Penjualan ritel jasa di China tumbuh 5,3% secara tahunan pada paruh pertama 2026, atau 4,2 poin persentase lebih cepat dibandingkan penjualan barang—menunjukkan menguatnya konsumsi berbasis pengalaman, meski angka ini... Platform seluler memangkas hambatan sejak tahap pencarian hingga pembayaran, sementara AI dan an...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How are digital technologies—particularly virtual and augmented reality, artificial intelligence, mobile platforms, and data analytics—resha. Article summary: Digital technology is shifting China’s service consumption from one-off, standardized purchases toward discovery-led, personalized experiences. Mobile platforms connect search, payment, booking, reviews and sharing; AI a. Topic tags: general, general web, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Ekonomi jasa China sedang bergeser dari pembelian satu kali yang seragam menuju pengalaman yang lebih mudah ditemukan, terhubung, dan personal. Platform seluler kini mendekatkan pencarian, ulasan, pemesanan, pembayaran, serta berbagi pengalaman. Sementara itu, kecerdasan buatan (AI) dapat membantu menyaring pilihan yang rumit, sedangkan realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR) membuat pariwisata, budaya, ritel, dan olahraga terasa lebih imersif—bahkan sebelum konsumen tiba di lokasi.
Perubahan ini terlihat bukan hanya dari cara layanan dirancang, tetapi juga dari data konsumsi. Penjualan ritel jasa di China meningkat 5,3% secara tahunan pada paruh pertama 2026, lebih cepat 4,2 poin persentase dibandingkan penjualan barang. Layanan konsultasi dan penyewaan terkait pariwisata, layanan budaya, serta kegiatan olahraga dan rekreasi semuanya mencatat pertumbuhan dua digit.
Teknologi digital tidak sekadar mengubah titik pembayaran. Ia mengubah seluruh perjalanan konsumen—dari menemukan layanan hingga membagikan pengalaman setelahnya.
Video pendek, peta digital, ulasan, siaran langsung, dan rekomendasi platform dapat memperkenalkan destinasi, pertunjukan, pertandingan olahraga, restoran, atau aktivitas lokal yang mungkin tidak muncul dalam pencarian biasa. Bagi penyedia layanan, sistem yang sama membuka peluang untuk menjangkau calon pelanggan berdasarkan minat, lokasi, dan waktu.
Satu platform seluler dapat menggabungkan pemilihan hotel, pemesanan transportasi atau layanan antar-jemput, tiket acara, reservasi restoran, pembayaran, hingga bantuan pelanggan. Nilainya bukan hanya soal kepraktisan. Ketika seluruh tahapan terhubung, waktu dan ketidakpastian dalam merencanakan perjalanan atau kegiatan sehari-hari ikut berkurang.
AI dan data perilaku dapat membantu mempersempit pilihan berdasarkan anggaran, lokasi, keputusan sebelumnya, serta kebutuhan kelompok tertentu. Dalam pariwisata, misalnya, rekomendasi yang baik tidak cukup hanya mengandalkan peringkat hotel. Biaya perjalanan secara keseluruhan, aksesibilitas, kebijakan pembatalan, lokasi sebenarnya, dan keandalan ulasan juga penting.
Pratinjau VR/AR, panduan digital, pameran interaktif, venue pintar, komunitas penggemar, serta fitur berbagi setelah pembelian dapat memperluas pengalaman jauh melampaui transaksi. Konser bisa menjadi alasan untuk bepergian ke kota lain; kunjungan museum dapat dilengkapi lapisan interaktif; dan pertandingan olahraga dapat menghubungkan penonton sebelum maupun sesudah acara.
Teknologi tidak otomatis menciptakan permintaan. Namun, teknologi dapat membuat layanan lebih mudah ditemukan, dibandingkan, dipesan, dan dibagikan. Bagi penyedia, teknologi juga membantu mengubah satu pembelian menjadi pengalaman yang lebih luas.
Data terbaru menunjukkan bahwa jasa menjadi bagian yang relatif lebih kuat dalam bauran konsumsi China. Pada paruh pertama 2026, penjualan ritel jasa tumbuh 5,3%, sementara penjualan ritel barang hanya meningkat 1,1%. Layanan pariwisata, konsultasi dan penyewaan, serta budaya, olahraga, dan rekreasi termasuk kategori dengan pertumbuhan paling cepat.
Menurut data Kementerian Perdagangan yang dikutip Kantor Informasi Dewan Negara, konsumsi layanan secara daring tumbuh 22% pada 2025. Penjualan tiket pertandingan olahraga secara daring melonjak 63,3%, produk pariwisata meningkat 40,6%, dan layanan makan tumbuh 23,7% pada periode yang sama.
Angka-angka tersebut tidak membuktikan bahwa AI, platform seluler, atau teknologi imersif menjadi penyebab langsung pertumbuhan. Namun, data itu menunjukkan bahwa layanan yang didukung teknologi digital semakin penting dalam menciptakan permintaan, terutama untuk kategori yang berpusat pada perjalanan, partisipasi, hiburan, dan pengalaman lokal.
Sektor seni pertunjukan menjadi contoh jelas bagaimana satu pembelian layanan dapat memicu ekosistem konsumsi yang lebih besar. Pada 2025, pertunjukan komersial berskala besar di China menghasilkan pendapatan tiket lebih dari 30 miliar yuan dan mendorong belanja terkait budaya serta pariwisata senilai lebih dari 220 miliar yuan, menurut data Asosiasi Seni Pertunjukan China.
