Di Amerika Serikat, harga terbaru PS5 adalah $599 untuk Digital Edition, $649 untuk versi dengan disc drive, dan $899 untuk PS5 Pro . Angka tersebut memang jauh lebih tinggi dibandingkan harga awal PS5, tetapi Sony menilai biaya itu masih berada di bawah harga rakitan PC dengan performa kelas atas yang sebanding.
Argumen Sony berfokus pada biaya pembelian perangkat di awal. PC gaming dapat menawarkan performa, fleksibilitas, dan fitur yang lebih luas, tetapi untuk mencapai kelas performa yang sama, konsumen biasanya perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk kartu grafis, prosesor, memori, penyimpanan, serta komponen pendukung lainnya.
Tao juga mengatakan bahwa disc fisik bukan faktor pembeda utama antara PlayStation dan PC. Sony justru menyoroti dua kekuatan lain: konten yang dikurasi, termasuk game eksklusif, serta lingkungan permainan yang stabil dan dioptimalkan khusus untuk konsol .
Dengan kata lain, Sony ingin PlayStation dipandang bukan sekadar perangkat untuk memainkan game secara offline, melainkan sebuah ekosistem dengan perangkat keras, sistem operasi, layanan daring, dan katalog game yang dirancang untuk bekerja bersama.
Meski produksi disc dihentikan, penerbit masih dapat menjual game dalam kotak fisik yang berisi kode unduhan. Menurut Tao, format seperti “kotak kosong dengan kode di dalamnya” tetap memungkinkan game hadir di rak toko, khususnya di pasar seperti Amerika Utara .
Format ini mempertahankan kehadiran produk di toko ritel, tetapi isi gamenya tetap harus diunduh melalui layanan digital.
Sony menaikkan harga PS5 dua kali dalam waktu kurang dari setahun. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan kelangkaan chip memori global, setelah pusat data untuk kecerdasan buatan menyerap pasokan DRAM dan NAND dalam jumlah besar .
Kondisi itu membuat produsen chip lebih memprioritaskan komponen dengan margin tinggi untuk infrastruktur AI. Akibatnya, pasokan chip untuk perangkat konsumen seperti konsol game ikut tertekan.
Pada Maret 2026, Sony mengumumkan kenaikan harga sebesar $100 untuk seluruh model PS5 di Amerika Serikat, yang berlaku mulai 2 April 2026 . Harga PS5 Digital kemudian menjadi $599, versi disc menjadi $649, dan PS5 Pro menjadi $899 .
Dampaknya terlihat pada penjualan perangkat keras. Sony hanya menjual 1,5 juta unit PS5 pada kuartal keempat FY2025, turun 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pendapatan divisi gim Sony sepanjang tahun fiskal tetap relatif stabil di angka ¥4,69 triliun atau sekitar $29,9 miliar .
Krisis ini tidak hanya menimpa Sony. Microsoft, Nintendo, Asus, dan MSI juga menaikkan harga perangkat keras gaming akibat tekanan biaya memori yang sama. Analisis pasar Kearney pada 2026 bahkan memperkirakan pemulihan penuh pasokan bisa baru terjadi hingga 2030 .
Pada 1 Juli 2026, Sony mengumumkan melalui PlayStation Blog bahwa produksi disc game fisik untuk semua game PlayStation baru akan dihentikan mulai Januari 2028 .
Setelah tanggal tersebut, game baru akan tersedia melalui dua jalur:
Game yang sudah dirilis atau dijadwalkan hadir sebelum Januari 2028 tidak terdampak oleh kebijakan ini dan tetap dapat dirilis dalam format disc .
Sony menyebut perubahan tersebut sebagai respons terhadap pergeseran kebiasaan konsumen dan tren industri hiburan yang semakin menjauh dari media fisik. Hampir empat dari lima pembelian game penuh di PS5 kini sudah dilakukan secara digital .
Tao juga mengatakan bahwa digitalisasi konten terus berkembang dan keputusan ini tidak akan berdampak pada bisnis PlayStation karena format digital sudah menjadi pilihan mayoritas pemain .
Bagi Sony, angka tersebut menunjukkan bahwa produksi disc fisik untuk rilisan baru tidak lagi menjadi bagian penting dari model bisnisnya.
Keputusan tersebut memicu kritik luas di media sosial, forum, dan kolom komentar situs berita game. Para penggemar mengkhawatirkan pelestarian game, kemungkinan menjual atau meminjamkan game, serta berkurangnya kendali atas produk yang mereka beli .
Kotaku melaporkan bahwa masih ada kelompok besar penggemar yang terus mengecam langkah Sony menuju format serba digital . Kekhawatiran ini terutama berkaitan dengan ketergantungan pada toko digital, koneksi internet, dan keputusan penerbit untuk mempertahankan akses terhadap game dalam jangka panjang.
Sony mengakui adanya reaksi negatif tersebut, tetapi tidak memberi sinyal akan membatalkan rencananya. Tao mengatakan perusahaan akan “melangkah maju dengan hati-hati”, sembari menegaskan bahwa digitalisasi konten secara keseluruhan merupakan faktor utama di balik keputusan tersebut .
Sejumlah media teknologi menilai keputusan Sony sebagai pukulan besar bagi pasar game fisik. The Verge menggambarkannya sebagai langkah Sony untuk mematikan seluruh disc game PlayStation fisik bagi rilisan baru, sementara CNBC menyebutnya sebagai pukulan penting bagi pasar game fisik .
TechCrunch dan Engadget menilai kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa konsol PlayStation generasi berikutnya berpotensi hadir tanpa dukungan disc fisik . Namun, Sony belum secara resmi mengumumkan spesifikasi atau desain konsol penerus PS5.
Microsoft dan Xbox juga belum mengumumkan kebijakan serupa. Meski demikian, perubahan Sony memperkuat spekulasi bahwa produsen konsol besar lain dapat mengikuti arah yang sama di masa depan .
Pada akhirnya, strategi Sony memiliki dua sisi. PS5 masih diposisikan sebagai pilihan yang lebih murah untuk pengalaman gaming kelas atas dibandingkan PC, tetapi konsumen harus menerima harga perangkat yang meningkat dan masa depan game yang semakin bergantung pada distribusi digital.