Timnas Prancis — Federasi Sepak Bola Prancis menunjuk Gemini sebagai asisten AI resmi skuad, sekaligus menjadikan Google Pixel sebagai ponsel pintar resmi tim. Tim media sosial Prancis dibekali Pixel untuk mengabadikan konten eksklusif di balik layar melalui program “Shot on Pixel” . Selain itu, Gemini digunakan untuk mengelola komunikasi internal tim
.
Timnas Amerika Serikat — Google menjadi mitra resmi (official partner) Timnas Putra dan Putri AS. Kemitraan ini terlihat lebih fokus pada titik sentuh konsumen dan integrasi di Google Search, memastikan merek Gemini terlihat di tim negara tuan rumah .
Bagi miliaran penggemar global, Google juga menyematkan Gemini dalam pengalaman menonton sehari-hari lewat fitur seperti skor langsung di layar kunci ponsel, visual pertandingan buatan AI, dan templat foto yang memungkinkan fans memasukkan wajah mereka ke jersey tim favorit .
OpenAI tidak bisa (atau tidak ingin) mengalahkan Google dalam perang sponsor multi-federasi. Sebagai gantinya, mereka mengkonsentrasikan kekuatan pada satu ikon global yang paling bernilai komersial: Lionel Messi. Beberapa hari sebelum turnamen dimulai, OpenAI mengumumkan kemitraan personal dengan sang megabintang Argentina .
Inilah konflik kepentingan paling mencolok di dunia AI: Messi adalah kapten Timnas Argentina yang jersey resminya justru dipenuhi logo Gemini, milik rival bebuyutan OpenAI. Secara bersamaan, si pemain dan negaranya kini berada di platform AI yang saling bersaing .
Kampanye ini dimulai dengan video viral Messi yang menggunakan ChatGPT dalam bahasa Spanyol untuk mengubah warna rambutnya menjadi biru-putih bendera Argentina. “Buatlah terlihat natural,” pinta Messi dalam interaksi dengan AI tersebut. Hasil editan rambut ala Argentina ini melahirkan tren #MessiMode yang meledak di Instagram .
OpenAI membuka partisipasi penggemar dengan menyediakan perintah (prompt) spesifik: "Make my hair the colors of my country flag but keep it natural-looking. If no country or image is provided, ask." (Buat warna rambutku seperti bendera negaraku, tapi tetap terlihat natural. Jika tidak diberi petunjuk negara atau gambar, tanyakan) . Ini bukan tentang membangun produk baru, melainkan pamer kemampuan penyuntingan gambar ChatGPT yang sudah ada. TechRadar bahkan menyindir kampanye ini terasa seperti “pemasaran yang ditulis oleh AI untuk orang yang tidak benar-benar mengerti sepak bola,” namun jangkauan dan efek viralnya tidak terbantahkan
.
Sementara Google dan OpenAI bertarung di permukaan demi perhatian penggemar, Lenovo bekerja di kedalaman sebagai mitra teknologi resmi FIFA. Mereka menjalankan tulang punggung turnamen dengan serangkaian inovasi yang dijuluki “Football AI”, diumumkan di CES 2026 . Inovasi ini berdampak pada setiap pemain, setiap keputusan wasit, dan setiap pemirsa.
Football AI Pro — Asisten pengetahuan AI generatif ini dikembangkan bersama FIFA dan Lenovo, dilatih menggunakan lebih dari 100 juta titik data milik FIFA . Sistem ini menganalisis lebih dari 2.000 metrik—mulai dari biomekanika hingga rekaman pertandingan historis—guna memberikan rekomendasi taktis dan wawasan performa personal. Hal paling revolusioner: alat ini didemokratisasi untuk seluruh 48 tim peserta, memberi tim peringkat rendah atau debutan kualifikasi kekuatan analitik yang setara dengan raksasa macam Brasil atau Jerman
.
Avatar Pemain 3D — Mungkin ini perubahan paling kentara bagi penonton di rumah. Pemain dipindai di dalam lingkaran kamera dalam waktu sekitar 1 hingga 6 detik untuk menciptakan avatar digital 3D yang akurat secara fisik . Alih-alih melihat garis 2D membingungkan di tayangan ulang, penggemar dan ofisial kini melihat replika digital 3D dari insiden persis yang terjadi. Teknologi ini diintegrasikan ke dalam sistem semi-automated offside dan akan ditampilkan di stadion maupun layar televisi untuk kejelasan keputusan VAR
.
Pusat Komando Cerdas — Mengkoordinasikan Piala Dunia di tiga negara berbeda adalah bencana logistik yang hanya bisa dijinakkan oleh AI. Pusat komando AI Lenovo menggunakan ringkasan real-time untuk mengawasi keamanan, operasional venue, dan arus transit di seluruh kawasan tuan rumah . Teknologi tambahan termasuk rekaman kamera tubuh wasit yang distabilkan AI, serta tampilan “Referee View” yang menjelaskan keputusan kontroversial kepada pemirsa secara langsung
.
Piala Dunia 2026 pada dasarnya adalah kue tiga lapis AI: Google menguasai pengalaman penggemar di permukaan dan identitas merek tim; OpenAI menguasai manusia paling bernilai jual di atas lapangan; dan Lenovo menguasai perancah tak kasat mata yang membuat permainan ini lebih adil, cerdas, dan canggih bagi semua orang yang menyaksikan.
Comments
0 comments