Agen pemrograman berbasis AI dapat membantu pengembang menerjemahkan pengamatan terhadap sebuah aplikasi menjadi implementasi baru, sekaligus membantu menafsirkan bukti dari alat analisis software. Aplikasi ArtCraft yang meniru produk Adobe menjadi contoh yang menonjol dari pendekatan pertama. Proyek ini memperlihatkan betapa cepat tim kecil dapat menghasilkan basis kode yang besar—tetapi bukan bukti bahwa hasilnya sudah menjadi pengganti andal atau salinan kode sumber aslinya.
4
5
Apa yang dibuat ArtCraft, dan bagaimana caranya?
Pengembang Brandon Thomas menggunakan Claude Opus 5.5 dari Anthropic untuk membantu membuat aplikasi Rust gratis dan sumber terbuka yang meniru software Adobe Creative Cloud. Rangkaian awalnya mencakup PhotoCraft, LightCraft, FilmCraft, dan EffectCraft, yang masing-masing ditujukan sebagai alternatif Photoshop, Lightroom, Premiere, dan After Effects.
5
13
34
Thomas menyebut kekecewaannya terhadap biaya pembatalan langganan Adobe sebagai salah satu alasan proyek ini dimulai. Menurut pemberitaan, biaya tersebut dapat mencapai setengah dari sisa tagihan tahunan.
5
ArtCraft menyebut metodenya sebagai pembangunan ulang “clean-room”: membuat software baru berdasarkan spesifikasi publik dan perilaku aplikasi yang diamati, bukan menyalin kode aslinya. Istilah itu menjelaskan pendekatan pengembangan yang diklaim tim, bukan bukti bahwa aplikasinya sudah setara dari sisi fitur atau kinerja.
5
Skala pengembangan berbantuan AI bisa mencolok. XDA Developers melaporkan bahwa sekitar 10 hari setelah commit pertama, EffectCraft telah mencapai kurang lebih 330.000 baris kode Rust. Laporan itu menyebut empat hingga delapan agen bekerja secara bersamaan.
38 Laporan lain menyebut perkiraan tim bahwa kesiapan EffectCraft untuk pekerjaan profesional berada di sekitar 45%.
32 Angka-angka tersebut merupakan data dan perkiraan yang dilaporkan tentang proyek, bukan pengukuran mutu software secara independen.
ArtCraft dan REA bukan proyek yang sama
Reverse Engineer Anything (REA) menghubungkan agen pemrograman dengan alat seperti Ghidra dan IDA, yang dapat membantu menganalisis software. Jadi, REA berfungsi sebagai penghubung antara agen AI dan alat analisis—bukan sistem yang dengan sendirinya menyalin aplikasi secara otomatis.
4
11
Metode “clean-room” yang diklaim ArtCraft berbeda: aplikasi bergaya Adobe buatannya tidak disebut sebagai produk REA ataupun hasil dekompilasi software Adobe.
1
4 Perbedaan ini penting. Mempelajari perilaku aplikasi yang terlihat dan menganalisis bagian dalam software yang sudah dikompilasi sama-sama dapat memberi petunjuk, tetapi keduanya bukan proses yang sama.
ArtCraft juga memperkenalkan Craft Anything, proyek sumber terbuka yang terpisah. Repositorinya menjelaskan alur kerja untuk mempelajari sebuah situs web, aplikasi, atau gim, meminta agen pemrograman membuat proyek baru, lalu membandingkan dan menyempurnakan hasilnya.
18 Penjelasan itu menggambarkan alur kerja yang dituju; belum membuktikan bahwa mesin tersebut dapat mereproduksi software apa pun dengan andal.
Kode cepat dibuat belum tentu siap digunakan
Kecepatan ArtCraft perlu dilihat bersama tingkat kematangan aplikasinya. PhotoCraft disebut masih berada di tahap alfa awal dan “belum menjadi pengganti Photoshop”.
4 Perkiraan kesiapan EffectCraft untuk pekerjaan profesional yang berada di kisaran 45% juga merupakan penilaian proyek, bukan jaminan bahwa aplikasi tersebut dapat diandalkan dalam produksi sungguhan.
32
Aplikasi bergaya Microsoft Office yang menyusul, termasuk WordCraft, juga belum terbukti menjadi pengganti Microsoft 365.
6
13 Jumlah baris kode yang besar bisa menunjukkan proses implementasi yang cepat, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan kemudahan penggunaan, kompatibilitas, kestabilan, atau kelengkapan fitur.
Apa yang bisa—dan belum bisa—disimpulkan?
ArtCraft menunjukkan bahwa membuat alternatif yang menyerupai software komersial populer kini lebih mudah dijangkau. Namun, karena proyeknya masih dini, pertanyaan pentingnya tetap sama: apakah aplikasi-aplikasi itu bisa menangani kebutuhan nyata pengguna secara andal dari waktu ke waktu?
Klaim pengembangan “clean-room” relevan untuk memahami cara kerja yang dikatakan dipakai para pengembang, tetapi klaim itu bukan putusan hukum. Pemberitaan yang tersedia tidak menunjukkan adanya keputusan pengadilan tentang pendekatan ArtCraft.
5
Ada pula persoalan yang lebih luas dari sekadar software komersial. Decomp.dev, situs yang melacak proyek dekompilasi gim, menonaktifkan indeks publik utamanya dan berhenti menerima proyek baru. Halaman proyek yang sudah ada serta data historis tetap tersedia. Administratornya mengatakan AI telah “merusak aspek komunitas” dalam dekompilasi.
47
59
Pelajaran besarnya bukan bahwa software kini bisa diganti dengan mudah. Agen AI dapat mempercepat proses pembuatan dan memperluas siapa yang mampu mencobanya. Namun, keandalan, persoalan hukum, dan kesehatan komunitas yang mengerjakan proyek semacam ini tetap menjadi tantangan tersendiri.