Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4] Dokumentasi subagent memberi batasan yang lebih spesifik: di Plan, subagent tidak punya alat untuk mengedit berkas, tetapi beberapa perintah lain tetap dapat berjalan.[2]...
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian
![[GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W](https://d15bya8fi85z1v.cloudfront.net/chat/0DvQ6VBDuJZNT4Zm6EsGr0QXi692/thumbnails/D1990BA7CB13B559A680/AA2765EB8E40F237F9FC-medium-640.webp)
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: [GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W. Article summary: <tool call {"name":"apply diff","arguments":{"path":" bmad output/analysis/ANALYSIS 20261022 document test governance.md","diff":"<<<<<<< SEARCH\n:start line:32\n \n 外部一手资料:当前实际网页工具返回 Cline 官方模式与配置文档、Huntley 移植原文片段;Human. Topic tags: general web, llm, agents, ai, workflow. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Mode Plan pada AI coding agent terdengar seperti ruang aman untuk berpikir sebelum bertindak. Namun, pembaca perlu membedakan fungsi perencanaan dari jaminan keamanan: dokumentasi fitur yang berbeda dapat menjelaskan batas yang berbeda pula.
Dalam dokumentasi Cline, mode Plan ditujukan untuk mengeksplorasi basis kode dan menyusun strategi tanpa mengubah berkas. Mode Act digunakan untuk menjalankan rencana tersebut.4 Pembagian ini berguna sebagai alur kerja: pahami kebutuhan dan siapkan langkah lebih dulu, lalu beralih ke implementasi.
Namun, deskripsi itu tidak otomatis berarti setiap fitur atau jalur eksekusi di dalam produk memiliki batas yang sama. Dokumentasi Cline tentang subagent menyebut bahwa subagent dalam Plan tidak memiliki alat untuk mengedit berkas. Dokumen yang sama juga menyatakan Cline menolak sejumlah perintah shell yang biasanya mengubah berkas, seperti rm dan git commit, tetapi perintah lain masih dapat berjalan—bahkan beberapa perintah, misalnya python -c, dapat menulis berkas.2
Artinya, keterangan “tidak mengubah berkas” perlu dibaca sesuai konteks fitur yang dibahas. Jangan menyamakan pengaturan mode dengan sandbox keamanan yang memblokir seluruh kemungkinan perubahan. Untuk memastikan perlindungan pada suatu instalasi, periksa dokumentasi versi dan konfigurasi yang benar-benar digunakan.
Pengelolaan konteks juga menjadi bagian dari alur kerja agen coding. HumanLayer menggambarkan pendekatan yang mereka sebut frequent intentional compaction: konteks yang diberikan kepada AI disusun secara sengaja sepanjang proses pengembangan. Artikel itu juga membahas alur “riset, rencana, implementasi”.8
Dalam praktiknya, ringkasan kerja yang baik seharusnya mempertahankan kebutuhan, keputusan, pekerjaan yang belum selesai, dan hal-hal yang masih belum pasti. Tujuannya bukan sekadar memendekkan riwayat percakapan, melainkan menjaga informasi penting tetap tersedia saat pekerjaan berlanjut.
Dalam tulisan tentang memindahkan basis kode dari satu bahasa pemrograman ke bahasa lain, Geoffrey Huntley mengusulkan pendekatan yang dimulai dengan merangkum tes ke dalam berkas spesifikasi Markdown, lalu mendokumentasikan fungsi produk.9 Ide ini dapat membantu tim memahami perilaku yang diharapkan sebelum implementasi baru dikerjakan.
Tetapi spesifikasi tertulis dan tes yang dapat dijalankan memiliki fungsi berbeda. Spesifikasi membantu menjelaskan perilaku; tes regresi membantu memeriksa apakah perubahan benar-benar mempertahankannya. Karena itu, metode untuk pekerjaan porting tidak dengan sendirinya menjadi alasan untuk menghapus tes rutin.
Mode Plan dapat membantu memisahkan analisis dari implementasi, sementara pengelolaan konteks dan dokumentasi tes dapat membuat pekerjaan agen coding lebih terarah. Namun, batas kemampuan harus dinilai per fitur, dan keluaran AI tetap perlu diperiksa. Rencana yang rapi bukan bukti bahwa semua jalur perubahan tertutup—sama seperti spesifikasi tes bukan pengganti pengujian.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4]
Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4] Dokumentasi subagent memberi batasan yang lebih spesifik: di Plan, subagent tidak punya alat untuk mengedit berkas, tetapi beberapa perintah lain tetap dapat berjalan.[2]
Pengelolaan konteks yang disengaja dan spesifikasi tes dapat membantu alur kerja agen AI, tetapi keduanya bukan alasan untuk menganggap tes regresi tidak lagi diperlukan.[8][9]
Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4] Dokumentasi subagent memberi batasan yang lebih spesifik: di Plan, subagent tidak punya alat untuk mengedit berkas, tetapi beberapa perintah lain tetap dapat berjalan.[2]...
