Melihat angka 66% saja bisa menyesatkan: seolah-olah orang tiba-tiba berhenti bepergian ke Dubai. Konteksnya lebih spesifik. Laporan-laporan mengaitkan penurunan Maret 2026 di Dubai International Airport, atau DXB, dengan perang dan krisis terkait Iran yang mengganggu ruang udara serta rute penerbangan di Timur Tengah [5][
8]. Pada bulan itu, DXB menangani sekitar 2,5 juta penumpang, turun 65,7% secara tahunan; sejumlah laporan membulatkannya menjadi 66% [
6][
8][
10][
13].
Angka 66% itu untuk Maret, bukan seluruh kuartal
Yang turun sekitar 66% adalah trafik penumpang Maret 2026, bukan total kuartal I. Untuk kuartal I 2026, DXB mencatat 18,6 juta penumpang, turun 20,6% dibanding tahun sebelumnya [6][
10][
13]. Dengan kata lain, kondisi kuartal I memang melemah, tetapi guncangan paling tajam terjadi pada bulan Maret [
10][
12].
Penyebab utamanya: kapasitas terbang terganggu
Business Times mengaitkan penurunan dengan perang di Iran yang mengganggu lalu lintas udara di Timur Tengah. Daily Sabah melaporkan penurunan terjadi setelah serangan Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dan krisis kawasan yang lebih luas [5][
8].
Pada hub transit besar seperti DXB, jumlah penumpang tidak hanya ditentukan oleh niat orang bepergian. Maskapai juga membutuhkan ruang udara yang aman, rute regional yang bisa dipakai, dan jadwal yang realistis. Gulf News melaporkan bahwa pembatasan ruang udara memaksa perubahan luas pada jadwal penerbangan, sementara Arab News menyebut gangguan ruang udara regional menekan hub transit utama di Timur Tengah [10][
12].
Itu sebabnya penurunan bulanan bisa sangat dalam: ketika kapasitas ruang udara menyempit, jumlah penerbangan yang dapat dijalankan ikut berkurang, meski kebutuhan perjalanan belum tentu hilang [10][
12][
15].
Apa yang terjadi setelah ruang udara UEA pulih?
Menurut Channel NewsAsia, otoritas penerbangan UEA menyatakan lalu lintas udara kembali normal setelah langkah pencegahan yang diterapkan pada 28 Februari, pada awal perang Iran, dicabut [9]. CEO Dubai Airports Paul Griffiths mengatakan operasi dan penerbangan mulai dinaikkan lagi setelah ruang udara UEA pulih, dengan kapasitas disesuaikan dengan rute yang tersedia [
9].
Economic Times Travel juga melaporkan Dubai Airports memulai pemulihan bertahap setelah ruang udara UEA sepenuhnya dibuka, meningkatkan pergerakan penerbangan dan memungkinkan maskapai memulihkan jadwal secara progresif [6]. Business Insider menambahkan bahwa bandara berupaya menampung permintaan yang meningkat, meski sebagian kendala rute regional masih bisa bertahan [
15].
Apakah permintaan penumpang benar-benar runtuh?
Laporan yang tersedia tidak menggambarkan penurunan ini sebagai hilangnya minat terbang secara permanen. Economic Times Travel menyebut permintaan dasar masih kuat dan trafik transfer diharapkan pulih, sementara Business Insider melaporkan Dubai Airports bekerja untuk mengakomodasi permintaan yang meningkat [6][
15].
Jadi, cara paling tepat membaca angka Maret adalah sebagai pukulan pada kapasitas operasional. Penumpang dan koneksi masih ada, tetapi penerbangan tidak dapat berjalan normal ketika koridor udara dan rute yang bisa dipakai dibatasi [10][
12][
15].
Dampaknya bagi penumpang transit dan maskapai
DXB biasanya dikenal sebagai salah satu hub paling sibuk untuk penumpang internasional, sehingga gangguan ruang udara di kawasan tidak hanya terasa pada penerbangan tujuan Dubai [8]. Dampaknya bisa merembet ke penumpang transit, penyesuaian jadwal maskapai, pergerakan pesawat, dan pemilihan rute alternatif, terutama ketika hub-hub transit Timur Tengah menghadapi tekanan operasional [
10][
12].
Pemulihan pun tidak otomatis instan. Laporan-laporan menyebut penerbangan dinaikkan secara bertahap, dengan kapasitas mengikuti rute regional yang tersedia dan potensi kendala rute yang masih tersisa [9][
15].
Intinya
Penurunan 66% DXB pada Maret 2026 terutama disebabkan oleh perang dan krisis terkait Iran yang mengganggu ruang udara Timur Tengah serta membatasi rute penerbangan yang dapat digunakan [5][
8][
10][
12]. Jumlah penumpang Maret turun menjadi sekitar 2,5 juta, sementara total kuartal I 2026 mencapai 18,6 juta penumpang, turun 20,6% secara tahunan [
6][
10][
13]. Setelah ruang udara UEA dipulihkan, Dubai Airports mulai meningkatkan operasi secara bertahap, tetapi kapasitas tetap bergantung pada rute regional yang tersedia [
6][
9][
15].




