang otomatis, mengirim pesanan dengan drone atau kendaraan otonom, mengoperasikan armada robotaxi, serta mengembangkan model dan chip untuk menjalankan mesin di dunia nyata.
Perubahannya bukan sekadar dari aplikasi menuju robot. Yang sedang dibangun adalah satu tumpukan operasi terpadu: permintaan pelanggan, data, AI, mitra perangkat keras, dan penerapan langsung di lapangan.
Bukti terkuatnya saat ini muncul di logistik dan mobilitas. Pekerjaannya berulang dalam volume besar, hasilnya bisa diukur ketat, dan lingkungannya relatif lebih terkendali. Ini merupakan titik awal yang lebih realistis dibanding janji robot humanoid serbaguna yang dapat bekerja di mana saja.
Robot atau kendaraan otonom hanyalah satu bagian dari sistem. Agar layak secara komersial, mesin itu harus terhubung dengan perangkat lunak penugasan, peta atau rute, fasilitas pengisian daya dan pemuatan, pusat kendali jarak jauh, prosedur keselamatan, gudang atau pedagang, serta manusia yang menangani kasus-kasus tak biasa.
Di sinilah platform konsumen dan perdagangan besar memiliki keunggulan. Mereka sudah mengelola jaringan transaksi berfrekuensi tinggi dan dapat menanamkan otomatisasi ke dalam alur kerja yang mereka kendalikan. Penggunaan berulang di dunia nyata menghasilkan umpan balik operasional—kegagalan, keterlambatan, pola rute, dan berbagai kondisi pengecualian—yang dapat dipakai untuk memperbaiki layanan pada iterasi berikutnya.
Karena itu, model bisnisnya lebih dekat ke layanan terkelola ketimbang penjualan perangkat keras sekali putus. Pelanggan pada akhirnya mungkin membeli kapasitas pengiriman, produktivitas gudang, atau ketersediaan armada; bukan sekadar membeli robot.
Jalur Meituan menuju AI fisik dimulai dari pengiriman lokal sesuai permintaan. Inisiatif drone-nya menggabungkan pesawat, hub perpindahan barang, dan sistem kendali operasi; drone tidak diperlakukan sebagai produk yang berdiri sendiri. Pada Mei 2026, perusahaan menyatakan infrastrukturnya telah memasuki penggunaan komersial dan membuka solusi logistik ketinggian rendah bagi mitra yang berwenang. 54
Kemajuan regulasi sama pentingnya dengan perangkat keras. Pada April 2025, Meituan mengatakan drone generasi keempatnya telah lolos peninjauan Civil Aviation Administration of China dan memperoleh sertifikat operasi nasional untuk logistik ketinggian rendah. 61 Meituan juga memulai pengiriman drone komersial di Hong Kong pada Maret 2025, yang disebut sebagai rute komersial ke-54 mereka.
62
Namun, model operasinya masih selektif. Sistem otonom dapat menangani segmen pesanan yang lebih mudah diprediksi, sementara manusia mengelola serah-terima dan kondisi sulit pada tahap akhir pengantaran. Di Distrik Shunyi, Beijing, misalnya, Meituan menggunakan kendaraan otonom untuk membawa paket ke stasiun transfer, lalu kurir menyelesaikan bagian terakhir pengiriman. 55
Pembagian kerja ini penting. Permintaan pengiriman yang padat memang dapat membuat otomatisasi bernilai, tetapi akses masuk gedung, cuaca, lingkungan pejalan kaki yang bercampur, serta serah-terima kepada pelanggan masih merupakan persoalan rumit di dunia fisik.
JD.com berangkat dari titik yang berbeda, yakni infrastruktur logistik. Peluangnya adalah menghubungkan inventaris, operasi gudang, pengambilan barang, penyortiran, transportasi, dan pengantaran dalam satu sistem yang terkoordinasi.
JD Logistics melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2025, lebih dari 20 gudang otomatis goods-to-person LangzuTech yang dikembangkannya sendiri telah beroperasi di hampir 20 kota di China. Sistem tersebut mendukung penyimpanan berdensitas tinggi dan pengambilan cepat untuk jutaan SKU, termasuk pada masa promosi besar. 17
Hal itu membuat strategi otomatisasi JD lebih dari sekadar program efisiensi internal. Sistem gudang yang terstandardisasi dapat direplikasi di banyak lokasi dan berpotensi ditawarkan bersama layanan pemenuhan pesanan serta rantai pasok. JD juga secara terbuka menyebut logistik cerdas dan teknologi nirawak sebagai bidang riset, pengembangan, dan penerapan internal. 25
Pelajarannya bagi peritel dan merek cukup jelas: robotika gudang paling berguna ketika terintegrasi dengan penempatan inventaris, manajemen pesanan, dan pemenuhan pesanan—bukan ditambahkan sebagai mesin yang berdiri sendiri di lantai gudang.
