Yang penting, ini bukan berarti perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS) membeli saham SK Hynix secara langsung. Hubungannya ada di rantai pasok: belanja pusat data → pesanan chip AI → kebutuhan HBM → prospek laba SK Hynix.
Jika diringkas, logikanya adalah: investasi infrastruktur AI → Nvidia dan pemasoknya → permintaan HBM → ekspektasi laba → harga saham.
Dalam berita AI, nama yang paling sering muncul biasanya GPU Nvidia. Namun bagi SK Hynix, pengungkit utamanya adalah HBM, singkatan dari high-bandwidth memory: memori berbandwidth tinggi yang dibutuhkan akselerator AI. TNW menggambarkan perubahan fokus ini dengan sederhana: komponen termahal di server AI dulu tampak jelas sebagai prosesor grafis, tetapi belakangan perhatian semakin besar pada memori yang dipasang di sebelahnya .
Bagi produsen memori, kombinasi volume pengiriman dan harga jual sangat menentukan. Morningstar/Dow Jones melaporkan kinerja kuartal III 2025 SK Hynix yang kuat ditopang oleh pengiriman HBM3E kelas atas dan kenaikan harga DRAM untuk server data pelatihan AI serta perangkat mobile . Artinya, investasi AI bukan hanya tema pasar modal. Ia masuk ke pesanan nyata, harga jual, dan proyeksi laba.
Jawaban paling singkat: posisi di rantai pasok Nvidia. Morningstar/Dow Jones menyebut SK Hynix sebagai pemasok utama produk HBM ke Nvidia . AFP juga melaporkan bahwa SK Hynix mendominasi pasar semikonduktor HBM dan menjadi pemasok kunci bagi Nvidia .
Kaitan dengan permintaan AS juga terlihat di laporan pendapatan. TrendForce melaporkan pendapatan SK Hynix di pasar AS melonjak 2,6 kali pada 2024, didorong permintaan chip memori AI dari perusahaan teknologi besar AS . Laporan yang sama menyebut penjualan dari pasar AS, termasuk pendapatan anak usaha di Amerika, menyumbang lebih dari separuh pendapatan tahunan SK Hynix .
Karena itu, setiap berita soal belanja AI Big Tech AS tidak berhenti di saham pembuat GPU. Pasar juga melihat siapa pemasok komponen yang membuat akselerator AI bekerja lebih cepat—dan di titik itulah HBM SK Hynix menjadi penting .
Reli saham tidak hanya berdiri di atas cerita masa depan. AFP melaporkan laba operasi SK Hynix pada kuartal II 2025 naik hampir 70% secara tahunan menjadi 9,21 triliun won, sementara pendapatan mencapai 22,23 triliun won; keduanya merupakan rekor tertinggi perusahaan .
Setelah itu, Straits Times melaporkan laba operasi pada kuartal yang berakhir September 2025 mencapai 11,4 triliun won, dan pelanggan sudah mengamankan seluruh lini produk chip memori SK Hynix untuk 2026 . Morningstar/Dow Jones juga mengaitkan rekor kinerja kuartal III dengan pengiriman HBM3E dan kenaikan harga DRAM server untuk pelatihan AI .
Data seperti ini memberi pasar alasan untuk percaya bahwa permintaan AI telah berubah dari narasi menjadi pesanan, harga, dan kapasitas produksi yang sudah dipesan lebih dulu .
Kenaikan harga saham yang sangat cepat berarti sebagian optimisme masa depan sudah tercermin di harga. Chosun Biz melaporkan reli SK Hynix begitu tajam hingga saham tersebut ditetapkan sebagai investment warning issue, atau kategori peringatan investasi, setelah menembus 600.000 won .
Setidaknya ada tiga asumsi besar yang sedang dihargai pasar. Pertama, belanja AI raksasa teknologi akan berlanjut dan tetap menopang permintaan chip berkinerja tinggi . Kedua, permintaan HBM akan tetap kuat dibanding pasokan, sehingga harga dan profitabilitas tetap menarik . Ketiga, siklus chip AI Nvidia masih akan menyerap HBM dari SK Hynix dalam jumlah besar .
Intinya, penghubung antara belanja AI Big Tech AS dan kenaikan saham SK Hynix adalah HBM. Selama pembangunan pusat data AI terus mendorong permintaan akselerator Nvidia, kebutuhan memori berbandwidth tinggi di sekitarnya dapat mengangkat prospek SK Hynix. Namun setelah reli besar, variabel yang paling sensitif adalah kelanjutan belanja AI, kecepatan penambahan pasokan HBM, dan seberapa jauh ekspektasi itu sudah masuk ke harga saham .