Uni Eropa memiliki AI Act yang diterapkan bertahap; AS mengandalkan lembaga yang sudah ada dan aturan negara bagian; China mengatur layanan AI generatif melalui aturan khusus; Singapura memadukan aturan yang sudah ada... Parlemen Eropa mengumumkan tenggat 2 Desember 2027 untuk kewajiban AI berisiko tinggi yang berdi...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 SolGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: As of September 20, 2026, how do the European Union, United States, China and Singapore compare in their emerging approaches to curbing AI h. Article summary: The evidence supports a clear contrast between the EU’s comprehensive, risk-based AI law and the US’s fragmented approach, alongside a White House preference for lighter national standards. [10] However, the available ex. Topic tags: general, government, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Jika sebuah negara membahas perlindungan dari bahaya AI, apakah perlindungan itu sudah bisa ditegakkan? Belum tentu. Hingga 20 September 2026, Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), China, dan Singapura memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk membandingkannya, status hukum dan tanggal berlakunya sama pentingnya dengan isi aturan.7
11
14
16
AI Act Uni Eropa mulai berlaku pada Agustus 2024, tetapi ketentuannya diterapkan secara bertahap.7 Pendekatannya berbasis risiko: ada praktik yang dilarang dan ada penggunaan berisiko tinggi yang dikenai kewajiban tersendiri. Komisi Eropa memasukkan manipulasi atau penipuan yang membahayakan, eksploitasi kerentanan, penilaian sosial (social scoring), serta pengumpulan gambar wajah secara massal tanpa sasaran tertentu untuk membangun basis data pengenalan wajah ke dalam daftar praktik terlarang.
3 Bidang berisiko tinggi mencakup, antara lain, biometrik, infrastruktur penting, pendidikan, ketenagakerjaan, dan pengawasan perbatasan.
6
Soal tenggat, Parlemen Eropa mengumumkan 2 Desember 2027 untuk kewajiban pada sistem berisiko tinggi yang berdiri sendiri, serta 2 Agustus 2028 untuk sistem tertentu yang tertanam sebagai komponen keselamatan.5 Parlemen juga mengumumkan persetujuan atas langkah yang melarang sistem AI pembuat materi kekerasan seksual terhadap anak atau konten intim nonkonsensual tertentu.
5 Namun, persetujuan parlemen tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh ketentuan dalam langkah tersebut sudah dapat ditegakkan pada 20 September 2026.
AS belum memiliki undang-undang federal AI yang menyeluruh. Pengawasan dilakukan melalui lembaga yang sudah ada, termasuk Federal Trade Commission, sementara negara-negara bagian terus membuat aturan sendiri. Gedung Putih mendukung standar nasional yang lebih ringan, tetapi preferensi kebijakan itu bukan undang-undang AI nasional.11
16
Colorado menunjukkan mengapa status suatu aturan perlu diperiksa. Undang-undang tahun 2024 di sana menyasar diskriminasi algoritmik dalam keputusan penting yang melibatkan AI berisiko tinggi. Pada Mei 2026, undang-undang baru ditandatangani untuk mencabut dan mengganti ketentuan tersebut dengan persyaratan yang lebih berfokus pada teknologi pengambilan keputusan otomatis. Sumber yang tersedia tidak memastikan kapan ketentuan penggantinya mulai berlaku.9
13 Sebaliknya, tinjauan hukum pada September 2026 melaporkan bahwa sejumlah undang-undang California tentang chatbot pendamping, transparansi data pelatihan AI, dan transparansi AI terdepan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.
12
Klaim tentang kewajiban nasional untuk menyediakan tombol penghentian darurat AI, atau kill switch, juga belum didukung bukti adanya aturan federal yang telah disahkan beserta cakupan dan tanggal berlakunya.
China memiliki aturan administratif khusus bagi layanan AI generatif yang dikenal sebagai Interim AI Measures. Perbandingan yang terbit pada 20 September menggambarkan pendekatan yang lebih luas di bawah pengawasan otoritas ruang siber China, dengan perhatian pada legalitas penggunaan data, pelabelan konten, dan perlindungan anak.16
11
Namun, bahan yang tersedia belum cukup untuk memastikan rincian pemicu pendaftaran layanan, ketentuan persetujuan penggunaan data pelatihan, ataupun tanggal mulai berlakunya usulan perlindungan terkait AI pendamping. Pengingat untuk beristirahat, pemeriksaan usia, dan pembatasan hubungan virtual tidak boleh disebut sebagai kewajiban yang sudah berlaku tanpa memastikan status hukumnya.
Menurut pelacak regulasi yang digunakan dalam perbandingan ini, Singapura belum memiliki satu undang-undang khusus AI. Pendekatannya bertumpu pada aturan yang sudah ada dan kerangka tata kelola AI.16
11 Pada 2026, otoritas pengembangan media dan komunikasi Singapura menerbitkan kerangka tata kelola untuk AI yang dapat bertindak sebagai agen, sementara otoritas perlindungan data pribadinya mengeluarkan usulan panduan tentang penggunaan data pribadi dalam AI generatif.
14
Usulan panduan belum menjadi aturan mengikat; kerangka tata kelola pun tidak otomatis wajib diikuti tanpa dasar hukum tersendiri. Bahan yang tersedia belum memastikan apakah rekomendasi tertentu—misalnya persetujuan manusia sebelum agen AI melakukan tindakan berisiko tinggi atau pemberitahuan kepada konsumen mengenai penggunaan data mereka untuk pelatihan AI—sudah wajib pada 20 September 2026.
Intinya: sebelum menyebut suatu perlindungan AI sebagai kewajiban, periksa siapa yang harus mematuhinya, dasar hukumnya, dan sejak kapan aturan itu berlaku.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Uni Eropa memiliki AI Act yang diterapkan bertahap; AS mengandalkan lembaga yang sudah ada dan aturan negara bagian; China mengatur layanan AI generatif melalui aturan khusus; Singapura memadukan aturan yang sudah ada...
Uni Eropa memiliki AI Act yang diterapkan bertahap; AS mengandalkan lembaga yang sudah ada dan aturan negara bagian; China mengatur layanan AI generatif melalui aturan khusus; Singapura memadukan aturan yang sudah ada... Parlemen Eropa mengumumkan tenggat 2 Desember 2027 untuk kewajiban AI berisiko tinggi yang berdiri sendiri dan 2 Agustus 2028 untuk sistem tertentu yang menjadi komponen keselamatan.[5]
Aturan yang telah disahkan belum tentu sudah berlaku. Usulan kebijakan dan panduan tata kelola juga tidak otomatis menjadi kewajiban hukum.