Kalau Anda sedang mempertimbangkan Leonardo AI untuk desain, konten, atau aset visual, jangan hanya melihat bagus tidaknya gambar yang dihasilkan. Dalam pekerjaan nyata, yang perlu dihitung adalah token, privasi hasil generasi, dan apakah output boleh dipakai untuk proyek komersial. Leonardo AI diperkenalkan sebagai platform seni dan desain berbasis AI yang dapat membuat gambar, tekstur, dan concept art dari prompt teks [7].
Leonardo AI dalam gambaran singkat
Cara pakainya relatif mudah: Anda menulis deskripsi adegan, gaya, komposisi, pencahayaan, atau rasio gambar, lalu Leonardo AI menghasilkan visual berdasarkan prompt tersebut. Penjelasan fitur Text-to-Image dari sumber eksternal menyebut penggunaannya untuk gambar kampanye pemasaran, konsep desain interior, dan karya pribadi [6].
Nilai utamanya ada pada proses eksplorasi. Alih-alih membuat satu gambar final sekali jalan, Leonardo AI lebih terasa berguna saat Anda perlu membandingkan banyak arah visual: karakter, latar, thumbnail, produk, mood board, atau konten media sosial [6][
7].
Fitur utama Leonardo AI
1. Membuat gambar dari teks
Fungsi paling dasar Leonardo AI adalah text-to-image: pengguna memasukkan prompt, lalu sistem menghasilkan gambar. Prompt bisa memuat subjek, gaya, angle, pencahayaan, latar, warna, sampai rasio gambar. Fitur semacam ini dijelaskan dapat dipakai untuk visual kampanye pemasaran, concept art interior, maupun kebutuhan personal [6].
2. Concept art dan tekstur
Leonardo AI juga diposisikan sebagai platform untuk membuat tekstur dan concept art, bukan hanya gambar lepas [7]. Ini berguna saat Anda sedang mencari arah visual awal untuk game, karakter, environment, gaya render produk, atau identitas visual sebuah proyek.
3. Post-processing dan output resolusi lebih tinggi
Di halaman harga resmi, token dijelaskan sebagai semacam mata uang di dalam platform Leonardo.Ai. Token dapat terpotong bukan hanya untuk membuat gambar, tetapi juga untuk pembuatan video, penghapusan latar, dan konversi upscale [8]. Artinya, perhitungan biaya tidak cukup hanya dengan bertanya berapa gambar yang bisa dibuat. Anda juga perlu memperkirakan seberapa sering akan memakai fitur seperti background removal atau upscale.
Harga dan paket gratis: jangan hanya percaya ringkasan pihak ketiga
Sejumlah sumber eksternal menggambarkan paket gratis Leonardo AI berada di kisaran 150 token atau kredit per hari [1][
2][
10]. Namun, informasi harga paket berbayar tidak selalu sama dari satu sumber ke sumber lain. Misalnya, satu panduan menyebut paket Apprentice seharga US$9,99 per bulan [
1], sementara sumber lain mencantumkannya US$12 per bulan [
2].
Karena ada perbedaan seperti itu, rujukan terbaik sebelum membayar tetap halaman harga resmi Leonardo.Ai. Halaman resmi tersebut membedakan paket untuk individual, tim, dan API, sekaligus menjelaskan aktivitas apa saja yang dapat memotong token [8].
| Yang perlu dicek | Kenapa penting |
|---|---|
| Kuota gratis | Sumber eksternal menyebut paket gratis sekitar 150 token atau kredit per hari, tetapi kuota bisa berubah sehingga perlu dicek langsung di halaman resmi [ |
| Pemakaian token | Token tidak hanya dipakai untuk membuat gambar; pembuatan video, penghapusan latar, dan upscale juga dapat memotong token [ |
| Publik atau privat | Beberapa ringkasan harga eksternal membedakan public generations pada paket gratis dan private generations pada paket berbayar [ |
| Harga paket berbayar | Ada perbedaan angka untuk paket Apprentice, dari US$9,99 per bulan di satu sumber hingga US$12 per bulan di sumber lain [ |
| Kebutuhan tim atau API | Halaman harga resmi memisahkan paket individual, team, dan API [ |
| Penggunaan komersial | Panduan resmi menyebut pengguna gratis juga mendapat lisensi penggunaan komersial, termasuk untuk menjual kreasi [ |
Apakah hasil Leonardo AI boleh dipakai secara komersial?