Posisi ByteDance dalam AI fisik lebih berpusat pada model. Grup riset Seed memperkenalkan GR-3, model robot vision-language-action (VLA) yang dirancang untuk generalisasi dan tugas berjangka lebih panjang. Mereka juga memperkenalkan ByteMini, platform robot bergerak dengan dua lengan untuk pekerjaan manipulasi objek. 3
Ini penting karena AI berwujud (embodied AI) membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan melihat. Sistem harus menghubungkan apa yang dilihat dan dipahaminya dengan tindakan untuk memanipulasi benda secara aman dan andal. Kerja ByteDance dengan demikian mengarah pada lapisan pendukung bagi robotika: kebijakan robot, riset manipulasi, pelatihan model, dan infrastruktur AI untuk pengembang.
Ambisi robotika perusahaan ini juga diperkuat melalui perekrutan. Sebuah laporan pada 2025 menyebut ByteDance mencari spesialis senior kecerdasan berwujud, termasuk posisi yang secara khusus berfokus pada pengembangan robot humanoid. 6
ByteDance tidak harus menjadi produsen utama setiap jenis robot agar strategi ini bernilai. Perusahaan dapat menciptakan nilai dengan memasok sebagian lapisan “otak” untuk mitra robot industri, robot kolaboratif, atau robot layanan.
Strategi AI fisik Baidu paling terlihat pada kendaraan otonom. Apollo menyatukan perangkat lunak dan sistem data yang dibutuhkan kendaraan tanpa pengemudi, sementara program chip Kunlun memberi Baidu lapisan komputasi untuk menopang beban kerja AI.
Pada Apollo Day, Baidu menyatakan chip AI Kunlun generasi keduanya telah menyelesaikan adaptasi kinerja menyeluruh untuk kendaraan otonom. Perusahaan juga menyoroti model persepsi untuk mengemudi otonom, peta definisi tinggi, dan sistem data mengemudi closed loop. 44
Baidu juga terus memetakan perangkat keras AI berikutnya. Kunlun M100 dijadwalkan untuk inferensi skala besar pada 2026, sedangkan M300 dijadwalkan untuk pelatihan dan inferensi model multimodal pada 2027. 40
Makna strategisnya adalah koordinasi vertikal: model AI dan komputasi dipasangkan dengan perangkat lunak otonom serta operasi armada. Namun robotaxi tetap menjadi uji yang berat. Ekspansi komersial bergantung pada kinerja keselamatan, mitra kendaraan, izin di tiap wilayah, dan ekonomi operasional yang berkelanjutan—bukan hanya model atau chip yang kuat.
Alibaba dan Tencent relevan dalam tren yang lebih luas karena platform besar dapat menyumbang lapisan berbeda dalam tumpukan AI fisik: infrastruktur cloud, perangkat lunak perusahaan, jaringan perdagangan, simulasi, modal, dan kemitraan. Namun, materi sumber di sini memberikan bukti penerapan konkret yang lebih kuat untuk Meituan, JD.com, ByteDance, dan Baidu ketimbang inisiatif Alibaba atau Tencent tertentu saat ini.
Bagi industri tradisional, pergeseran ini mengubah peta kemitraan:
Keunggulan potensial China bukan semata-mata karena satu perusahaan memiliki model terbaik. Yang penting adalah kemungkinan menggabungkan jaringan perdagangan dan pengiriman bervolume tinggi, kapasitas manufaktur besar, serta pembelajaran operasional yang cepat di pasar yang sama.
Rute drone Meituan yang telah mendapat regulasi, penerapan gudang JD yang dapat direplikasi, riset AI berwujud ByteDance, serta tumpukan otonomi dan komputasi Baidu memperlihatkan cara berbeda untuk membangun siklus tersebut. Masing-masing menghubungkan pengembangan AI dengan lingkungan langsung tempat kinerja dapat diuji dan ditingkatkan. 54
17
3
44
Meski begitu, AI fisik jauh lebih tidak memaafkan dibanding perangkat lunak digital. Kegagalan pengiriman, kesalahan kendaraan, atau gangguan gudang membawa konsekuensi keselamatan, tanggung jawab hukum, dan kualitas layanan. Pilot dalam skala besar belum dengan sendirinya membuktikan profitabilitas yang tahan lama, otonomi luas, atau penggantian tenaga kerja secara menyeluruh.
Hasil yang paling masuk akal dalam waktu dekat adalah otomatisasi terarah di lingkungan terbatas: gudang, koridor pengiriman tetap, tugas industri yang terdefinisi jelas, dan armada terkelola. Persaingan jangka panjang akan ditentukan oleh siapa yang paling mampu menyatukan model, chip, mesin, operasi, serta akses tepercaya untuk penerapan di dunia nyata.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi.
Perusahaan internet besar China mengalihkan AI dari layar ke operasi fisik: pengiriman drone, kendaraan otonom, gudang otomatis, hingga robotaxi. Penerapan paling nyata dalam waktu dekat ada di lingkungan yang terstruktur dan berulang, seperti gudang, koridor drone tetap, serta armada terkelola.
Nilai utamanya bukan robot sebagai produk tunggal, melainkan sistem yang menyatukan permintaan, data, perangkat lunak, infrastruktur, dan penanganan masalah di lapangan.