Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: According to IMDA’s Singapore Digital Economy Report 2026, how did Singapore’s digital economy reach $144.1 billion and 19.3% of GDP in 2025. Article summary: Singapore’s digital economy reached S$144.1 billion, or 19.3% of GDP, in 2025, with non-I&C industries—not just the technology sector—remaining the dominant growth driver. [2][7] The available evidence confirms the headl. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Ekonomi digital Singapura mencapai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% dari produk domestik bruto (PDB) negara itu. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas digital kian meluas ke berbagai sektor, bukan hanya perusahaan teknologi. 5
12
Menurut laporan 2026 dari Infocomm Media Development Authority (IMDA), nilai tambah dari digitalisasi di sektor non-Informasi dan Komunikasi (non-I&C) mencapai S$97 miliar. Sektor I&C menyumbang S$47,1 miliar. Jika dijumlahkan, nilainya mencapai S$144,1 miliar; dengan demikian, sektor non-I&C menyumbang sekitar 67% dari total. 5
Namun, sektor I&C tumbuh lebih cepat. Nilai tambah digital non-I&C meningkat 3,6% dibanding tahun sebelumnya, sementara I&C tumbuh 6,1%. Artinya, sektor di luar I&C merupakan penyumbang terbesar, tetapi laju pertumbuhan I&C lebih tinggi. 5
Ekonomi digital mencakup lebih dari industri teknologi. Aktivitas digital di bidang seperti keuangan, manufaktur, dan logistik juga masuk dalam cakupan ini, seiring bisnis menggunakan teknologi dalam kegiatan operasionalnya. 2
Pada 2024, ekonomi digital Singapura bernilai S$136,5 miliar dan menyumbang 18,8% terhadap PDB. Setahun kemudian, nilainya meningkat menjadi S$144,1 miliar, dengan porsi PDB naik ke 19,3%. 12
14
Angka-angka tersebut menggambarkan besarnya ekonomi digital, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu teknologi atau industri tertentu menjadi penyebab kenaikan. Rincian sektor menunjukkan bahwa nilai tambah digital tersebar di sektor I&C maupun sektor-sektor lain dalam perekonomian. 5
12
Adopsi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu bagian dari tren digitalisasi yang lebih luas. Menurut IMDA, proporsi perusahaan yang mengadopsi AI naik dari 14,7% pada 2024 menjadi 23,5% pada 2025. Pada tahun yang sama, angkanya tercatat 23,4% untuk usaha kecil dan menengah (UKM) serta 70,4% untuk perusahaan non-UKM. 34
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat adopsi bervariasi menurut ukuran perusahaan. Namun, angka adopsi saja tidak menjelaskan seberapa intensif AI digunakan atau dampak ekonominya bagi masing-masing perusahaan.
Jumlah tenaga kerja teknologi di Singapura tumbuh 3,8% menjadi 222.200 orang pada 2025. Laporan mengenai data IMDA mengaitkan pertumbuhan ini dengan meningkatnya permintaan tenaga ahli teknologi dari sektor non-teknologi. 1
Hal ini sejalan dengan gambaran yang lebih luas: aktivitas digital tidak terbatas pada perusahaan yang dikategorikan sebagai perusahaan teknologi. Kebutuhan akan keahlian teknis juga dapat datang dari industri lain. 1
2
IMDA mengumumkan rencana untuk meningkatkan keterampilan 40.000 profesional teknologi selama tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi AI. 7 Program National AI Impact Programme juga menargetkan pelatihan bagi 100.000 profesional non-teknologi agar memiliki kemampuan AI yang sesuai dengan bidang mereka, menurut pemberitaan mengenai inisiatif tersebut.
36
Kedua angka itu merupakan target pelatihan, bukan hasil yang sudah tercapai. Bersama data sektor dan tenaga kerja, target tersebut mencerminkan fokus untuk membangun keterampilan AI bagi pekerja teknologi maupun profesional di bidang lain.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya.
Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya. Nilai tambah digital sektor non I&C tumbuh 3,6% dibanding tahun sebelumnya, sedangkan sektor I&C mencatat pertumbuhan lebih cepat, 6,1%.
Adopsi AI di kalangan perusahaan naik menjadi 23,5% pada 2025. Angkanya mencapai 23,4% di kalangan UKM dan 70,4% di perusahaan non UKM.
Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: According to IMDA’s Singapore Digital Economy Report 2026, how did Singapore’s digital economy reach $144.1 billion and 19.3% of GDP in 2025. Article summary: Singapore’s digital economy reached S$144.1 billion, or 19.3% of GDP, in 2025, with non-I&C industries—not just the technology sector—remaining the dominant growth driver. [2][7] The available evidence confirms the headl. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Ekonomi digital Singapura mencapai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% dari produk domestik bruto (PDB) negara itu. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas digital kian meluas ke berbagai sektor, bukan hanya perusahaan teknologi. 5
12
Menurut laporan 2026 dari Infocomm Media Development Authority (IMDA), nilai tambah dari digitalisasi di sektor non-Informasi dan Komunikasi (non-I&C) mencapai S$97 miliar. Sektor I&C menyumbang S$47,1 miliar. Jika dijumlahkan, nilainya mencapai S$144,1 miliar; dengan demikian, sektor non-I&C menyumbang sekitar 67% dari total. 5
Namun, sektor I&C tumbuh lebih cepat. Nilai tambah digital non-I&C meningkat 3,6% dibanding tahun sebelumnya, sementara I&C tumbuh 6,1%. Artinya, sektor di luar I&C merupakan penyumbang terbesar, tetapi laju pertumbuhan I&C lebih tinggi. 5
Ekonomi digital mencakup lebih dari industri teknologi. Aktivitas digital di bidang seperti keuangan, manufaktur, dan logistik juga masuk dalam cakupan ini, seiring bisnis menggunakan teknologi dalam kegiatan operasionalnya. 2
Pada 2024, ekonomi digital Singapura bernilai S$136,5 miliar dan menyumbang 18,8% terhadap PDB. Setahun kemudian, nilainya meningkat menjadi S$144,1 miliar, dengan porsi PDB naik ke 19,3%. 12
14
Angka-angka tersebut menggambarkan besarnya ekonomi digital, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu teknologi atau industri tertentu menjadi penyebab kenaikan. Rincian sektor menunjukkan bahwa nilai tambah digital tersebar di sektor I&C maupun sektor-sektor lain dalam perekonomian. 5
12
Adopsi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu bagian dari tren digitalisasi yang lebih luas. Menurut IMDA, proporsi perusahaan yang mengadopsi AI naik dari 14,7% pada 2024 menjadi 23,5% pada 2025. Pada tahun yang sama, angkanya tercatat 23,4% untuk usaha kecil dan menengah (UKM) serta 70,4% untuk perusahaan non-UKM. 34
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat adopsi bervariasi menurut ukuran perusahaan. Namun, angka adopsi saja tidak menjelaskan seberapa intensif AI digunakan atau dampak ekonominya bagi masing-masing perusahaan.
Jumlah tenaga kerja teknologi di Singapura tumbuh 3,8% menjadi 222.200 orang pada 2025. Laporan mengenai data IMDA mengaitkan pertumbuhan ini dengan meningkatnya permintaan tenaga ahli teknologi dari sektor non-teknologi. 1
Hal ini sejalan dengan gambaran yang lebih luas: aktivitas digital tidak terbatas pada perusahaan yang dikategorikan sebagai perusahaan teknologi. Kebutuhan akan keahlian teknis juga dapat datang dari industri lain. 1
2
IMDA mengumumkan rencana untuk meningkatkan keterampilan 40.000 profesional teknologi selama tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi AI. 7 Program National AI Impact Programme juga menargetkan pelatihan bagi 100.000 profesional non-teknologi agar memiliki kemampuan AI yang sesuai dengan bidang mereka, menurut pemberitaan mengenai inisiatif tersebut.
36
Kedua angka itu merupakan target pelatihan, bukan hasil yang sudah tercapai. Bersama data sektor dan tenaga kerja, target tersebut mencerminkan fokus untuk membangun keterampilan AI bagi pekerja teknologi maupun profesional di bidang lain.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya.
Ekonomi digital Singapura bernilai S$144,1 miliar pada 2025, setara 19,3% PDB. Sektor di luar Informasi dan Komunikasi (I&C) menyumbang S$97 miliar, sekitar 67% dari totalnya. Nilai tambah digital sektor non I&C tumbuh 3,6% dibanding tahun sebelumnya, sedangkan sektor I&C mencatat pertumbuhan lebih cepat, 6,1%.
Adopsi AI di kalangan perusahaan naik menjadi 23,5% pada 2025. Angkanya mencapai 23,4% di kalangan UKM dan 70,4% di perusahaan non UKM.