Jawaban pendeknya: menurut panduan resmi Leonardo.Ai, pengguna gratis pun mendapat lisensi untuk menggunakan kreasi secara komersial, termasuk menjualnya [9]. Jadi, penggunaan komersial tidak bisa langsung dianggap hanya tersedia untuk pengguna berbayar.
Namun, lisensi dari Leonardo.Ai bukan berarti semua risiko hak cipta, merek, karakter, atau kemiripan dengan pihak tertentu otomatis selesai. Yang dikonfirmasi oleh panduan resmi adalah lisensi penggunaan dari Leonardo.Ai [9]. Untuk penjualan produk, iklan, atau pekerjaan klien, tetap bijak untuk mengecek syarat terbaru, kontrak proyek, serta elemen visual yang mungkin menyangkut brand, karakter, atau orang tertentu.
Perlu dicatat juga bahwa ada ringkasan pihak ketiga yang menempatkan hak komersial seolah-olah sebagai fitur paket berbayar [2]. Jika izin komersial adalah bagian penting dari proyek Anda, jadikan panduan lisensi resmi dan ketentuan terbaru Leonardo.Ai sebagai acuan utama, bukan tabel harga dari blog pihak ketiga [
9].
Leonardo AI cocok untuk siapa?
Leonardo AI paling cocok untuk pengguna yang perlu banyak variasi visual dalam waktu singkat, misalnya:
- pembuat konten atau tim marketing yang butuh gambar kampanye, thumbnail, atau visual media sosial [
6][
7];
- kreator yang sering membuat concept art untuk karakter, latar, atau produk [
7];
- desainer yang ingin membandingkan beberapa arah tekstur dan gaya visual [
7];
- pengguna yang ingin membuat gambar lalu melakukan background removal atau upscale dalam platform yang sama [
8];
- pengguna yang ingin memakai gambar AI untuk proyek komersial, tetapi tetap mengecek dasar lisensinya terlebih dahulu [
9].
Sebaliknya, berhati-hatilah jika Anda hanya ingin memakai paket gratis untuk pekerjaan yang belum boleh terlihat publik. Beberapa sumber eksternal menyebut adanya perbedaan antara public generations pada paket gratis dan private generations pada paket berbayar [2][
4]. Untuk aset brand yang belum dirilis atau konsep klien yang sensitif, cek lagi aturan privasi hasil generasi pada paket yang akan dipakai.
Struktur prompt sederhana untuk pemula
Agar hasil lebih mudah dibandingkan, mulai dari struktur prompt yang rapi. Anda bisa memasukkan elemen berikut secara berurutan:
- Tujuan: thumbnail, product image, concept art, advertising image
- Subjek: orang, produk, ruangan, karakter, adegan
- Gaya: realistic, cinematic, 3D render, illustration
- Komposisi: close-up, full body, wide shot
- Pencahayaan: soft light, dramatic lighting, studio lighting
- Latar: simple background, futuristic city, natural landscape
- Rasio: 1:1, 4:5, 16:9, 9:16
Contoh prompt:
A futuristic female game character, cyberpunk armor, full body, concept art, dramatic lighting, detailed background, high quality, 16:9Jika hasil sering memunculkan elemen yang tidak diinginkan, siapkan daftar pengecualian atau negative prompt seperti ini:
blurry, low quality, extra fingers, distorted face, bad anatomy, text artifactsUntuk menghemat token, mulai dengan membuat beberapa arah visual terlebih dahulu, pilih kandidat terbaik, lalu gunakan upscale atau background removal hanya pada gambar yang memang akan dipakai. Ini penting karena post-processing juga dapat memakai token di Leonardo.Ai [8].
Kesimpulan
Leonardo AI adalah alat yang kuat untuk membuat dan membandingkan banyak konsep visual dengan cepat, terutama untuk gambar berbasis prompt, tekstur, concept art, dan pekerjaan post-processing [6][
7][
8]. Paket gratis bisa menjadi pintu masuk yang menarik, tetapi informasi kuota dan harga dari sumber eksternal dapat berbeda, sementara token juga dipakai untuk fitur selain pembuatan gambar [
1][
2][
8][
10].
Untuk penggunaan komersial, panduan resmi menyatakan pengguna gratis mendapat lisensi komersial termasuk untuk menjual kreasi [9]. Meski begitu, sebelum dipakai untuk iklan, produk, atau pekerjaan klien, tetap periksa syarat terbaru dan potensi isu hak atas elemen visual. Jika kebutuhan Anda adalah membuat banyak opsi visual dengan cepat, Leonardo AI layak masuk daftar alat yang perlu dicoba.