Belanja tambahan tersebut dapat mencakup transportasi, akomodasi, makanan, belanja, dan kunjungan wisata. Tiket digital serta distribusi konten membantu penonton menemukan acara, sementara pemesanan melalui platform seluler dapat mengatur berbagai kebutuhan perjalanan di sekitarnya. Komunitas penggemar dan aktivitas berbagi di media sosial juga dapat memperluas minat melampaui penonton awal.
Pelajarannya bagi penyedia layanan cukup penting: nilai sebuah pengalaman bisa jauh melampaui transaksi utamanya. Tiket pertunjukan dapat menjadi awal dari perjalanan akhir pekan, rencana wisata kota, atau kegiatan bersama komunitas.
Pada Juni 2026, Kementerian Perdagangan China bersama tujuh departemen pemerintah lainnya menerbitkan pedoman pelaksanaan yang memuat 17 langkah dalam lima bidang untuk memperdalam integrasi AI dengan pasar konsumen. Langkah-langkah tersebut mencakup perluasan konsumsi produk pintar, pemberdayaan konsumsi jasa, dan penciptaan skenario konsumsi baru.
Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya diposisikan sebagai alat operasional di belakang layar, tetapi juga sebagai bagian dari produk, layanan, dan lingkungan komersial sehari-hari. Kebijakan tersebut berpotensi mempercepat eksperimen dalam ritel cerdas, layanan personal, dan pengalaman konsumen berbasis AI.
Namun, dukungan kebijakan tidak menghapus tuntutan terhadap kualitas produk. Rekomendasi AI harus cukup akurat untuk berguna, cukup transparan untuk dipercaya, dan mudah dinonaktifkan atau digantikan dengan bantuan manusia ketika konsumen menginginkannya.
Data konsumen juga dapat menantang anggapan tentang siapa yang aktif dalam pasar layanan digital. Lembaga riset Meituan melaporkan bahwa konsumsi daring di kalangan masyarakat berusia di atas 50 tahun tumbuh pesat. Kelompok ini juga memiliki porsi pemesanan hotel bintang empat ke atas yang jauh di atas rata-rata.
Implikasinya penting bagi penyedia layanan. Konsumen yang lebih tua tidak semestinya dipandang hanya sebagai kelompok dengan adopsi digital rendah. Mereka dapat menjadi sumber permintaan bernilai tinggi apabila layanan digital mudah diakses, andal, dan sederhana digunakan.
Antarmuka yang jelas, ulasan yang dapat dipercaya, dukungan pelanggan yang fleksibel, serta proses pemesanan yang tidak berbelit-belit bisa sama pentingnya dengan personalisasi canggih.
Produk digital terbaik bukanlah produk dengan fitur terbanyak, melainkan produk yang membantu konsumen mengambil keputusan sulit dan mengurangi risiko yang sebenarnya bisa dihindari.
Kasus-kasus tersebut juga memperlihatkan risiko personalisasi yang dirancang dengan buruk. Konsumen membutuhkan persetujuan yang jelas, perlindungan privasi, rekomendasi yang dapat dijelaskan, ulasan yang andal, dan jalur mudah menuju bantuan manusia. Tanpa perlindungan itu, sistem rekomendasi dapat menjadi manipulatif, tidak akurat, atau justru membuat pilihan semakin membingungkan.
Konsumen semakin sering memilih pengalaman yang mereka inginkan, bukan sekadar membeli produk yang fungsional. Perubahan ini memberi ruang bagi penyedia layanan untuk menggunakan data agregat yang dikelola secara bertanggung jawab guna mengenali kebutuhan yang belum terpenuhi, merancang skenario baru, dan membangun komunitas di sekitar pariwisata, budaya, olahraga, rekreasi, serta kehidupan lokal.
Tujuan strategisnya bukan menjual secara otomatis demi otomatisasi. Yang lebih penting adalah mempersingkat dan memperjelas perjalanan dari “mungkin saya akan menikmati ini” menuju pengalaman yang tepercaya, terjangkau, dan memuaskan.
Penyedia yang mampu memadukan penemuan layanan yang relevan, pemesanan yang terkoordinasi, personalisasi yang bermakna, dan layanan yang andal akan lebih siap memanfaatkan perubahan ketika pertumbuhan konsumsi China semakin berorientasi pada pengalaman.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Penjualan ritel jasa di China tumbuh 5,3% secara tahunan pada paruh pertama 2026, atau 4,2 poin persentase lebih cepat dibandingkan penjualan barang—menunjukkan menguatnya konsumsi berbasis pengalaman, meski angka ini...
Penjualan ritel jasa di China tumbuh 5,3% secara tahunan pada paruh pertama 2026, atau 4,2 poin persentase lebih cepat dibandingkan penjualan barang—menunjukkan menguatnya konsumsi berbasis pengalaman, meski angka ini... Platform seluler memangkas hambatan sejak tahap pencarian hingga pembayaran, sementara AI dan analisis data dapat membantu konsumen menemukan layanan yang lebih sesuai kebutuhan.
Peluang berikutnya terletak pada penyelesaian masalah praktis—seperti memilih hotel, mengatur transportasi, dan mencari restoran terjangkau—tanpa mengorbankan privasi, transparansi, maupun bantuan manusia.