Hingga Agustus 2026, lebih dari 20,07 juta Bitcoin telah ditambang — atau 95,6% dari total maksimum 21 juta koin. Unggahan CZ memicu lagi perdebatan di kalangan analis: apakah pasar harus mengacu pada total koin yang ditambang (mined supply) atau 'pasokan yang benar benar bisa diakses' (truly accessible supply)?
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Based on Binance founder Changpeng Zhao's August 2026 post, what is the current state of Bitcoin's mined supply, estimated loss rate, effect. Article summary: Let me search for Changpeng Zhao's August 2026 post on this topicOn August 15, 2026, Binance founder Changpeng Zhao (CZ) posted on X that Bitcoin's cumulative mined supply has surpassed 20.07 million, reaching 95.6% of t. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Pada 15 Agustus 2026, pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengunggah pernyataan di X (Twitter) yang menggemparkan pasar kripto. Ia mengungkapkan bahwa jumlah total Bitcoin yang sudah ditambang telah menembus angka 20,07 juta koin, atau setara 95,6% dari batas maksimum 21 juta koin. Namun, yang lebih mencengangkan adalah klaimnya bahwa 10–20% dari seluruh Bitcoin yang ada saat ini kemungkinan besar sudah hilang, macet, atau tidak bisa dipulihkan lagi. Artinya, pasokan Bitcoin yang benar-benar beredar di pasar bisa jauh lebih kecil dari angka yang selama ini umum dilaporkan.
Unggahan CZ menyajikan hitungan kelangkaan yang gamblang, didukung data dari jaringan blockchain:
Perkiraan kehilangan 10–20% ini sebenarnya bukan barang baru. Studi Chainalysis sebelumnya menempatkan jumlah Bitcoin yang tidak bisa dipulihkan di kisaran 2,5–4 juta BTC. Penyebabnya klasik: kunci privat yang terlupakan, kerusakan hard drive, atau pemilik yang meninggal tanpa meninggalkan akses. Bahkan Binance Academy juga mencatat bahwa hingga 20% dari seluruh Bitcoin yang ditambang mungkin hilang permanen karena alasan serupa.
Unggahan CZ mempertajam perdebatan lama di kalangan analis Bitcoin: haruskah model pelacakan menggunakan "pasokan yang ditambang" (total on-chain) atau "pasokan yang benar-benar bisa diakses" (total tambang dikurangi yang hilang permanen)? Perbedaannya sangat material.
Angka on-chain mentah sekitar 20,07 juta BTC selama ini rutin dipakai sebagai patokan pasokan yang beredar. Tapi jika perkiraan terendah CZ (10%) benar, lebih dari 2 juta BTC sudah efektif dikeluarkan dari pasar. Pada batas atas (20%), angka kehilangan mendekati 4 juta koin.
Ini artinya, Bitcoin yang benar-benar tersedia di pasar mungkin 10–20% lebih kecil dari yang biasa dilaporkan. Perbedaan ini memicu diskusi baru: apakah angka pasokan tambang mentah terlalu membesar-besarkan ketersediaan pasar yang sebenarnya, terutama dalam analisis likuiditas dan model harga.
Halving Bitcoin berikutnya diperkirakan akan terjadi pada tahun 2028, yang akan memangkas imbalan blok menjadi sekitar 1,5625 BTC. Dengan pasokan baru yang terus menipis hingga mendekati nol, dan sebagian besar koin yang sudah ada juga hilang permanen, tekanan deflasi bisa semakin intens.
CZ sendiri mencatat bahwa kombinasi faktor-faktor ini bisa membuat kepemilikan 1 Bitcoin utuh menjadi hal yang sulit bahkan bagi para miliarder seiring waktu. Dengan hanya 21 juta koin yang pernah ada — dan jutaan di antaranya sudah hilang — pasokan yang tersedia untuk memenuhi permintaan global jauh lebih kecil dari yang disadari banyak orang.
Unggahan CZ ini memicu diskusi luas di platform analisis kripto:
Unggahan CZ menjadi pengingat bahwa angka pasokan Bitcoin di rantai (on-chain) hanya bercerita setengahnya. Pasokan yang benar-benar bisa diperdagangkan mungkin jauh lebih rendah — dan akan terus menurun seiring waktu karena koin-koin terus hilang. Dengan batas 21 juta yang sudah hampir 96% tercapai, kombinasi antara kelangkaan terminal, koin hilang, dan pasokan baru yang menurun menciptakan dinamika pasokan yang tidak dimiliki oleh aset besar lainnya.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Hingga Agustus 2026, lebih dari 20,07 juta Bitcoin telah ditambang — atau 95,6% dari total maksimum 21 juta koin.
Hingga Agustus 2026, lebih dari 20,07 juta Bitcoin telah ditambang — atau 95,6% dari total maksimum 21 juta koin. Unggahan CZ memicu lagi perdebatan di kalangan analis: apakah pasar harus mengacu pada total koin yang ditambang (mined supply) atau 'pasokan yang benar benar bisa diakses' (truly accessible supply)?
Dengan lebih dari 2 juta Bitcoin yang mungkin hilang dan hanya tersisa 4,4% koin yang bisa ditambang (sekitar 930.000 BTC) hingga tahun 2140, tekanan deflasi Bitcoin bisa semakin kuat.