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian
![[GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W](https://d15bya8fi85z1v.cloudfront.net/chat/0DvQ6VBDuJZNT4Zm6EsGr0QXi692/thumbnails/D1990BA7CB13B559A680/AA2765EB8E40F237F9FC-medium-640.webp)
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: [GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W. Article summary: <tool call {"name":"apply diff","arguments":{"path":" bmad output/analysis/ANALYSIS 20261022 document test governance.md","diff":"<<<<<<< SEARCH\n:start line:32\n \n 外部一手资料:当前实际网页工具返回 Cline 官方模式与配置文档、Huntley 移植原文片段;Human. Topic tags: general web, llm, agents, ai, workflow. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Mode Plan pada AI coding agent terdengar seperti ruang aman untuk berpikir sebelum bertindak. Namun, pembaca perlu membedakan fungsi perencanaan dari jaminan keamanan: dokumentasi fitur yang berbeda dapat menjelaskan batas yang berbeda pula.
Dalam dokumentasi Cline, mode Plan ditujukan untuk mengeksplorasi basis kode dan menyusun strategi tanpa mengubah berkas. Mode Act digunakan untuk menjalankan rencana tersebut.4 Pembagian ini berguna sebagai alur kerja: pahami kebutuhan dan siapkan langkah lebih dulu, lalu beralih ke implementasi.
Namun, deskripsi itu tidak otomatis berarti setiap fitur atau jalur eksekusi di dalam produk memiliki batas yang sama. Dokumentasi Cline tentang subagent menyebut bahwa subagent dalam Plan tidak memiliki alat untuk mengedit berkas. Dokumen yang sama juga menyatakan Cline menolak sejumlah perintah shell yang biasanya mengubah berkas, seperti rm dan git commit, tetapi perintah lain masih dapat berjalan—bahkan beberapa perintah, misalnya python -c, dapat menulis berkas.2
Artinya, keterangan “tidak mengubah berkas” perlu dibaca sesuai konteks fitur yang dibahas. Jangan menyamakan pengaturan mode dengan sandbox keamanan yang memblokir seluruh kemungkinan perubahan. Untuk memastikan perlindungan pada suatu instalasi, periksa dokumentasi versi dan konfigurasi yang benar-benar digunakan.
Pengelolaan konteks juga menjadi bagian dari alur kerja agen coding. HumanLayer menggambarkan pendekatan yang mereka sebut frequent intentional compaction: konteks yang diberikan kepada AI disusun secara sengaja sepanjang proses pengembangan. Artikel itu juga membahas alur “riset, rencana, implementasi”.8
Dalam praktiknya, ringkasan kerja yang baik seharusnya mempertahankan kebutuhan, keputusan, pekerjaan yang belum selesai, dan hal-hal yang masih belum pasti. Tujuannya bukan sekadar memendekkan riwayat percakapan, melainkan menjaga informasi penting tetap tersedia saat pekerjaan berlanjut.
Dalam tulisan tentang memindahkan basis kode dari satu bahasa pemrograman ke bahasa lain, Geoffrey Huntley mengusulkan pendekatan yang dimulai dengan merangkum tes ke dalam berkas spesifikasi Markdown, lalu mendokumentasikan fungsi produk.9 Ide ini dapat membantu tim memahami perilaku yang diharapkan sebelum implementasi baru dikerjakan.
Tetapi spesifikasi tertulis dan tes yang dapat dijalankan memiliki fungsi berbeda. Spesifikasi membantu menjelaskan perilaku; tes regresi membantu memeriksa apakah perubahan benar-benar mempertahankannya. Karena itu, metode untuk pekerjaan porting tidak dengan sendirinya menjadi alasan untuk menghapus tes rutin.
Mode Plan dapat membantu memisahkan analisis dari implementasi, sementara pengelolaan konteks dan dokumentasi tes dapat membuat pekerjaan agen coding lebih terarah. Namun, batas kemampuan harus dinilai per fitur, dan keluaran AI tetap perlu diperiksa. Rencana yang rapi bukan bukti bahwa semua jalur perubahan tertutup—sama seperti spesifikasi tes bukan pengganti pengujian.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4]
Cline menggambarkan Plan sebagai mode untuk membaca dan merencanakan tanpa mengubah berkas, sedangkan Act digunakan untuk menjalankan rencana.[4] Dokumentasi subagent memberi batasan yang lebih spesifik: di Plan, subagent tidak punya alat untuk mengedit berkas, tetapi beberapa perintah lain tetap dapat berjalan.[2]
Pengelolaan konteks yang disengaja dan spesifikasi tes dapat membantu alur kerja agen AI, tetapi keduanya bukan alasan untuk menganggap tes regresi tidak lagi diperlukan.[8][9]