Namun, gambarannya tidak hitam-putih. Di SWE-Bench Pro, Claude Opus 4.7 mencatat skor lebih tinggi daripada GPT-5.5; sementara di BrowseComp, Gemini 3.1 Pro dan Mythos Preview berada di atas GPT-5.5. Jadi, GPT-5.5 layak menjadi salah satu model pertama yang diuji, tetapi belum tentu pilihan terbaik untuk semua kebutuhan.
| Benchmark | Skor GPT-5.5 | Cara membacanya |
|---|---|---|
| Terminal-Bench 2.0 | 82,7 | Dalam evaluasi alur kerja command line, GPT-5.5 berada di atas Claude Opus 4.7 di 69,4, Gemini 3.1 Pro di 68,5, dan sedikit di atas Mythos Preview di 82,0. |
| FrontierMath Tier 1–3 / Tier 4 | 51,7 / 35,4 | Pada tabel pembanding yang sama, GPT-5.5 unggul atas Claude Opus 4.7 di 43,8 / 22,9 dan Gemini 3.1 Pro di 36,9 / 16,7. |
| OfficeQA Pro | 54,1 | Skornya lebih tinggi daripada Claude Opus 4.7 di 43,6 dan Gemini 3.1 Pro di 18,1. |
| GDPval | 84,9 | Untuk evaluasi pekerjaan pengetahuan, GPT-5.5 berada di atas Claude Opus 4.7 di 80,3 dan Gemini 3.1 Pro di 67,3. |
| SWE-Bench Pro | 58,6 | Dalam benchmark penyelesaian issue GitHub, GPT-5.5 berada di bawah Claude Opus 4.7 yang mencatat 64,3, tetapi di atas Gemini 3.1 Pro di 54,2. |
| BrowseComp | 84,4 | GPT-5.5 berada di bawah Gemini 3.1 Pro di 85,9 dan Mythos Preview di 86,9. |
| OSWorld-Verified | 78,7 | Pada evaluasi penggunaan komputer, GPT-5.5 sedikit di atas Claude Opus 4.7 di 78,0, tetapi masih di bawah Mythos Preview di 79,6. |
Dari angka-angka itu, pola besarnya cukup jelas: GPT-5.5 sangat kuat untuk kerja terminal, penalaran matematika, pekerjaan kantor, dan pekerjaan pengetahuan, tetapi kompetisi masih ketat untuk penyelesaian issue GitHub, penelusuran web, dan sebagian tugas penggunaan sistem operasi.
Salah satu kekuatan paling terlihat dari GPT-5.5 ada di pekerjaan pengembangan software. OpenAI menyebut model ini unggul dalam menulis dan men-debug kode, dan skor 82,7 di Terminal-Bench 2.0 memperkuat kesan bahwa GPT-5.5 sangat kompetitif untuk alur kerja berbasis command line.
Tetapi ini bukan berarti GPT-5.5 selalu menang di semua jenis coding. Pada SWE-Bench Pro—benchmark yang menilai penyelesaian issue GitHub—GPT-5.5 mendapat 58,6, sementara Claude Opus 4.7 mencapai 64,3. Jika pekerjaan utama Anda adalah memperbaiki bug di repositori besar, refactoring, atau menuntaskan issue nyata di GitHub, Claude tetap perlu masuk daftar pembanding.
OpenAI menggambarkan GPT-5.5 sebagai model yang mampu menangani tugas berantakan dan bertahap: merencanakan, memakai tool, memeriksa hasil, menghadapi ambiguitas, lalu terus berjalan sampai tugas selesai. Ini relevan untuk pekerjaan seperti merangkum temuan riset, menyusun analisis data, menyiapkan laporan, atau mengubah instruksi longgar menjadi rangkaian langkah kerja.
Namun, untuk tugas yang sangat bergantung pada browsing, hasil benchmark mengingatkan agar tidak buru-buru menyimpulkan. Di BrowseComp, GPT-5.5 mencatat 84,4, di bawah Gemini 3.1 Pro di 85,9 dan Mythos Preview di 86,9. Artinya, bila pekerjaan Anda banyak berputar pada pencarian web, verifikasi halaman, dan navigasi sumber online, uji berdampingan dengan model lain tetap penting.
