Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang. Sektor di luar informasi dan komunikasi (non I&C) mencakup 59% tenaga profesional teknologi.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: According to Singapore’s Infocomm Media Development Authority (IMDA), how did Singapore’s tech workforce and digital economy perform in 2025. Article summary: According to IMDA’s findings, Singapore’s tech workforce and digital economy both expanded in 2025, with tech employment growing faster outside the information and communications (I&C) sector. The digital economy also in. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Ekonomi digital dan tenaga kerja teknologi Singapura sama-sama tumbuh pada 2025, menurut data Infocomm Media Development Authority (IMDA), badan pemerintah Singapura yang menangani pengembangan sektor informasi, media, dan komunikasi. Salah satu sorotan utamanya: pekerjaan teknologi semakin tersebar ke berbagai sektor, bukan hanya terkonsentrasi di industri teknologi dan komunikasi. 23
40
41
Singapura memiliki 222.200 tenaga profesional teknologi pada 2025, naik dari 214.000 pada 2024. Artinya, jumlahnya tumbuh 3,8% dalam setahun. 23
39
Pertumbuhan paling cepat terjadi di sektor non-I&C. Sektor ini mempekerjakan 59% tenaga profesional teknologi, dan jumlah pekerja teknologinya bertambah 5,3% pada 2025. Sebagai perbandingan, pertumbuhan di sektor informasi dan komunikasi (I&C) mencapai 1,8%. 40
41
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga teknologi juga tumbuh di luar perusahaan teknologi dan komunikasi—seiring berbagai sektor memanfaatkan teknologi dalam kegiatan mereka.
Nilai tambah nominal ekonomi digital Singapura mencapai S$144,1 miliar pada 2025, meningkat dari S$136,5 miliar pada 2024. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) naik dari 18,8% menjadi 19,3%. 23
Kenaikan nilai tambah itu setara S$7,6 miliar, atau sekitar 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya. IMDA juga menyebut pertumbuhan ekonomi digital melampaui pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, angka pertumbuhan PDB nominal total tidak tersedia dalam data yang dirujuk di sini, sehingga selisih pertumbuhannya tidak dapat dihitung secara persis. 23
39
Kebutuhan akan kemampuan terkait kecerdasan buatan (AI) meningkat dalam iklan lowongan kerja teknologi. Porsi lowongan yang meminta setidaknya satu keterampilan AI naik dari 14,0% pada 2024 menjadi 16,7% pada 2025. Untuk lowongan yang meminta setidaknya dua keterampilan AI, porsinya meningkat dari 4,9% menjadi 7,6%. 9
Menurut laporan IMDA, peningkatan permintaan ini terlihat di sektor I&C maupun non-I&C, terutama di bidang keuangan dan asuransi, jasa profesional, serta manufaktur. 9
Upah bulanan median pekerja teknologi residen mencapai S$8.000 pada 2025, naik dari S$7.950 pada 2024. Angka 2025 itu 60% lebih tinggi daripada upah median S$5.000 untuk seluruh pekerja residen. Pada 2024, upah median seluruh pekerja residen tercatat S$4.860. 11
28
Secara keseluruhan, data IMDA memperlihatkan ekonomi digital Singapura terus membesar, sementara pekerjaan teknologi tumbuh lebih cepat di sektor-sektor di luar I&C. Pada saat yang sama, semakin banyak lowongan teknologi mencantumkan keterampilan AI sebagai persyaratan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang.
Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang. Sektor di luar informasi dan komunikasi (non I&C) mencakup 59% tenaga profesional teknologi.
Porsi lowongan teknologi yang meminta setidaknya satu keterampilan AI naik dari 14,0% menjadi 16,7%.
Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang. Sektor di luar informasi dan komunikasi (non I&C) mencakup 59% tenaga profesional teknologi.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: According to Singapore’s Infocomm Media Development Authority (IMDA), how did Singapore’s tech workforce and digital economy perform in 2025. Article summary: According to IMDA’s findings, Singapore’s tech workforce and digital economy both expanded in 2025, with tech employment growing faster outside the information and communications (I&C) sector. The digital economy also in. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Ekonomi digital dan tenaga kerja teknologi Singapura sama-sama tumbuh pada 2025, menurut data Infocomm Media Development Authority (IMDA), badan pemerintah Singapura yang menangani pengembangan sektor informasi, media, dan komunikasi. Salah satu sorotan utamanya: pekerjaan teknologi semakin tersebar ke berbagai sektor, bukan hanya terkonsentrasi di industri teknologi dan komunikasi. 23
40
41
Singapura memiliki 222.200 tenaga profesional teknologi pada 2025, naik dari 214.000 pada 2024. Artinya, jumlahnya tumbuh 3,8% dalam setahun. 23
39
Pertumbuhan paling cepat terjadi di sektor non-I&C. Sektor ini mempekerjakan 59% tenaga profesional teknologi, dan jumlah pekerja teknologinya bertambah 5,3% pada 2025. Sebagai perbandingan, pertumbuhan di sektor informasi dan komunikasi (I&C) mencapai 1,8%. 40
41
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga teknologi juga tumbuh di luar perusahaan teknologi dan komunikasi—seiring berbagai sektor memanfaatkan teknologi dalam kegiatan mereka.
Nilai tambah nominal ekonomi digital Singapura mencapai S$144,1 miliar pada 2025, meningkat dari S$136,5 miliar pada 2024. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) naik dari 18,8% menjadi 19,3%. 23
Kenaikan nilai tambah itu setara S$7,6 miliar, atau sekitar 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya. IMDA juga menyebut pertumbuhan ekonomi digital melampaui pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, angka pertumbuhan PDB nominal total tidak tersedia dalam data yang dirujuk di sini, sehingga selisih pertumbuhannya tidak dapat dihitung secara persis. 23
39
Kebutuhan akan kemampuan terkait kecerdasan buatan (AI) meningkat dalam iklan lowongan kerja teknologi. Porsi lowongan yang meminta setidaknya satu keterampilan AI naik dari 14,0% pada 2024 menjadi 16,7% pada 2025. Untuk lowongan yang meminta setidaknya dua keterampilan AI, porsinya meningkat dari 4,9% menjadi 7,6%. 9
Menurut laporan IMDA, peningkatan permintaan ini terlihat di sektor I&C maupun non-I&C, terutama di bidang keuangan dan asuransi, jasa profesional, serta manufaktur. 9
Upah bulanan median pekerja teknologi residen mencapai S$8.000 pada 2025, naik dari S$7.950 pada 2024. Angka 2025 itu 60% lebih tinggi daripada upah median S$5.000 untuk seluruh pekerja residen. Pada 2024, upah median seluruh pekerja residen tercatat S$4.860. 11
28
Secara keseluruhan, data IMDA memperlihatkan ekonomi digital Singapura terus membesar, sementara pekerjaan teknologi tumbuh lebih cepat di sektor-sektor di luar I&C. Pada saat yang sama, semakin banyak lowongan teknologi mencantumkan keterampilan AI sebagai persyaratan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang.
Pada 2025, jumlah tenaga profesional teknologi di Singapura naik 3,8% menjadi 222.200 orang. Sektor di luar informasi dan komunikasi (non I&C) mencakup 59% tenaga profesional teknologi.
Porsi lowongan teknologi yang meminta setidaknya satu keterampilan AI naik dari 14,0% menjadi 16,7%.