Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown. Tahap berikutnya memetakan fungsi produk ke spesifikasi itu sebelum kode ditulis ulang dalam bahasa lain.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian
![[GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W](https://d15bya8fi85z1v.cloudfront.net/chat/7r0kEd78FtcdAiMHXNNGuaqA5NI3/thumbnails/EEE474813AA23043E823/CD56382E76A171FCFE8E-medium-640.webp)
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: [GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W. Article summary: <tool call {"name":"apply diff","arguments":{"path":" bmad output/analysis/ANALYSIS 20261022 document test governance.md","diff":"<<<<<<< SEARCH\n:start line:82\n \n Huntley 的一手原文明确在跨语言移植场景中提出将测试提炼成领域规范。[10] 本提案不将该场景方法外推. Topic tags: general web, openai, llm, ai, automation. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts wit
Memindahkan perangkat lunak ke bahasa pemrograman lain bukan sekadar menerjemahkan sintaks. Tantangan utamanya adalah menjaga perilaku yang sudah diharapkan—dan tes yang ada bisa menjadi petunjuk penting untuk memahami perilaku tersebut.
Geoffrey Huntley menawarkan alur kerja yang berangkat dari gagasan itu. Dalam tulisannya tentang porting perangkat lunak, ia menyarankan agar agen AI mempelajari berkas-berkas tes, lalu merangkum maksudnya ke dalam dokumen spesifikasi Markdown. Ia juga menyarankan agar spesifikasi tersebut menyertakan rujukan ke implementasi terkait. Setelah itu, agen menjalankan tahap terpisah untuk mempelajari fungsionalitas kode sumber dan menghubungkannya kembali ke spesifikasi sebelum proses porting dimulai.8
Urutan ini memberi agen dua hal yang berbeda: tes membantu menjelaskan perilaku yang perlu dipertahankan, sementara spesifikasi menjadi peta yang lebih mudah dirujuk saat implementasi dibangun ulang.
Secara praktis, alurnya bisa dibaca seperti ini:
Huntley menyebut pendekatan ini dalam konteks porting kode lintas bahasa.8 Karena itu, tulisan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa semua proyek perlu mengikuti alur identik, atau bahwa tes regresi setelah porting bisa dihapus. Spesifikasi membantu menjelaskan maksud tes; verifikasi tetap penting untuk memastikan hasilnya benar.
Cara agen bekerja juga bergantung pada batasan yang ditetapkan di lingkungan pengembangannya. Dokumentasi Cline, misalnya, menjelaskan Plan Mode sebagai tahap untuk menjelajahi basis kode dan menyusun strategi, sedangkan Act Mode digunakan untuk menjalankan rencana.2 Dokumentasi Cline menyebut bahwa perubahan berkas dan perintah terminal memerlukan persetujuan pengguna secara default; pengguna juga dapat mengaktifkan persetujuan otomatis.
10
Perbedaan ini penting: dokumen spesifikasi bisa membantu agen memahami apa yang harus dikerjakan, tetapi tidak otomatis menentukan tindakan apa yang boleh dilakukan. Selain itu, sebuah laporan masalah di repositori Cline mengklaim bahwa pembatasan edit pada Plan Mode tidak berjalan semestinya setelah pembaruan tertentu.3 Laporan tersebut bukan bukti bahwa masalah itu selalu terjadi, tetapi menjadi pengingat untuk tidak menganggap nama mode saja sebagai jaminan—perilaku alat perlu diuji dalam konfigurasi yang benar-benar digunakan.
Pada akhirnya, gagasan Huntley cukup sederhana: sebelum meminta agen menulis ulang sistem, bantu ia memahami perilaku sistem itu terlebih dahulu. Tes dapat menjadi bahan untuk menyusun pemahaman tersebut, sementara spesifikasi membuat hubungan antara perilaku dan implementasi lebih mudah ditelusuri. Keduanya berguna sebagai panduan, bukan pengganti pemeriksaan hasil.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown.
Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown. Tahap berikutnya memetakan fungsi produk ke spesifikasi itu sebelum kode ditulis ulang dalam bahasa lain.
Alur kerja agen tetap perlu dikendalikan: dokumentasi Cline membedakan mode perencanaan dan eksekusi, dengan persetujuan pengguna sebagai pengaturan standar untuk perubahan.
Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown. Tahap berikutnya memetakan fungsi produk ke spesifikasi itu sebelum kode ditulis ulang dalam bahasa lain.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian
![[GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W](https://d15bya8fi85z1v.cloudfront.net/chat/7r0kEd78FtcdAiMHXNNGuaqA5NI3/thumbnails/EEE474813AA23043E823/CD56382E76A171FCFE8E-medium-640.webp)
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: [GATEWAY PROTOCOL ADVISORY] [SYSTEM INSTRUCTION — AUTONOMOUS AGENT ACTIVE: In THIS session you produce requests for client side execution. W. Article summary: <tool call {"name":"apply diff","arguments":{"path":" bmad output/analysis/ANALYSIS 20261022 document test governance.md","diff":"<<<<<<< SEARCH\n:start line:82\n \n Huntley 的一手原文明确在跨语言移植场景中提出将测试提炼成领域规范。[10] 本提案不将该场景方法外推. Topic tags: general web, openai, llm, ai, automation. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts wit
Memindahkan perangkat lunak ke bahasa pemrograman lain bukan sekadar menerjemahkan sintaks. Tantangan utamanya adalah menjaga perilaku yang sudah diharapkan—dan tes yang ada bisa menjadi petunjuk penting untuk memahami perilaku tersebut.
Geoffrey Huntley menawarkan alur kerja yang berangkat dari gagasan itu. Dalam tulisannya tentang porting perangkat lunak, ia menyarankan agar agen AI mempelajari berkas-berkas tes, lalu merangkum maksudnya ke dalam dokumen spesifikasi Markdown. Ia juga menyarankan agar spesifikasi tersebut menyertakan rujukan ke implementasi terkait. Setelah itu, agen menjalankan tahap terpisah untuk mempelajari fungsionalitas kode sumber dan menghubungkannya kembali ke spesifikasi sebelum proses porting dimulai.8
Urutan ini memberi agen dua hal yang berbeda: tes membantu menjelaskan perilaku yang perlu dipertahankan, sementara spesifikasi menjadi peta yang lebih mudah dirujuk saat implementasi dibangun ulang.
Secara praktis, alurnya bisa dibaca seperti ini:
Huntley menyebut pendekatan ini dalam konteks porting kode lintas bahasa.8 Karena itu, tulisan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa semua proyek perlu mengikuti alur identik, atau bahwa tes regresi setelah porting bisa dihapus. Spesifikasi membantu menjelaskan maksud tes; verifikasi tetap penting untuk memastikan hasilnya benar.
Cara agen bekerja juga bergantung pada batasan yang ditetapkan di lingkungan pengembangannya. Dokumentasi Cline, misalnya, menjelaskan Plan Mode sebagai tahap untuk menjelajahi basis kode dan menyusun strategi, sedangkan Act Mode digunakan untuk menjalankan rencana.2 Dokumentasi Cline menyebut bahwa perubahan berkas dan perintah terminal memerlukan persetujuan pengguna secara default; pengguna juga dapat mengaktifkan persetujuan otomatis.
10
Perbedaan ini penting: dokumen spesifikasi bisa membantu agen memahami apa yang harus dikerjakan, tetapi tidak otomatis menentukan tindakan apa yang boleh dilakukan. Selain itu, sebuah laporan masalah di repositori Cline mengklaim bahwa pembatasan edit pada Plan Mode tidak berjalan semestinya setelah pembaruan tertentu.3 Laporan tersebut bukan bukti bahwa masalah itu selalu terjadi, tetapi menjadi pengingat untuk tidak menganggap nama mode saja sebagai jaminan—perilaku alat perlu diuji dalam konfigurasi yang benar-benar digunakan.
Pada akhirnya, gagasan Huntley cukup sederhana: sebelum meminta agen menulis ulang sistem, bantu ia memahami perilaku sistem itu terlebih dahulu. Tes dapat menjadi bahan untuk menyusun pemahaman tersebut, sementara spesifikasi membuat hubungan antara perilaku dan implementasi lebih mudah ditelusuri. Keduanya berguna sebagai panduan, bukan pengganti pemeriksaan hasil.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown.
Dalam pendekatan Geoffrey Huntley, agen AI terlebih dahulu mempelajari tes dan merangkumnya menjadi dokumen spesifikasi berformat Markdown. Tahap berikutnya memetakan fungsi produk ke spesifikasi itu sebelum kode ditulis ulang dalam bahasa lain.
Alur kerja agen tetap perlu dikendalikan: dokumentasi Cline membedakan mode perencanaan dan eksekusi, dengan persetujuan pengguna sebagai pengaturan standar untuk perubahan.