Untuk pekerjaan kantor, GPT-5.5 terlihat sangat menjanjikan. OpenAI menyebut pembuatan dokumen dan spreadsheet serta pengoperasian software sebagai area kekuatannya, dan The New York Times melaporkan bahwa OpenAI mengatakan teknologi barunya lebih baik dalam penulisan kode komputer dan tugas lain yang terkait pekerjaan kantor.
Hasil OfficeQA Pro juga mendukung arah itu: GPT-5.5 mencetak 54,1, lebih tinggi daripada Claude Opus 4.7 di 43,6 dan Gemini 3.1 Pro di 18,1. Untuk skenario seperti menyusun materi internal, membuat draf laporan, membantu formula spreadsheet, atau merapikan SOP, GPT-5.5 tampak sebagai kandidat yang kuat untuk diuji.
Di FrontierMath, GPT-5.5 mencatat 51,7 untuk Tier 1–3 dan 35,4 untuk Tier 4, mengungguli Claude Opus 4.7 dan Gemini 3.1 Pro pada tabel pembanding yang sama. Ini membuatnya layak dipertimbangkan untuk tugas yang membutuhkan penalaran matematis, analisis teknis, atau pemeriksaan langkah-langkah logika yang panjang.
GPT-5.4 sebelumnya digambarkan OpenAI sebagai model yang menyatukan kemajuan dalam penalaran, coding, dan workflow agentic, serta lebih baik bekerja lintas tool, lingkungan software, dan tugas profesional seperti spreadsheet, presentasi, dan dokumen.
GPT-5.5 tampak melanjutkan arah itu dengan penekanan lebih besar pada kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri. OpenAI mengatakan GPT-5.5 lebih cepat memahami apa yang ingin dilakukan pengguna dan dapat membawa lebih banyak bagian pekerjaan sendiri. OpenAI juga menyebut GPT-5.5 menunjukkan peningkatan jelas dari GPT-5.4 pada GeneBench, evaluasi yang berfokus pada tugas ilmiah multi-tahap.
Jawaban paling aman: tergantung jenis tugasnya.
Dalam pembandingan publik, GPT-5.5 unggul atas Claude Opus 4.7 dan Gemini 3.1 Pro pada Terminal-Bench 2.0, FrontierMath, OfficeQA Pro, dan GDPval. Untuk pekerjaan terminal, penalaran, dokumen, spreadsheet, dan pekerjaan pengetahuan, GPT-5.5 mudah dijadikan kandidat utama.
Sebaliknya, Claude Opus 4.7 unggul atas GPT-5.5 di SWE-Bench Pro, sedangkan Gemini 3.1 Pro dan Mythos Preview unggul atas GPT-5.5 di BrowseComp. Jadi, untuk pekerjaan yang banyak berisi issue GitHub atau browsing mendalam, evaluasi langsung dengan data dan workflow sendiri lebih masuk akal daripada hanya mengandalkan satu tabel peringkat.
Benchmark membantu memberi arah, tetapi keputusan model sebaiknya dibuat dari tugas yang mirip dengan pekerjaan sehari-hari. GPT-5.5 memang dijelaskan kuat untuk coding, riset, analisis data, dokumen, spreadsheet, pengoperasian software, dan kerja lintas tool; namun hasil publik juga menunjukkan pemenangnya berbeda-beda menurut benchmark.
Agar penilaiannya lebih realistis, coba bandingkan model pada skenario seperti ini:
GPT-5.5 adalah model yang sangat kuat dan termasuk kandidat papan atas di antara model frontier. Benchmark publik menunjukkan performa menonjol pada kerja terminal, matematika dan penalaran, OfficeQA, serta pekerjaan pengetahuan.
Tetapi GPT-5.5 bukan jawaban tunggal untuk semua kasus. Ada area tempat pesaing lebih unggul, termasuk BrowseComp, SWE-Bench Pro, dan OSWorld-Verified. Kesimpulan praktisnya: GPT-5.5 sangat layak dicoba lebih dulu untuk banyak pekerjaan profesional, tetapi keputusan akhir tetap harus ditentukan oleh performanya pada tugas, file, tool, dan standar kualitas yang benar-benar Anda pakai.